Upaya Tekan Risiko Laka Pelajar, Pemkab Blora Luncurkan Bus Sekolah

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pelajar di Kabupaten Blora kini punya alternatif transportasi gratis untuk berangkat dan pulang sekolah. Pemkab Blora meluncurkan layanan bus sekolah, kemarin (28/10), dengan rute awal Blora–Kunduran.
Program ini sekaligus diharapkan menekan risiko kecelakaan pelajar, yang nekat mengendarai motor meski belum cukup umur. Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, layanan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan akses pendidikan yang aman dan terjangkau.
‘’Bus sekolah ini bukan sekadar menghadirkan armada kendaraan, tetapi wujud pelayanan publik yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya saat peluncuran di halaman Kantor Bupati Blora.
Baca Juga: Empat Madrasah di Kabupaten Blora Kebagian Banpres
Menurut Arief, persoalan transportasi masih menjadi kendala bagi sebagian pelajar. Jarak rumah ke sekolah dan terbatasnya angkutan umum membuat sejumlah siswa harus mencari alternatif perjalanan sendiri.
‘’Kami berharap layanan ini bisa meringankan beban orang tua sekaligus mendukung kelancaran anak-anak menuju sekolah,” katanya.
Arief juga menekankan pentingnya keselamatan selama perjalanan. Kendaraan harus laik jalan, pengemudi wajib kompeten, dan jadwal operasional perlu dijalankan secara disiplin.
Baca Juga: 2.900 Anak Tak Sekolah di Kabupaten Blora
‘’Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai layanan yang tujuannya membantu pelajar justru mengabaikan aspek keselamatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Pujiariyanto melalui Sunyoto, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinrumkimhub Blora menjelaskan, bus sekolah gratis juga diarahkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar yang belum memenuhi persyaratan berkendara.
‘’Dengan adanya bus sekolah gratis ini, kami berharap semakin banyak pelajar memanfaatkan transportasi yang aman. Terutama anak-anak yang belum cukup umur dan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM),” jelas Sunyoto.
Selain mengutamakan keselamatan, program ini diharapkan membantu keluarga menghemat pengeluaran harian. Biaya transportasi yang biasanya harus disiapkan orang tua bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan lainnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




