alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Trista Febbrianti

Tak Suka Kata Mungkin

SEJAK liburan lebaran hingga saat ini, Trista Febbrianti sibuk berlatih debat. Akhir bulan ini, dia mengikuti lomba debat nasional yang diselenggarkan Komunitas Debat Pertiwi.

 

Trista lebih sering belajar dengan membaca berita isu terkini. ‘’Alasan senang debat, karena saya punya basic public speaking. Terus suka memberi argumen kepada  orang lain,” tutur juara 2 lomba debat tingkat internal Universitas Islam Lamongan (Unisla) 2022 ini.

 

Saat di sekolah menengah kejuruan, Trista sudah mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bidang tersebut. Menurut dia, setiap orang yang pintar public speaking belum tentu bisa debat.

 

“Bagaimana rumusnya, pertama harus bisa mendengarkan ketika lawan berbicara. Kemudian dicari  celahnya,” tutur juara 1 lomba debat Se-Komisariat PMII Unisla 2022 ini.

Baca Juga :  Meneladani KH Ahmad Dahlan untuk Mengembangkan Islam Berkemajuan

 

Trista selalu berusaha mengurangi atau tidak menggunakan kata mungkin saat debat. Alasannya, kata mungkin berarti pendapat yang disampaikan masih setengah.

 

“Saya perbanyak mencari berita dan mencoba menguasai. Jadi kita tahu berita dari mana. Jangan sampai termakan berita hoax, yang didebat itu masalah teraktual. Saya juga perbanyak baca buku dan  memaksimalkan waktu,” tutur mahasiwi berusia 19 tahun ini.

 

Jika jenuh dengan kegiatan membaca, maka Trista memilih menonton bola. Dia suka suka dengan klub Liga Inggris, Liverpool. ‘’Cita-cita ingin jadi guru agama pegawai negeri sipil (PNS),’’ tuturnya. (sip/yan)

SEJAK liburan lebaran hingga saat ini, Trista Febbrianti sibuk berlatih debat. Akhir bulan ini, dia mengikuti lomba debat nasional yang diselenggarkan Komunitas Debat Pertiwi.

 

Trista lebih sering belajar dengan membaca berita isu terkini. ‘’Alasan senang debat, karena saya punya basic public speaking. Terus suka memberi argumen kepada  orang lain,” tutur juara 2 lomba debat tingkat internal Universitas Islam Lamongan (Unisla) 2022 ini.

 

Saat di sekolah menengah kejuruan, Trista sudah mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bidang tersebut. Menurut dia, setiap orang yang pintar public speaking belum tentu bisa debat.

 

“Bagaimana rumusnya, pertama harus bisa mendengarkan ketika lawan berbicara. Kemudian dicari  celahnya,” tutur juara 1 lomba debat Se-Komisariat PMII Unisla 2022 ini.

Baca Juga :  Jaga Bentuk Tubuh

 

Trista selalu berusaha mengurangi atau tidak menggunakan kata mungkin saat debat. Alasannya, kata mungkin berarti pendapat yang disampaikan masih setengah.

 

“Saya perbanyak mencari berita dan mencoba menguasai. Jadi kita tahu berita dari mana. Jangan sampai termakan berita hoax, yang didebat itu masalah teraktual. Saya juga perbanyak baca buku dan  memaksimalkan waktu,” tutur mahasiwi berusia 19 tahun ini.

 

Jika jenuh dengan kegiatan membaca, maka Trista memilih menonton bola. Dia suka suka dengan klub Liga Inggris, Liverpool. ‘’Cita-cita ingin jadi guru agama pegawai negeri sipil (PNS),’’ tuturnya. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/