Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Redaksi
icon featured
Redaksi

Menariknya Gagasan Membangun Kawasan

M. MAHFUD MUNTAHA

22 November 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Menariknya Gagasan Membangun Kawasan

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

AWAL mula mendengar gagasan membangun kawasan disampaikan oleh Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati pada kunjungannya ke kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro Senin (16/11), saya merasa tertarik untuk mengulasnya. Itu gagasan yang menarik.
Mengingat antara Kabupaten Blora, Bojonegoro, Tuban, Rembang, Lamongan, dan Ngawi merupakan daerah berdekatan. Apalagi Blora, Bojonegoro, Tuban, dan Rembang, selama ini dikenal dengan kawasan Ratubangnegoro. Sehingga gagasan ini bisa menjadi akselerasi pembangunan terintregrasi antarkabupaten.
Mengapa ini menarik? Dari semua kabupaten tersebut saat ini sedang gencar-gencarnya menarik investor masuk ke daerah masing-masing. Gagasan membangun kawasan yang kolaborasi ini akan mendukung dari tujuan masing-masing kabupaten.
Misalnya, Kabupaten Blora saat ini tengah gencarnya mengoperasikan Bandara Ngloram. Bandara sudah siap. Tinggal mulai penerbangan perdana rencananya 26 November nanti oleh maskapai Citilink. Bukan hanya memulai penerbangan perdana, tetapi ini benar-benar moda transportasi udara ini harus bisa aktif setelahnya. Tentu, antara kabupaten itu bisa memanfaatkan hal ini.
Kolaborasi antarkabupaten akan menarik perusahaan yang ada di kabupaten tersebut untuk memanfaatkan bandara. Bandara berada di Blora bukan berarti hanya menguntungkan satu kabupaten saja. Sebaliknya, menjadi keuntungan kabupaten lain.
Misalnya, dengan bandara di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora, aksesnya hanya satu jam dari Bojonegoro, Tuban, Rembang, dan Ngawi. Kemudian sekitar dua jam dari Lamongan. Tentu akses udara ini bisa menjadi daya tawar untuk investor di daerah-daerah tersebut. Akses ke kabupaten semakin mudah, karena ada bandara terdekat.
Dari Jakarta bisa diakses melalui transportasi udara. Tentu ini menjadi daya tawar yang cukup menarik. Jadi dari wilayah tersebut, ada akses jalan pantura, kemudian pelabuhan di Tuban, Rembang, dan Lamongan. Jadi akses semakin dipermudah tentu itu cukup menggiurkan.
Perlunya saling dukung dari kabupaten dengan beragam. Bisa sebuah kebijakan atau saling membantu antarkabupaten. Misalnya, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi penyangga Jakarta. Nanti bisa saja dari semua kabupaten ini bisa menjadi kawasan mentropolitan kecil perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur dan menjadi pusat perekonomian baru.
Seperti Bupati Blora memiliki tujuan nantinya kembali menghidupkan Kecamatan Cepu menjadi pusat perekonomian di perbatasan Jatim dan Jateng. Mengajak kabupaten sekitar untuk berkolaborasi dalam pembangunan.
Cepu menyimpan potensi. Menjadi jujugan dan tujuan berbagai masyarakat. Baik dari Bojonegoro, Tuban bahkan dari luar kota. Mengingat di Cepu banyak terdapat aktivitas perekonomian, mulai minyak dan gas (migas). Ada pusat pelatihan PPSDM dan kampus PEM Akamigas Cepu. Tentu perekonomian bagus di Cepu dan Padangan-Kasiman, Bojonegoro ikut terkoneksi.
Begitu pun wilayah selatan Blora dan Bojonegoro di Kecamatan Kradenan dan Kecamatan Ngraho sekarang menjadi pusat perekonomian baru. Warga Kecamatan Kradenan, Blora banyak melakukan kegiatan ekonomi di Pasar Ngraho.
Tentu konsep membangun kawasan ini setidaknya bisa saling membantu pembangunan infrastruktur. Saat bupati Blora Arief Rohman mengajukan bantuan keuangan ke Pemkab Bojonegoro dengan nilai Rp 50 miliar itu awalnya dirasa cukup aneh. Karena hal tersebut tidak lumrah dilakukan di sistem pemerintahan selama ini.
Tapi, langkah bupati ini ternyata ada alasan tersendiri. Bahkan, diperbolehkan oleh regulasi. Tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Pada pasal 67, mengisyaratkan, bisa dilakukan oleh pemkab lain.
Pengajuan keuangan Pemkab Blora ke Pemkab Bojonegoro juga cukup realistis, karena untuk membangun akses jalan menuju bandara dari jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB). Jalan ini nanti bisa dimanfaatkan oleh warga Bojonegoro akan menuju Bandara Ngloram. Sangat bagus jika memang terealisasi nantinya, karena memang dari kabupaten tersebut Bojonegoro memang paling memiliki anggaran tertinggi.
Sehingga bisa saya katakan dalam semangat membangun kawasan bukan hanya tentang ego kawasan saja. Tetapi, setiap kabupaten bisa saling mendukung dengan pembangunan antarwilayah.

M. MAHFUDZ MUNTAHA,
Wartawan di Jawa Pos Radar Bojonegoro

Baca juga: Poduksi Pertanian VS Kesejahteraan Petani

(bj/fud/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia