Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Pembaca
icon featured
Pembaca

Makna Sebuah Takdir, Resensi dari Berdamai dengan Takdir

oleh: Fahmia Nuha Tsabita

22 November 2021, 18: 22: 00 WIB | editor : Ebiet Mubharak

Makna Sebuah Takdir, Resensi dari Berdamai dengan Takdir

Share this      

RESENSI - Buku Berdamai dengan Takdir merupakan cetakan pertama karya Sony Adams. Buku tersebut bergenre self-reminder. Sony Adams memang terkenal sebagai sosok penulis buku terkait psikologi, alam jiwa atau dunia batin. Buku tersebut tidak hanya menjelaskan omong kosong belaka. Terdapat banyak pelajaran dan pemahaman yang dapat diambil. Sony Adams menulis buku tersebut sebagai buku psikologi terapan. Buku ini bertujuan untuk membantu pembaca menemukan jawaban atas segala macam persoalan yang berkaitan dengan takdir baik atau buruk. 

Buku Berdamai dengan Takdir secara garis besar membahas tentang makna takdir. Tentu semua orang percaya dengan takdir. Nasib atau takdir sering diartikan sebagai sebuah ketetapan yang sudah digariskan oleh Tuhan. Banyak orang cenderung pasrah dan mudah menyerah saat mengalami takdir buruk. Tidak sedikit pula yang lupa untuk bersyukur saat mengalami takdir baik. Manusia tidak menyadari bahwa takdir sesungguhnya adalah kenyataan hidup yang terjadi dengan sebuah alasan. Buku ini mampu mengubah pola pikir pembaca yang awalnya selalu menyalahkan takdir karena pencapaian tidak sesuai harapan. Namun, berakhir dengan sikap bijaksana menerima kenyataan hidup dengan ikhlas dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. 

Buku Berdamai dengan Takdir terdiri dari sepuluh bab yaitu tentang takdir, yang lalu biarlah berlalu, semuanya akan baik-baik saja, fortune cookie, berserah diri adalah koentji, menangis boleh menyerah jangan, jangan melarikan diri rengkuhlah, berdamai dengan ego, selanjutnya terserah anda, dan terakhir Q&A. Menurut penulis, takdir merupakan sebuah ketetapan yang sudah digariskan kepada semua orang tanpa terkecuali. Manusia tidak bisa memilih takdir untuk dirinya sendiri. Takdir memang bisa diperjuangkan dengan mudah tetapi untuk mengubah sesuai keinginan pribadi itu hal yang sulit. Penulis memberi semangat kepada pembaca agar percaya bahwa takdir adalah sebuah proses pembelajaran untuk menerima. Apapun takdir seseorang baik atau buruk, cara menghadapinya tetap sama yakni dengan pengendalian diri.

Baca juga: Pelatihan Hidroponik Dengan Memanfaatkan Barang Bekas

Upaya perwujudan pengendalian diri memang tidak mudah. Terutama bagi sebagian orang yang sering mengalami kegagalan. Sony Adams menjelaskan bahwa setiap momen kegagalan akan diolah menjadi dua proses yaitu marah atau menerima. Tidak mudah untuk menerima kegagalan akibat ekspetasi diri yang terlalu tinggi. Seseorang yang mengalami kegagalan akan merasa sedih. Kesedihan adalah hal yang sangat manusiawi karena sekeras-keras hati manusia pasti memiliki titik terlemah. Namun, kesedihan yang berlarut-larut juga memiliki dampak buruk yaitu pemicu depresi. Penyebab utama depresi yaitu mengingat-ingat kesalahan yang telah dilakukan berkaitan dengan pilihan hidup. 

Buku Berdamai dengan Takdir memuat beberapa saran agar pembaca terhindar dari beban depresi. Terdapat beberapa terapi depresi yang dapat dilakukan pada diri sendiri atau orang lain seperti mencari teman sebagai pendengar yang baik, bersikap masa bodoh, tidak selalu menyalahkan diri sendiri, dan quality time.  Depresi memang membuat seseorang merasa muak dan ingin lari dari kenyataan. Namun, melarikan diri dari masalah bukan solusi yang tepat. Masalah yang muncul justru menjadi penguat dan alat ukur kualitas diri seseorang. Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk meredakan emosi saat mengalami suatu permasalahan. 

Pada bab tujuh buku ini, Sonny Adams menjelaskan beberapa cara untuk meredakan emosi. Pertama, menarik napas dalam-dalam. Menarik napas dapat membuat jeda antara kita dengan emosi sehingga stres dapat dilalui secara efektif dan efisien. Kedua, melakukan aktivitas fisik seperti menulis, mendengarkan musik, dan berolah raga. Hal tersebut berguna untuk meluapkan segala emosi yang ada dalam tubuh. Ketiga, melakukan hobi untuk menyibukkan diri dengan hal yang disukai dan bernilai positif. Penulis tidak menyarankan meredakan emosi dengan makan dan jalan-jalan ke tempat yang jauh atau travelling karena cara tersebut kurang efektif untuk jangka panjang.

Sony Adams dalam bukunya juga menjelaskan mengenai ego. Menurut Sony, ego memiliki arti pemaksaan kehendak sendiri. Sifat egois mengandung tiga akar yang tidak baik yakni ketidaktahuan, keserakahan, dan kebencian. Selain menjelaskan ego, pada bab sepuluh penulis juga menyantumkan pertanyaan beserta jawaban mengenai takdir. Salah satunya, pertanyaan mengenai cara menerima kenyataan pahit dalam hidup. 

Buku Berdamai dengan Takdir memiliki judul dan sampul buku yang menarik. Bahasa yang digunakan pada buku ini mudah dipahami. Terdapat variasi penulisan isi buku seperti kalimat dicetak tebal, digaris bawah, dan diblok. Hal tersebut membuat pembaca tidak bosan saat membaca buku. Selain itu, isi buku pada setiap subbab didukung cerita fakta sehingga membuat pembaca lebih paham materi yang disampaikan. Terdapat pula kesimpulan pada akhir materi setiap subbab. 

Buku self-improvement ini juga memiliki beberapa kekurangan yaitu penulisan masih kurang tepat karena menggunakan kata hubung di awal kalimat seperti dan, atau, karena, sehingga. Terdapat kesalahan penulisan (typo) dan pengulangan kata yang sama dalam satu kalimat. Hal tersebut membuat pembaca sedikit bingung dalam memahami materi pada sebuah bab. Selain itu, penulisan buku ini juga terkesan seperti bahasa lisan yang ditulis. 

Terlepas dari kelemahan, buku Berdamai dengan Takdir sangat cocok bagi remaja atau orang yang sedang berputus asa karena gagal meraih impian. Buku ini mampu menjawab segala persoalan tentang takdir, depresi, dan ego. Membaca dan memahami buku ini dapat membantu pembaca mengubah cara pandang dalam menghadapi takdir secara sederhana dan lapang dada. Pembaca akan merasa lebih bersemangat dalam meraih masa depan. 

Judul buku: Berdamai dengan Takdir

Penulis: Sony Adams

Penerbit: Psikologi Corner

Tahun terbit: 2019

Kota terbit: Yogyakarta

Jumlah halaman: iii+272 halaman

ISBN: 978-623-244-035-7

Harga buku: Rp55.500

Peresensi: Fahmia Nuha Tsabita

Status: Mahasiswa farmasi Universitas Muhammadiyah Malang

(bj/*/haf/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia