alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Oleh: Susanto *

Tol Ngaroban Bernilai Strategis?

RENCANA Pemerintah pusat akan membangun jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban (Ngaroban) mengemuka akhir-akhir ini menarik disikapi. Pembangunan akan dimulai 2023  dan melintasi 16 kecamatan dan beberapa desa di Bojonegoro (Radar Bojonegoro, 18 Feb 2022).

Akankah rencana ini berdampak pembangunan berkelanjutan bagi Bojonegoro? Dan apa harus dilakukan masyarakat terkait pembangunan ini?

Esensi positif pembangunan berskala global terjadinya kenyamanan masyarakat meniti kehidupan. Pembangunan apapun harus bernuansa dan berwawasan lingkungan. Mengapa? Karena kunci menata sebuah wilayah. Maksudnya menjaga agar sumber daya alam (SDA) dan lingkungan tetap lestari dan tidak rusak.

Lantas apa makna kehadiran jalan tol Ngaroban bagi Bojonegoro? Pertama, seiring berjalannya waktu, Bojonegoro selalu berbenah. Bojonegoro dituntut melakukan pemenuhan peningkatan sarana prasarana dan kualitas pelayanan. Perlu segera mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Bojonegoro untuk view yang berkelanjutan.

Jujur harus disikapi bersama bahwa sarana dan prasana (sarpras) di daerah Bojonegoro relatif belum merata. Sepertinya sarpras kelihatan lengkap dan baik hanya di kota saja. Pemerataan pembangunan terkonsep berkelanjutan untuk pedesaan sangat mendesak.

Baca Juga :  Pelajar Jadi Pelanggar Terbanyak

Kedua, peningkatan dan kualitas produk serta infrastruktur penunjang pertanian. Berharap Bupati Bojonegoro bisa memberikan perhatian kepada para petani. Bagaimana pun 80 persen Bojonegoro daerah agraris. Kebijakan diambil paling tidak memberikan keberpihakan pada petani. Hasil pertaniannya dapat melimpah dan dapat memiliki daya jual. Secara otomatis adanya Ngaroban bisa dipasarkan di berbagai daerah di Jawa Timur karena akses jalan terjangkau.

Ketiga, perlunya pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Pandemi Covid-19 mengubah konsep dan tatanan kehidupan masyarakat. Implikasi pemerintah daerah sesegera melibatkan pembangunan berdampak kesehatan, sosial ekonomi, dan kesejahteraan. Perlunya keterampilan berwirausaha saat pandemi. Misalnya, pemerintah memberi program bagi hasil daerah lahan pertanian untuk menanam padi atau tembakau pada masyarakat tidak mampu.

Keempat, adanya tol Ngaroban bagi masyarakat Bojonegoro sebagai spirit bersaing memajukan daerah dengan kabupaten lain. Para pejabat dan masyarakatnya harus menjadi pemain inti percepatan industrialisasi  menjawab tantangan global. Jangan sampai muncul ironis secara geografis daerah terlewati akses jalan tol tetapi masyarakat hanya menjadi penonton semata. Pemkab harus selalu mengedukasi bagaimana kiat-kiat harus dilakukan mempersiapkan diri. Mempersiapkan SDM matang, membangun sikap mental, etos kerja dan profesionalisme tinggi.

Baca Juga :  Meredam Konflik Antarumat Islam

Tak kalah urgen adanya jalan tol Ngaroban ini harus dimaknai mendukung program pemerintah percepatan infrastrukur. Sehingga memberi manfaat. Bagaimanapun adanya jalan tol, Bojonegoro semakin strategis sehingga semakin mudah diakses dari berbagai daerah lain. Karena selama ini Bojonegoro nyaris kalah dengan daerah lain. Di Wilayah Barat ada Bandara Ngloram termasuk dengan eksplorasi minyak Blok Cepu perbatasan dengan Jawa Tengah dan sebelah timur  ada akses dari Lamongan dan utara dengan Tuban.

Nah, adanya tol Ngaroban memberi manfaat bagi pemerataan pembangunan secara berkelanjutan. Masyarakat harus selalu bekerja dan bersinergi dengan pemimpinnya. Kehidupan tanpa dibayang-bayangi adanya pengangguran, kecemasan kesehatan, kemiskinan serta kerusakan lingkungan di tengah pandemi saat ini. (*)

 

 

*) Guru SMAN 3 Bojonegoro

 

 

RENCANA Pemerintah pusat akan membangun jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban (Ngaroban) mengemuka akhir-akhir ini menarik disikapi. Pembangunan akan dimulai 2023  dan melintasi 16 kecamatan dan beberapa desa di Bojonegoro (Radar Bojonegoro, 18 Feb 2022).

Akankah rencana ini berdampak pembangunan berkelanjutan bagi Bojonegoro? Dan apa harus dilakukan masyarakat terkait pembangunan ini?

Esensi positif pembangunan berskala global terjadinya kenyamanan masyarakat meniti kehidupan. Pembangunan apapun harus bernuansa dan berwawasan lingkungan. Mengapa? Karena kunci menata sebuah wilayah. Maksudnya menjaga agar sumber daya alam (SDA) dan lingkungan tetap lestari dan tidak rusak.

Lantas apa makna kehadiran jalan tol Ngaroban bagi Bojonegoro? Pertama, seiring berjalannya waktu, Bojonegoro selalu berbenah. Bojonegoro dituntut melakukan pemenuhan peningkatan sarana prasarana dan kualitas pelayanan. Perlu segera mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Bojonegoro untuk view yang berkelanjutan.

Jujur harus disikapi bersama bahwa sarana dan prasana (sarpras) di daerah Bojonegoro relatif belum merata. Sepertinya sarpras kelihatan lengkap dan baik hanya di kota saja. Pemerataan pembangunan terkonsep berkelanjutan untuk pedesaan sangat mendesak.

Baca Juga :  Genangan Belum Tertangani

Kedua, peningkatan dan kualitas produk serta infrastruktur penunjang pertanian. Berharap Bupati Bojonegoro bisa memberikan perhatian kepada para petani. Bagaimana pun 80 persen Bojonegoro daerah agraris. Kebijakan diambil paling tidak memberikan keberpihakan pada petani. Hasil pertaniannya dapat melimpah dan dapat memiliki daya jual. Secara otomatis adanya Ngaroban bisa dipasarkan di berbagai daerah di Jawa Timur karena akses jalan terjangkau.

Ketiga, perlunya pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Pandemi Covid-19 mengubah konsep dan tatanan kehidupan masyarakat. Implikasi pemerintah daerah sesegera melibatkan pembangunan berdampak kesehatan, sosial ekonomi, dan kesejahteraan. Perlunya keterampilan berwirausaha saat pandemi. Misalnya, pemerintah memberi program bagi hasil daerah lahan pertanian untuk menanam padi atau tembakau pada masyarakat tidak mampu.

Keempat, adanya tol Ngaroban bagi masyarakat Bojonegoro sebagai spirit bersaing memajukan daerah dengan kabupaten lain. Para pejabat dan masyarakatnya harus menjadi pemain inti percepatan industrialisasi  menjawab tantangan global. Jangan sampai muncul ironis secara geografis daerah terlewati akses jalan tol tetapi masyarakat hanya menjadi penonton semata. Pemkab harus selalu mengedukasi bagaimana kiat-kiat harus dilakukan mempersiapkan diri. Mempersiapkan SDM matang, membangun sikap mental, etos kerja dan profesionalisme tinggi.

Baca Juga :  Meredam Konflik Antarumat Islam

Tak kalah urgen adanya jalan tol Ngaroban ini harus dimaknai mendukung program pemerintah percepatan infrastrukur. Sehingga memberi manfaat. Bagaimanapun adanya jalan tol, Bojonegoro semakin strategis sehingga semakin mudah diakses dari berbagai daerah lain. Karena selama ini Bojonegoro nyaris kalah dengan daerah lain. Di Wilayah Barat ada Bandara Ngloram termasuk dengan eksplorasi minyak Blok Cepu perbatasan dengan Jawa Tengah dan sebelah timur  ada akses dari Lamongan dan utara dengan Tuban.

Nah, adanya tol Ngaroban memberi manfaat bagi pemerataan pembangunan secara berkelanjutan. Masyarakat harus selalu bekerja dan bersinergi dengan pemimpinnya. Kehidupan tanpa dibayang-bayangi adanya pengangguran, kecemasan kesehatan, kemiskinan serta kerusakan lingkungan di tengah pandemi saat ini. (*)

 

 

*) Guru SMAN 3 Bojonegoro

 

 

Artikel Terkait

Harmonisme Puasa

Demo dan Pengeroyokan Armando

Most Read

Artikel Terbaru


/