alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Nyaman Tinggal Bojonegoro

SHE – Berjalan bukan berarti kalah, lari bukan berarti menang, perlahan namun pasti di genggaman. Itulah prinsip hidup yang dipegang oleh Umi Rosidah. Gadis asal Kecamatan Ngraho itu juga masih menjadi seorang jobseeker setelah lulus kuliah tahun ini. Alumni mahasiswi jurusan hukum ekonomi Syariah UIN Walisongo Semarang 2018 itu berencana bekerja di Pengadilan Negeri Bojonegoro. “Sudah kirim lamaran ke sana sih, tetapi belum ada panggilan,” ujar gadis kelahiran 1994 itu. Gadis yang akrab dipanggil Rosi itu ingin berkontribusi untuk Bojonegoro dengan kemampuan yang ia miliki, meskipun dirinya bukan asli Bojonegoro, dia asli Blora, Jawa Tengah.

Dulu Rosi sekolah MTs dan MA di Bojonegoro, lalu hijrah ke Semarang selama lima tahun, sekarang kembali lagi mau cari rezeki di Bojonegoro. Dia kini ikut saudaranya yang ada di Bojonegoro. Menurut dia, Bojonegoro punya prospek yang bagus ke depannya. Pertumbuhannya cukup signifikan tiap tahunnya. Sehingga dia tertarik ikut dalam kemajuan tersebut. “Bojonegoro ini dulu dikenal sepi, saat ini setiap harinya ramai, pertumbuhan ekonominya sangat terasa,” tuturnya.

Baca Juga :  Lebih Suka Bertanya

Menurut Rosi, Bojonegoro juga punya daya tarik alam yang masih melimpah. Jadi seiring dengan berkembangnya kota yang kerap disebut kota ledre itu juga tetap menjaga kelestarian alamnya. Sehingga, tetap sejuk dan teduh. Bagi dia, orang-orang Bojonegoro ramahnya juga tak jauh beda dengan orang-orang di tanah kelahirannya. “Karena memang Bojonegoro logat dan prilakunya lebih ke arah orang Jawa Tengah, bukan Jawa Timur, karena itu Bojonegoro dan Blora menurut saya tidak ada bedanya,” pungkasnya.

SHE – Berjalan bukan berarti kalah, lari bukan berarti menang, perlahan namun pasti di genggaman. Itulah prinsip hidup yang dipegang oleh Umi Rosidah. Gadis asal Kecamatan Ngraho itu juga masih menjadi seorang jobseeker setelah lulus kuliah tahun ini. Alumni mahasiswi jurusan hukum ekonomi Syariah UIN Walisongo Semarang 2018 itu berencana bekerja di Pengadilan Negeri Bojonegoro. “Sudah kirim lamaran ke sana sih, tetapi belum ada panggilan,” ujar gadis kelahiran 1994 itu. Gadis yang akrab dipanggil Rosi itu ingin berkontribusi untuk Bojonegoro dengan kemampuan yang ia miliki, meskipun dirinya bukan asli Bojonegoro, dia asli Blora, Jawa Tengah.

Dulu Rosi sekolah MTs dan MA di Bojonegoro, lalu hijrah ke Semarang selama lima tahun, sekarang kembali lagi mau cari rezeki di Bojonegoro. Dia kini ikut saudaranya yang ada di Bojonegoro. Menurut dia, Bojonegoro punya prospek yang bagus ke depannya. Pertumbuhannya cukup signifikan tiap tahunnya. Sehingga dia tertarik ikut dalam kemajuan tersebut. “Bojonegoro ini dulu dikenal sepi, saat ini setiap harinya ramai, pertumbuhan ekonominya sangat terasa,” tuturnya.

Baca Juga :  Harus Terbiasa Berimajinasi

Menurut Rosi, Bojonegoro juga punya daya tarik alam yang masih melimpah. Jadi seiring dengan berkembangnya kota yang kerap disebut kota ledre itu juga tetap menjaga kelestarian alamnya. Sehingga, tetap sejuk dan teduh. Bagi dia, orang-orang Bojonegoro ramahnya juga tak jauh beda dengan orang-orang di tanah kelahirannya. “Karena memang Bojonegoro logat dan prilakunya lebih ke arah orang Jawa Tengah, bukan Jawa Timur, karena itu Bojonegoro dan Blora menurut saya tidak ada bedanya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Belajar Industri Tekstil

Isi Waktu Luang dengan Hafalan

Awalnya Takut, Kini Hobi Rugbi

Harus Siap Ditegur

Most Read

Artikel Terbaru


/