alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Meninggal saat Lari-Lari di Lapangan Kridosono Blora

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – Lelaki paro baya tergeletak tidak bernyawa di pinggir Lapangan Kridosono kemarin siang (22/9). Belum diketahui penyebabnya secara pasti, namun mulutnya terdapat muntahan darah.

 

Saat kejadian korban tidak membawa identitas. Setelah pemeriksaan di RSUD, diketahui korban Eko Wijayanto. Lelaki 47 tahun dari Desa Ngabar, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

 

Kapolsek Kota AKP Yulianto menjelaskan, korban berjalan di depan tribun sekitar pukul 13.25. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Dr. R Seotijono Blora untuk pemeriksaan.

- Advertisement -

 

Heriyanto Utomo, salah satu saksi sempat menolong korban menjelaskan, awalnya siang itu korban lari kecil memutari Lapangan Kridosono memakai jaket kurung dan bersepatu. Pukul sekitar 13.30 korban tersungkur di selatan trotoar tribun Kridosono. “Saat itu saya berjualan di depan melihat korban terjatuh kemudian saya minta tolong kepada orang yang juga lari-lari di area Kridosono,” jelasnya.

Baca Juga :  Draf Raperda Pendidikan Agama dan Pesantren di Blora Akan Dibahas Lagi

 

Saat jatuh, korban sudah mengeluarkan darah, lalu memindahkan ke tempat lebih teduh. Namun tidak berselang lama korban tidak bernyawa.

 

“Posisi jatunya tengkurap ada mutah darahnya, setelah di cek lagi sudah meninggal,” jelasnya. (luk/rij)

BLORA, Radar Bojonegoro – Lelaki paro baya tergeletak tidak bernyawa di pinggir Lapangan Kridosono kemarin siang (22/9). Belum diketahui penyebabnya secara pasti, namun mulutnya terdapat muntahan darah.

 

Saat kejadian korban tidak membawa identitas. Setelah pemeriksaan di RSUD, diketahui korban Eko Wijayanto. Lelaki 47 tahun dari Desa Ngabar, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

 

Kapolsek Kota AKP Yulianto menjelaskan, korban berjalan di depan tribun sekitar pukul 13.25. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Dr. R Seotijono Blora untuk pemeriksaan.

- Advertisement -

 

Heriyanto Utomo, salah satu saksi sempat menolong korban menjelaskan, awalnya siang itu korban lari kecil memutari Lapangan Kridosono memakai jaket kurung dan bersepatu. Pukul sekitar 13.30 korban tersungkur di selatan trotoar tribun Kridosono. “Saat itu saya berjualan di depan melihat korban terjatuh kemudian saya minta tolong kepada orang yang juga lari-lari di area Kridosono,” jelasnya.

Baca Juga :  Rumah dan Toko di Banjarejo Ludes Terbakar

 

Saat jatuh, korban sudah mengeluarkan darah, lalu memindahkan ke tempat lebih teduh. Namun tidak berselang lama korban tidak bernyawa.

 

“Posisi jatunya tengkurap ada mutah darahnya, setelah di cek lagi sudah meninggal,” jelasnya. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Hakim Tanyakan Kuitansi

Pemdes Salurkan BLT – DD

Satu CJH Ambil Dana Pelunasan Haji

Artikel Terbaru

Tantangan Memerdekakan Kemiskinan

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat


/