Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Opini
icon featured
Opini

Kesiapan Aparatur dalam Pengelolaan Potensi Desa untuk Peningkatan PAD

Oleh : Dian Jullinita

20 November 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ebiet Mubharak

Kesiapan Aparatur dalam Pengelolaan Potensi Desa untuk Peningkatan PAD

Share this      

OPINI, Radar Bojonegoro - Pendapatan asli desa merupakan pendapatan berupa uang yang dihasilkan dari hasil kekayaan desa dan aset desa yang digunakan oleh pihak ketiga untuk membiayai penyelenggaran kewenangan desa. Keterbatasan sumber-sumber pembiayaan yang sangat minim dalam mendukung penyelenggaraan kewenangan yang dimilik desa untuk kepentingan masyartakat secara optimal dengan urgensi sumber pendapatan asli desa membiayai penyelenggaran pemerintah desa dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan di tingkat desa.

Peningkatan sumber pendapatan asli desa merupakan factor penunjang pelaksanaan pembangunan desa dengan menggalih potensi desa. Banyak desa yang memiliki potensi dalam desa baik potensi fisik maupun potensi non fisik yang belum dimanfaatkan atau belum cukup diolah secara baik, terutama pada wilayah desa yang terletak secara agraris berupa daratan tanah sawah dan  mata pencarian penduduk desa setempat juga menjadi bahan indikator pengelolahan potensi desa, contohnya potensi desa yang dapat dikembangkan yaitu sektor produk pertanian organik dan potensi sektor pengembangan wisata terpadu.

Hal tersebut menunjukan sektor pertanian merupakan potensi desa yang dapat di kembangkan menjadi produk pertanian organik. Pengembangan produk pertanian organic dan sektor wisata terpadu juga merupakan salah satu sumber pendapatan asli desa dan mampu memberikan sumbangan yang sangat baik untuk kemandirian desa. 

Baca juga: Menyoal Kembali Pembangunan Mall Pelayanan Publik di Masa Pendemi

Akhir-akhir ini produk organic seperti sayuran dan buah-buahan organic mulai banyak diperhatikan, karena kelebihan yang dibawa oleh produk organic yang lebih menyehatkan dan produk organik pertanian mempunyai nilai jual produk yang jauh lebih tinggi daripada produk non organik.

Pengembangan wisata yang ada dalam desa dapat dikembangan sebagai wisata terpadu yang juga dapat menjual produk-produk hasil desa seperti produk kerajinan tangan hasil karya masyarakat desa dan produk pertanian organik desa.

Kini wisatawan lebih beralih untuk memilih wisata yang memiliki rasa peduli terhadap lingkungan, alam dan budaya setempat. Wisata local yang ada di desa memang sangat diminati oleh wisatawan yang suka pada alam terbuka, interaksi dengan lingkungan, dan masyarakat local desa setempat.

Desa wisata merupakan komunitas atau masyarakat yang terdiri dari para penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai ketrampilan dan kemampuan masing-masing memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya Sapta Pesona sehingga tercapai peningkatan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan memanfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Sehingga pengelolahan potensi desa melalui desa wisata merupakan pemberdaya lingkungan, tradisi, dan unsur-unsur yang unik dimiliki masyarakat desa sebagai daya tarik minat wisatawan.

Peningkatan pendapatan asli desa menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa disebutkan bahwa hal-hal yang dapat dilakukan pemerintah desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa dalam proses pembangunan desa diantara lain denga melakukan pemungutan retribusi desa dan pengembangan badan usaha milik desa.

Dalam hal tersebut peningkatan pendapatan asli desa dengan mengelolah potensi desa dilakukan oleh masyarakat desa bukan hanya aparatur desa saja. Karena pengelolahan potensi desa merupakan hal yang cukup sulit jika tidak semua ikut mengambil peran, baik bersama-sama dengan pemerintah dalam memberikan bimbingan, pengarahan, bantuan pembinaan, dan pengawasan agar dapat ditingkatkan juga kemampuan masyarakat setempat dalam usaha menaikan taraf hidup kesejahteraan masyarakat desa.(*)

___________________________________________________

*Program Studi : Akuntansi – Universitas Muhammadiyah Malang

(bj/*/haf/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia