alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Disenggol Truk Molen, Pengayuh Becak di Bojonegoro Tewas

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Nyawa seorang pengayuh becak Muhammad Sidik, 58, melayang usai disenggol truk molen di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu turut Desa Ngulanan, Kecamatan Dander sekitar pukul 06.00 kemarin (20/9). Truk molen PT Surya Bengawan Sakti itu dikemudikan Muhammad Fauzi Assidiq, 28, warga Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

 

“Korban (pengayuh becak) alami luka berat lalu meninggal dunia,” tutur Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro Ipda M. Imam Wahyudi.

 

Kronologi berawal ketika pengayuh becak asal Desa Ngulanan melaju dari barat. Tepat di belakang dari arah sama melaju truk molen nopol B 9568 KIN.

- Advertisement -

 

Selanjutnya truk molen hendak mendahului pengayuh becak. Namun, mengambil haluan terlalu kiri sehingga menyenggol becak dan mengakibatkan kecelakaan.

Baca Juga :  Penjual Pentol Disabet Sajam

“Pengemudi kurang hati-hati memperhatikan arus lalu lintas. Apalagi saat pagi sedang ramai arus lalu lintas,” ucapnya.

 

Sementara itu, pengemudi truk molen kini diamankan di kantor satlantas untuk diproses hukum lebih lanjut. Imam menambahkan, kondisi truk molen sedang tidak ada muatan.

 

Akibat kejadian tersebut, perlu ada pengaturan kendaraan berat melintas saat jam-jam padat. “Melalui Unit Kamsel, kami imbau agar truk besar maupun pengangkut material agar tidak melintas di jalan protokol mulai pukul 06.00 hingga 08.00. Karena jam tersebut kondisi jalan protokol terjadi kepadatan lalu lintas. Banyak siswa berangkat sekolah dan orang berangkat kerja,” bebernya. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Nyawa seorang pengayuh becak Muhammad Sidik, 58, melayang usai disenggol truk molen di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu turut Desa Ngulanan, Kecamatan Dander sekitar pukul 06.00 kemarin (20/9). Truk molen PT Surya Bengawan Sakti itu dikemudikan Muhammad Fauzi Assidiq, 28, warga Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

 

“Korban (pengayuh becak) alami luka berat lalu meninggal dunia,” tutur Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro Ipda M. Imam Wahyudi.

 

Kronologi berawal ketika pengayuh becak asal Desa Ngulanan melaju dari barat. Tepat di belakang dari arah sama melaju truk molen nopol B 9568 KIN.

- Advertisement -

 

Selanjutnya truk molen hendak mendahului pengayuh becak. Namun, mengambil haluan terlalu kiri sehingga menyenggol becak dan mengakibatkan kecelakaan.

Baca Juga :  Setahun Kosong, Direktur PDAM Terisi

“Pengemudi kurang hati-hati memperhatikan arus lalu lintas. Apalagi saat pagi sedang ramai arus lalu lintas,” ucapnya.

 

Sementara itu, pengemudi truk molen kini diamankan di kantor satlantas untuk diproses hukum lebih lanjut. Imam menambahkan, kondisi truk molen sedang tidak ada muatan.

 

Akibat kejadian tersebut, perlu ada pengaturan kendaraan berat melintas saat jam-jam padat. “Melalui Unit Kamsel, kami imbau agar truk besar maupun pengangkut material agar tidak melintas di jalan protokol mulai pukul 06.00 hingga 08.00. Karena jam tersebut kondisi jalan protokol terjadi kepadatan lalu lintas. Banyak siswa berangkat sekolah dan orang berangkat kerja,” bebernya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tantangan Memerdekakan Kemiskinan

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat


/