
Amerika Serikat adalah negara superpower. Kekuatan militernya masih yang paling kuat di bumi. Memiliki 5.000 hulu ledak nuklir. Negara ini adalah negara pertama yang menggunakan nuklir dalam perang, yakni menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.
Uang kertas AS, yakni dolar, menjadi mata uang global. Transaksi perdagangan global menggunakan uang kertas buatan bank sentral AS: The Federal Reserve. Bukan pound sterling Inggris atau euro milik Uni Eropa.
Tahun ini belanja pemerintah AS di APBN-nya mencapai 7,4 triliun dolar. Jika dikonversi ke rupiah, sekitar Rp118 ribu triliun. Sangat jauh dibandingkan APBN Indonesia yang hanya Rp3,8 ribu triliun. Perbedaannya seperti bumi dan langit.
AS menjadi negara maju bukan dalam sekejap mata. Namun, melalui perjalanan panjang.
Warga AS yang saat ini mendiami negara itu sebenarnya bukan penduduk asli benua itu. Mereka adalah pendatang dari Eropa. Penduduk asli benua itu bukan kulit putih. Melainkan Suku Apache, Cherokee, dan Navajo. Orang kulit putih adalah pendatang dari Benua Eropa. Mereka bermigrasi ke benua itu karena kekacauan di Eropa. Di benua baru mereka menyingkirkan suku lokal. Merebut tanahnya.
Era Colombus
Semua bermula pada Oktober 1492, Christopher Columbus menginjakkan kaki di Benua Amerika. Columbus sebenarnya berlayar menuju ke India namun dengan jalur yang lain. Colombus tidak pernah sampai ke Asia. Melainkan sampai ke Benua Amerika. Namun, dia mengira itu adalah India. Suku-suku lokal yang dia temui dia sebut Indian.
Kabar penemuan benua baru itu menyebar luas di Eropa. Kerajaan-kerajaan Eropa berlomba-lomba melakukan ekspedisi ke benua baru. Migrasi warga Eropa ke amerika tidak terbendung.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



