Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Opini: Blora Go Innovation 2025

Muhammad Suaeb • Minggu, 23 November 2025 | 16:30 WIB
HEMAT DAYA: Kolaborasi dengan perguruan tinggi, menghasilkan inovasi lampu penerangan jalan dan sistem irigasi dari tenaga surya di Desa Ketringan, Kecamatan Jiken.
HEMAT DAYA: Kolaborasi dengan perguruan tinggi, menghasilkan inovasi lampu penerangan jalan dan sistem irigasi dari tenaga surya di Desa Ketringan, Kecamatan Jiken.

 

Oleh:
A. Mahbub Djunaidi
Kepala Bapperida Kabupaten Blora

 

KABUPATEN Blora merupakan salah satu Kabupaten yang mempunyai komitmen dalam pengembangan inovasi daerah. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2019 tentang Inovasi Daerah. Adanya Peraturan Bupati Blora Nomor 15 Tahun 2024 tentang Arah Strategis dan Peta Jalan Tahun 2024-2026 dan Peratran Bupati Nomor 15 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang menetrasikan  inovasi dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan prioritas pembangunan daerah serta menguatkan kolaborasi quadruple helix.

Sementara itu untuk melengkapi instrumen operasional inovasi daerah, Bupati mengeluarkan peraturan nomor 39 Tahun 2024 tentang Penetapan Inovasi Daerah, yang menjadi dasar penilaian Innovative Government Award (IGA) dan Indeks Inovasi Daerah (IID) dan untuk mengintegrasikan inovasi dalam Sistem Informasi Inovasi dan Penelitian Blora (SIPBro). Berangkat dari ekosistem tersebut, hasil inovasi perangkat daerah menjadi Perjanjian Kinerja sebagai instrument komitmen.

Untuk menumbuhkan budaya kerja inovasi, Bupati mewajibkan setiap pejaban eselon III membuat inovasi minimal 1 inovasi setiap tahun, yang target kematangannya di atas 90% dan dilaporkan kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)  melalui link litbang.blorakab.go.id. Untuk memastikan Tingkat kematangan inovasi, Bupati menetapkan Kematangan Inovasi Daerah setiap tahunnya sebagai instrumen evaluasi yang  mengacu pada indikator IGA dan IID Kemendagri.

Sinergi kebijakan sangat berpengaruh dalam menumbuhkan ekosistem inovasi yang terencana, terukur, kolaboratif dan berkelanjutan. Pada akhirnya, inovasi menjadi budaya birokrasi dan dasar kebijakan berbasis riset. Berdasarkan surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 000.10/3146/sj tanggal 18 Juni 2025 tentang Pengukuran dan penilaian inovasi daerah serta pemberian penghargaan IGA 2025, Blora sudah mulai menyiapkan peilaian kematangan inovasi. Melalui Radiogram Kemendagri Nomor 400.10.11/2980/BSKDN tanggal 26 Juli 2025 diinformasikan bahwa Pelaporan inovasi daerah ditutup tanggal 23 Agustus 2025.Sesuai dengan radiogram tersebut, Blora mampu mengirimkan 471 inovasi yang tingkat kematangannya di atas 90%.

Selanjutnya, melalui Radiogram Kemendagri Nomor 00.10.11/4522/BSKDN tanggal 11 Oktober 2025 Bupati Blora Dr. Arief Rohman, SIP, MSi dipanggil untuk presentasi inovasi daerah dalam rangka penilaian dan pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 bersama 24 bupati nominator penerima penghargaan IGA se-Indonesia. melalui sambungan zoom dari Makkah dalam rangka ibadah umroh pada tanggal 6 November 2025. Sementara itu unggulan IGA Blora dipresentasikan oleh Wakil Bupati Ibu Hj. Sri Setyorini mempresentasikan dua inovasi digital dan non di BKSDN Jakarta.

Tindak lanjut presentasi kepala derah, melalui radiogram Kemendagri nomor 400.10.11/4701/BSKDN paling tidak ada 53 Pemda Nominator Penerima Penghargaan IGA 2025 mengikuti Tahapan Validasi Lapangan dalam rangka pengecekan kesesuaian materi presentasi dengan pelaksanaan di lapangan, Blora dijadwalkan pada tanggal 14 November 2025. Kabupaten Blora terus memperkuat budaya inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Dalam penilaian IGA 2025, Blora mengunggulkan dua inovasi yang dinilai paling berdampak positif, yaitu penguatan Sistem Informasi Kinerja dan Evaluasi Pembangunan (SIKEP) dan “Bu Desi Plus” inisiatif BUMD peduli inflasi daerah. Keduanya menegaskan komitmen Blora dalam penyelarasan transformasi digital, stabilitas ekonomi, dan pelayanan yang inklusif.

SIKEP merupakan unggulan inovasi digital, berupa sistem yang dikembangkan untuk mengakselerasi manajemen kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang familier bagi birokrasi modern, mempunyai kecepatan dan ketepatan dalam penilaian kinerja sebagai kunci peningkatan kualitas pelayanan. seluruh tahapan mulai dari penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), pencatatan kinerja harian, hingga evaluasi capaian dapat dilakukan secara digital dan terintegrasi yang digunakan untuk mengimplementasikan dan mendokumentasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) secara elektronik, menghasilkan bukti kinerja yang terukur dan akuntabel. Dengan digitalisasi, kendala tersebut dapat diatasi, ASN memiliki akses memperbarui laporan, sementara atasan dapat melakukan monitoring sekaligus memberikan pembinaan secara terstruktur.

Berbeda dengan SIKEP yang berfokus pada internal birokrasi, “Bu Desi Plus” akronim dari BUMD Peduli Inflasi Plus BULOG, berfokus kepada pengendalian inflasi daerah, kolaborasi warga, jaga harga stabil. Saat sudah dikembangkan ke BUMN, OPD, PKK, kelompok tani yang didukung pendanaannya dari Bank Indonesia. Inovasi ini merupakan sebuah gerakan bersama perusahaan daerah untuk meningkatkan peran aktif dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Blora. Inovasi ini lahir atas responsif BUMD terhadap tantangan nasional terkait stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok yang sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Melalui Bu Desi Plus, BUMD di Blora melakukan berbagai langkah strategis, seperti menjaga ketersediaan komoditas pangan, melakukan operasi pasar, mendukung distribusi barang kebutuhan pokok, serta memberikan data harga yang akurat dan mudah diakses masyarakat. Inovasi ini memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, pelaku usaha, dan masyarakat sehingga pengendalian harga dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur. Inovasi ini selain untuk mengatasi inflasi, juga sebagai edukasi ekonomi kepada warga, meningkatkan literasi pasar, mendorong kolaborasi dengan UMKM lokal, serta membangun sistem informasi harga yang lebih terbuka. Dampaknya tidak berfokus stabilitas harga, tetapi peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat Blora juga dapat dirsakan.

Dua unggulan inovasi persembahan Blora menunjukkan kesiapan untuk menjawab tantangan pemerintahan modern melalui pendekatan digital, inklusif, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Kedua inovasi ini diharapkan tidak hanya menjadi unggulan dalam ajang IGA 2025, tetapi juga menjadi model praktik baik bagi daerah lain. Blora sebagai Kabupaten Sangat Inovatif Tahun 2020-2022, Kabupaten Terinovatif Tahun 2023 dan 2024. Mohon dukungan pembaca Radar Bojonegoro, semoga Blora Go Innovation 2025. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#BUMD #inovasi #asn #Ekosistem #pejabat eselon #rpjmd #kebijakan #blora #Inovasi Daerah