alexametrics
33.4 C
Bojonegoro
Saturday, September 24, 2022

Marissa Nur Khoviva

Menjadi Dokter Harus Belajar Sepanjang Hayat

- Advertisement -

SEJAK kecil Marissa Nur Khoviva bercita-cita bisa menjadi dokter. Impian tersebut menjadi kenyataan. Cewek asal Perumnas Made, Lamongan itu kini menjadi dokter muda di RSU Karsa Husada Batu. Dia memiliki satu prinsip selama mendalami profesi kedokteran.

 

‘’Karena kita harus belajar sepanjang hayat. Ilmu kedokteran selalu berkembang, meskipun sudah jadi dokter, harus belajar lagi,’’ tutur lulusan sarjana kedoteran UIN Malang tersebut.

 

Bagi dia, mendalami ilmu kedoktaran harus dari niat yang kuat tanpa paksaan orang lain. Sehingga, tidak putus di tengah jalan, karena pendidikan membutuhkan waktu yang cukup lama. Marissa, sapaan akrabnya mengaku hampir enam tahun meraih gelar sarjana hingga mengambil profesi dokter.

Baca Juga :  Empat Desa Ajukan Bantuan Air Bersih
- Advertisement -

 

‘’Kendala banyak. Harus bisa membagi waktu antara kampus dan mengikuti lomba Internasional maupun nasional,’’ ucap juara dua karya tulis ilmiah satu idea satu word, Turkey 2021 tersebut.

 

Dari sejumlah loma yang diikutinya, Marissa mendapatkan banyak pelajaran berharga dan menambah relasi. Prestasi tersebut juga memberikan motivasi kepadanya untuk menjadi lebih baik ketika belajar ilmu kedokteran.

 

‘’Masih ingin ikut lomba yang belum pernah saya ikuti,’’ ujar  Marissa. (sip/ind)

SEJAK kecil Marissa Nur Khoviva bercita-cita bisa menjadi dokter. Impian tersebut menjadi kenyataan. Cewek asal Perumnas Made, Lamongan itu kini menjadi dokter muda di RSU Karsa Husada Batu. Dia memiliki satu prinsip selama mendalami profesi kedokteran.

 

‘’Karena kita harus belajar sepanjang hayat. Ilmu kedokteran selalu berkembang, meskipun sudah jadi dokter, harus belajar lagi,’’ tutur lulusan sarjana kedoteran UIN Malang tersebut.

 

Bagi dia, mendalami ilmu kedoktaran harus dari niat yang kuat tanpa paksaan orang lain. Sehingga, tidak putus di tengah jalan, karena pendidikan membutuhkan waktu yang cukup lama. Marissa, sapaan akrabnya mengaku hampir enam tahun meraih gelar sarjana hingga mengambil profesi dokter.

Baca Juga :  Penuhi Target Capaian Vaksin
- Advertisement -

 

‘’Kendala banyak. Harus bisa membagi waktu antara kampus dan mengikuti lomba Internasional maupun nasional,’’ ucap juara dua karya tulis ilmiah satu idea satu word, Turkey 2021 tersebut.

 

Dari sejumlah loma yang diikutinya, Marissa mendapatkan banyak pelajaran berharga dan menambah relasi. Prestasi tersebut juga memberikan motivasi kepadanya untuk menjadi lebih baik ketika belajar ilmu kedokteran.

 

‘’Masih ingin ikut lomba yang belum pernah saya ikuti,’’ ujar  Marissa. (sip/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/