RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memasuki pertengahan Maret 2026, jagat media sosial diramaikan oleh keluhan ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai wilayah, termasuk di Bojonegoro. Pertanyaannya seragam: "Kenapa bansos PKH dan BPNT Tahap 1 saya belum cair juga?"
Keresahan ini sangat beralasan, mengingat kebutuhan pokok menjelang Hari Raya biasanya meningkat tajam. Menanggapi gelombang keluhan tersebut, pihak Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan penjelasan teknis mengapa "uang belanja" dari negara tersebut belum mendarat di kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) sebagian warga.
1. Proses Verifikasi dan Validasi (Verval) yang Super Ketat
Salah satu alasan utama keterlambatan adalah proses verifikasi data yang sedang berlangsung secara masif. Pemerintah sedang melakukan cleansing data untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Menurut data dari Kementerian Sosial RI, setiap bulan dilakukan pemutakhiran data untuk mencoret KPM yang dianggap sudah mampu, meninggal dunia, atau memiliki status pekerjaan sebagai ASN/PPPK/TNI/Polri. Proses ini memakan waktu karena melibatkan sinkronisasi data dengan Dukcapil dan BPJS Ketenagakerjaan.
2. Status di SIKS-NG Belum "Standing Instruction" (SI)
Bagi Anda yang memantau melalui pendamping sosial, status di aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) adalah kunci. Banyak KPM yang statusnya saat ini masih berada di tahap:
-
Pengecekan Rekening: Bank penyalur (Himbara) sedang mencocokkan data perbankan dengan data Kemensos.
-
SPM (Surat Perintah Membayar): Anggaran sudah disetujui, tinggal menunggu perintah transfer. Selama status belum berubah menjadi SI (Standing Instruction), maka pihak Bank tidak akan melakukan top-up saldo ke kartu KKS Anda.
3. Kendala "Gagal Burekol" atau Pindah Bank Penyalur
Terdapat kasus di mana KPM mengalami kegagalan dalam proses Buka Rekening Kolektif (Burekol) atau adanya peralihan bank penyalur di wilayah tertentu. Hal ini menyebabkan dana bantuan tertahan hingga proses administrasi perbankan selesai 100 persen.
Apa yang Harus Dilakukan KPM?
Jangan mudah percaya dengan isu "pemutihan" atau penghapusan bantuan secara sepihak tanpa bukti. Berikut langkah bijak yang bisa Anda lakukan:
-
Cek Secara Mandiri: Gunakan portal resmi di cekbansos.kemensos.go.id untuk melihat status kepesertaan Anda.
-
Hubungi Pendamping Sosial: Tanyakan status akun Anda di SIKS-NG, apakah ada keterangan "Gagal Cek Rekening" atau "Data Tidak Padan".
-
Pastikan Data Kependudukan Valid: Pastikan NIK di KTP dan Kartu Keluarga (KK) sudah online dan tidak ada kesalahan ketik di sistem Dukcapil.
Transparansi Anggaran
Sebagai informasi tambahan yang kredibel, anggaran perlindungan sosial tahun 2026 memang telah disiapkan. Namun, sebagaimana dilansir dari riset kebijakan publik, akurasi data jauh lebih diprioritaskan untuk mencegah kerugian negara akibat bantuan yang salah sasaran.
Sabar Adalah Kunci
Penyaluran bansos PKH dan BPNT dilakukan secara bertahap, bukan serentak dalam satu hari. Jika nama Anda masih terdaftar sebagai penerima aktif dan data sudah padan, maka saldo dipastikan akan masuk sebelum tahap pertama berakhir. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko