alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Minhatin Nisaatus Sholikhah

Yang Penting Coba Dulu

MENCARI hiburan bagi Minhatin Nisaatus Sholikhah itu sederhana. Cukup buka youtube dan pilih tema yang menghibur.

 

“Di sela-sela kerja dan kuliah, kalau butuh hiburan ya lihat yang lucu-lucu,” tutur perempuan yang akrab disapa Niha tersebut.

 

Selain menonton youtube, dia juga sering membaca novel dan mendengarkan musik setelah bekerja. Bagi perempuan asal Desa Drajat, Kecamatan Paciran tersebut, kuliah sambil kerja tidak memupuskan semangatnya dalam menuntut ilmu.

 

Kesenangan membaca menjadikan Niha memiliki wawasan lebih luas. Bahkan, pernah mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar. ‘’Semangat untuk mengejar impian,” tuturnya.

 

Niha pernah bermimpi kuliah S2 di luar negeri. Melihat kondisi saat ini, dia sebagai anak pertama perlu memikirkan adiknya. “Aku selalu ingin mereka lebih dariku,” tutur perempuan berusia 21 tahun ini.

Baca Juga :  Sempat Ditentang Orang Tua

 

Selain membaca, Niha sering membuat puisi. Terkadang dia mengikuti lomba cipta puisi tingkat nasional. Niha pernah mendapatkan penghargaan menjadi penyair terpilih dan puisinya bisa diterbitkan menjadi buku.

 

“Perlu pintar mencari peluang, karena kesempatan tidak datang dua kali. Yang terpenting coba dulu. Kalau ada kemauan pasti ada jalan,” tuturnya. (sip/yan)

MENCARI hiburan bagi Minhatin Nisaatus Sholikhah itu sederhana. Cukup buka youtube dan pilih tema yang menghibur.

 

“Di sela-sela kerja dan kuliah, kalau butuh hiburan ya lihat yang lucu-lucu,” tutur perempuan yang akrab disapa Niha tersebut.

 

Selain menonton youtube, dia juga sering membaca novel dan mendengarkan musik setelah bekerja. Bagi perempuan asal Desa Drajat, Kecamatan Paciran tersebut, kuliah sambil kerja tidak memupuskan semangatnya dalam menuntut ilmu.

 

Kesenangan membaca menjadikan Niha memiliki wawasan lebih luas. Bahkan, pernah mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar. ‘’Semangat untuk mengejar impian,” tuturnya.

 

Niha pernah bermimpi kuliah S2 di luar negeri. Melihat kondisi saat ini, dia sebagai anak pertama perlu memikirkan adiknya. “Aku selalu ingin mereka lebih dariku,” tutur perempuan berusia 21 tahun ini.

Baca Juga :  Kesempatan Kedua

 

Selain membaca, Niha sering membuat puisi. Terkadang dia mengikuti lomba cipta puisi tingkat nasional. Niha pernah mendapatkan penghargaan menjadi penyair terpilih dan puisinya bisa diterbitkan menjadi buku.

 

“Perlu pintar mencari peluang, karena kesempatan tidak datang dua kali. Yang terpenting coba dulu. Kalau ada kemauan pasti ada jalan,” tuturnya. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/