alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Siti Arum Bintan Afrilia

Terinspirasi Leyla Aderina

MERUBAH gaya suara menjadi tantangan bagi Siti Arum Bintan Afrilia. Perempuan kelahiran Lamongan, 13 April 1999 itu sejak duduk di bangku MA suka cuap – cuap.

 

Gaya bicara dan intonasi katanya yang menarik perhatian, mengantarkannya menjadi salah satu pemandu acara. Bintan tak hanya diundang untuk memadu acara di sekolah. Juga, kegiatan umum. Salah satunya, nikahan.

 

Bintan merasa kemampuannya masih perlu terus diasah. Dia ingin bisa menguasai voice over (VO). ‘’Saya mulai belajar voice over itu terinspirasi dari Leyla Aderina,’’ ujar perempuan yang mengaku juga menjadi penggemar pengisi suara Google tersebut.

 

Bintan senang bila ada challenge VO. ‘’Ikut Challenge pun tidak berharap untuk menang, buat belajar dari peserta lain,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Menguat Indikasi Dinsos Lamongan Ikut Bermain

 

Menurut perempuan asal Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, ini suara saat menjadi pemandu acara dan VO atau penyiar radio memiliki perbedaan. ‘’Meskipun aku memiliki modal suara ,MC tapi kan beda. Dari intonasinya beda. Kalau pengisi suara iklan yang endel itu kan juga beda,’’ terangnya.

 

Dia ingin bakatnya semakin berkembang dan suatu hari bisa bekerja di bidang voice over. ‘’Seru gitu suaraku didengar orang lain, dan semoga bermanfaat suatu hari nanti,’’ harapnya.

 

‘’Pernah belajar dubbing juga, cuma nggak terlalu bisa. Baru bisa dubbing Barbbie, agak susah memang menirunya,’’ imbuhnya. (lkp-mg1/yan)

MERUBAH gaya suara menjadi tantangan bagi Siti Arum Bintan Afrilia. Perempuan kelahiran Lamongan, 13 April 1999 itu sejak duduk di bangku MA suka cuap – cuap.

 

Gaya bicara dan intonasi katanya yang menarik perhatian, mengantarkannya menjadi salah satu pemandu acara. Bintan tak hanya diundang untuk memadu acara di sekolah. Juga, kegiatan umum. Salah satunya, nikahan.

 

Bintan merasa kemampuannya masih perlu terus diasah. Dia ingin bisa menguasai voice over (VO). ‘’Saya mulai belajar voice over itu terinspirasi dari Leyla Aderina,’’ ujar perempuan yang mengaku juga menjadi penggemar pengisi suara Google tersebut.

 

Bintan senang bila ada challenge VO. ‘’Ikut Challenge pun tidak berharap untuk menang, buat belajar dari peserta lain,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Menguat Indikasi Dinsos Lamongan Ikut Bermain

 

Menurut perempuan asal Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, ini suara saat menjadi pemandu acara dan VO atau penyiar radio memiliki perbedaan. ‘’Meskipun aku memiliki modal suara ,MC tapi kan beda. Dari intonasinya beda. Kalau pengisi suara iklan yang endel itu kan juga beda,’’ terangnya.

 

Dia ingin bakatnya semakin berkembang dan suatu hari bisa bekerja di bidang voice over. ‘’Seru gitu suaraku didengar orang lain, dan semoga bermanfaat suatu hari nanti,’’ harapnya.

 

‘’Pernah belajar dubbing juga, cuma nggak terlalu bisa. Baru bisa dubbing Barbbie, agak susah memang menirunya,’’ imbuhnya. (lkp-mg1/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/