alexametrics
27.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Tiga Hari Dicari di Bengawan, Mayat Kakek Ditemukan Sejauh 30 Km

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tim SAR Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro akhirnya temukan mayat kakek bernama Paeran, 79, sekitar pukul 10.45 tadi (11/3). Kakek berasal Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu dilaporkan tenggelam di Bengawan Solo turut Kelurahan Banjarejo pada Rabu (9/3) lalu.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto mengungkapkan, bahwa pencarian mayat korban dilakukan selama tiga hari. Akhirnya kemarin Tim SAR Gabungan menemukan mayat korban mengapung di Bengawan Solo antara Desa Gedongarum Kecamatan Kanor dengan Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.“Diperkirakan jaraknya sekitar 30 kilometer dari titik lokasi korban dilaporkan tenggelam,” jelas Ardhian.

Selanjutnya, mayat korban dievakuasi ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Penanganan selanjutnya kami serahkan kepada petugas medis dan aparat kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga :  Pamit Cari Ikan, Ditemukan Tak Bernyawa di Lamongan

Ardhian menambahkan bahwa dalam pencarian korban, Tim SAR Gabungan menurunkan 105 personel, dengan melakukan penyisiran dari lokasi korban dilaporkan tenggelam hingga ke wilayah Kecamatan Kanor. “Kami sampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses pencarian sehingga korban berhasil ditemukan,” katanya.
Perlu diketahui, korban Paeran dilaporkan tenggelam saat hendak membuang sampah di Bengawan Solo. Diduga korban terpeleset sehingga tercebur ke sungai. Karena korban tidak dapat berenang, akhirnya korban terbawa arus dan tenggelam, hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, BPBD Bojonegoro juga melaporkan tren tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo pukul 15.00 memasuki siaga hijau yakni 12,10 meter. Diperkirakan tren masih tetap naik, sebab TMA di wilayah Karangnongko turut Kecamatan Ngraho juga terpantau naik. Siaga hijau TMA 12,06 meter, siaga kuning TMA 13,06 meter, dan siaga merah TMA 14,04 meter. (bgs/rij)

Baca Juga :  Diserempet Truk di Brondong Lamongan, Dua Terluka

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tim SAR Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro akhirnya temukan mayat kakek bernama Paeran, 79, sekitar pukul 10.45 tadi (11/3). Kakek berasal Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu dilaporkan tenggelam di Bengawan Solo turut Kelurahan Banjarejo pada Rabu (9/3) lalu.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto mengungkapkan, bahwa pencarian mayat korban dilakukan selama tiga hari. Akhirnya kemarin Tim SAR Gabungan menemukan mayat korban mengapung di Bengawan Solo antara Desa Gedongarum Kecamatan Kanor dengan Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.“Diperkirakan jaraknya sekitar 30 kilometer dari titik lokasi korban dilaporkan tenggelam,” jelas Ardhian.

Selanjutnya, mayat korban dievakuasi ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Penanganan selanjutnya kami serahkan kepada petugas medis dan aparat kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Bojonegoro Ditemukan Meninggal Tergantung di Pohon Kluwih

Ardhian menambahkan bahwa dalam pencarian korban, Tim SAR Gabungan menurunkan 105 personel, dengan melakukan penyisiran dari lokasi korban dilaporkan tenggelam hingga ke wilayah Kecamatan Kanor. “Kami sampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses pencarian sehingga korban berhasil ditemukan,” katanya.
Perlu diketahui, korban Paeran dilaporkan tenggelam saat hendak membuang sampah di Bengawan Solo. Diduga korban terpeleset sehingga tercebur ke sungai. Karena korban tidak dapat berenang, akhirnya korban terbawa arus dan tenggelam, hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, BPBD Bojonegoro juga melaporkan tren tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo pukul 15.00 memasuki siaga hijau yakni 12,10 meter. Diperkirakan tren masih tetap naik, sebab TMA di wilayah Karangnongko turut Kecamatan Ngraho juga terpantau naik. Siaga hijau TMA 12,06 meter, siaga kuning TMA 13,06 meter, dan siaga merah TMA 14,04 meter. (bgs/rij)

Baca Juga :  Motor Dilahap Api, Teras Terbakar di Lamongan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/