Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jati Bojonegororo Masih Menjadi Primadona Mancanegara

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
Irawan Jati, Administratur (Adm) KPH Bojonegoro (Istimewa For RDR.BJN)
Irawan Jati, Administratur (Adm) KPH Bojonegoro (Istimewa For RDR.BJN)
KAYU Jati menjadi identitas melekat bersama perkembangan daerah. Sumber daya alam tersebut seakan tidak pernah habis, seiring berjalannya waktu pohon jati mempunyai potensi dikembangkan, sekaligus mempunyai tantangan.

 

Administratur (Adm) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Bojonegoro Irawan Jati mengungkapkan, Bojonegoro termasuk tiga wilayah pengasil kayu jati menjadi primadona pilihan warga mancanegara. Kualitas pohon jati Bojonegoro termasuk paling bagus dibanding wilayah lain. “Kalau sudah berbicara kayu jati mereka (warga internasional) ya dari Bojonegoro, Cepu, dan Randubalatung (Blora),” jelasnya.

 

Irawan mengungkapkan, produksi kayu di KPH Bojonegoro sendiri sekitar 10 ribuan per tahun, jumlah tersebut di dominasi kayu jati. Hingga saat ini masih dilirik pabrikan besar hingga produsen olahan kayu menengah sampai kecil.

Tantangan perlu menjadi perhatian, menurut Irawan, yakni tingkat produktivitas tanaman hutan, sebab kalkulasinya saat ini terdapat sekitar 17 ribu hektare lahan hutan tidak produktif. Dalam artian jarak tanamnya terlalu renggang. “Namun jumlah tersebut bisa saja berubah, kedepan dihitung lagi bisa jadi naik kelas,” jelasnya.

 

Selain itu, menurut pengalamnya membidangi kehutanan, usia tebang pohon saat ini berkurang, dari 60 tahun hingga 10 tahun menjadi 40 tahun sudah ditebang. Tentu hal itu mempunyai dampak kepada kualitas dan harga dari kayu jati. Semakin tua kayu akan semakin mahal.

 

Selain itu, menurut Irawan, dominasi peralatan terbuat dari aluminium, besi juga memengaruhi. Hal itu terjadi sejak 2016 dan puncaknya pada 2018 an. “Walaupun turun tren penjualan kayu masih stabil,” katanya.

 

Sedangkan data dipaparkan, peredaran kayu jati yang diproses pengrajin rerata  tipe A1 atau berdiameter 19 sentimeter (cm) dan A2 dengan ukuran diameter 20 cm sampai 29 cm. Sedangkan industri besar lebih memilih tipe A3 dengan ukuran diameter 30 cm lebih.

 

Irawan membenarkan jika saat ini kayu jati di hutan Bojonegoro masih menopang kebutuhan industri pengolahan kayu domestik maupun mancanegara. Potensi terlihat dari luasan wilayah Bojonegoro 40 persen berupa hutan, KPH Bojonegoro menyumbang 50.170 an hektare. (luk/rij)

 

 

 

*) Administratur (Adm) KPH Bojonegoro


Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terdampak Efisiensi, Proyek Bendungan Cabean Mundur Dua Tahun

Terdampak Efisiensi, Proyek Bendungan Cabean Mundur Dua Tahun

Pembangunan Bendungan Cabean di Kabupaten Blora diproyeksikan rampung pada 2028, mundur dari target awal Desember 2026. Penyesuaian jadwal tersebut dipicu efisiensi anggaran yang berdampak pada alokasi pembiayaan proyek.

Final Sepak Bola Amal 1939: R.E.N.S Bojonegoro vs Voetbalbond Blora Berakhir Protes Drama Offside

Final Sepak Bola Amal 1939: R.E.N.S Bojonegoro vs Voetbalbond Blora Berakhir Protes Drama Offside

Mengintip sejarah laga sepak bola amal 1939 di Bojonegoro lewat arsip De Locomotief di Delpher.nl. Putri Bupati lakukan kick-off, diwarnai protes gol offside dan penggalangan dana Panti Sukorejo.

Setyo Wahono Berpeluang Ketua Gerindra, Wihadi Pastikan Masih Dijabat Sahudi

Setyo Wahono Berpeluang Ketua Gerindra, Wihadi Pastikan Masih Dijabat Sahudi

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sedang berbenah. Sejumlah daerah, sedang bergulir restrukturisasi (perubahan susunan) kepengurusan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, atau dewan pimpinan cabang (DPC). 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer