Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setyo Wahono Perjuangkan Pendidikan Gratis untuk Generasi Muda Bojonegoro

Y
Penulis: Yuan Edo Ramadhana❯
Photo
Photo

 


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Calon Bupati (Cabup) Bojonegoro Nomor Urut 2, Setyo Wahono berkomitmen memperjuangkan pendidikan gratis jika diberikan amanah sebagai pemimpin periode 2025-2030. Wahono menilai, pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang harus diperkuat untuk memajukan Bojonegoro.

"Subsidi untuk anak-anak di pondok pesantren dan sekolah-sekolah, semuanya gratis, akan kami wujudkan di tahun depan," kata Wahono, Sabtu (28/9/2024).

Wahono juga akan memberikan beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi. Selain itu, ia juga akan mengajak para pemangku kepentingan untuk mendorong adanya apresiasi kepada para siswa-siswi berprestasi di Bojonegoro.

Advertisement

"Di tahun depan, bila saya jadi bupati, saya akan memberikan bantuan untuk siswa berprestasi. Kemudian siswa lainnya akan mendapatkan subsidi dari Pemda dan itu gratis," lanjutnya.

Di bidang pendidikan, Wahono berkomitmen untuk membangun 35 sekolah unggulan di setiap zonasi. Tidak hanya itu, Wahono juga akan melakukan pengembangan perguruan tinggi berkualitas.

Selain itu, Wahono juga akan memperkuat pengembangan seni budaya daerah. Salah satu caranya yakni dengan mengucurkan dana kebudayaan kreatif daerah sebesar Rp 1 miliar.

Advertisement

Maka dari itu, Wahono mengungkapkan, pendidikan merupakan elemen penting untuk memajukan Bojonegoro. Ia optimis, pendidikan Bojonegoro bisa gratis dan memunculkan bibit-bibit muda berkualitas.

"Ketika saya jadi bupati Bojonegoro, saya akan memaksimalkan pendidikan dan itu gratis," ujar Wahono. (*/edo/cho)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Refleksi Hari Santri 2026: Tradisi dan Nilai Pancasila di Pondok Pesantren

Refleksi Hari Santri 2026: Tradisi dan Nilai Pancasila di Pondok Pesantren

SETIAP 22 Oktober selalu menjadi salah satu momen bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya para ulama dan  santri.

Data Penerima Diverifikasi Ulang, Honor Guru Madin dan TPQ di Blora Tersendat

Data Penerima Diverifikasi Ulang, Honor Guru Madin dan TPQ di Blora Tersendat

Pencairan honor guru madrasah diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Blora masih menunggu penyelesaian verifikasi data penerima.

Naila Niswa Muntaza: Bermimpi Jadi Independent Woman

Naila Niswa Muntaza: Bermimpi Jadi Independent Woman

BANYAK dari pelajar yang menempuh pendidikan di pondok pesantren (ponpes) karena arahan orang tua.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer