Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Komisi D DPRD Belum Paham secara Detail Rencana dan Anggaran Proyek Jalur Lingkar Selatan Bojonegoro

Yana Dwi Kurniya Wati • Kamis, 26 Februari 2026 | 13:11 WIB

BAHAS JLS: Komisi D DPRD bersama DPU BMR membahas rencana pembangunan JLS.
BAHAS JLS: Komisi D DPRD bersama DPU BMR membahas rencana pembangunan JLS.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bukan hanya pihak kecamatan dan desa yang belum memahami rencana pembangunan jalur lingkar selatan (JLS) Bojonegoro. Bahkan, DPRD Bojonegoro juga belum memahami secara detail.

Meski, tujuannya baik, di antaranya untuk mengurai kemacetan hingga pemerataan ekonomi. Tetap perlu kajian mendalam. ‘’Ini kan baru program yang perlu kajian mendalam,’’ ujar Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Imam Sholikin, Rabu (25/2).

Imam melanjutkan, program JLS disampaikan saat rapat kerja komisi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro pada 18 Februari lalu.

Namun, belum secara detail termasuk desa yang dilintasi hingga anggaran dipasang. ‘’Sudah disampaikan untuk program JLS, tapi belum secara detail. Desa mana saja atau anggarannya juga belum,’’ jelas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Imam menegaskan, program ini termasuk baru. Tetap perlu kajian mendalam, sekalipun sudah dihitung secara keilmuan oleh tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Harus benar-benar sesuai tujuan dan bermanfaat bagi masyarakat.

’Sekalipun sudah dihitung secara keilmuan oleh tim ahli dari UGM,’’ tandas dia. Berdasar data dihimpun salah satu desa di Kecamatan Kalitidu berpotensi menjadi gerbang JLS, yakni Desa Sukoharjo.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Sukoharjo Sulistiawan mengaku belum mengetahui rencana pembangunan JLS. Terlebih jika melintasi desa yang dipimpinnya tersebut.

‘’Wah saya belum dengar sama sekali bagaimana informasinya, apa benar mau lewat Sukoharjo?,’’ tanyanya penasaran.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro Chusaifi Ivan Rachmanto menyampiakna, bahwa sejumlah tahapan proyek JLS dianggarkan di 2026.

Meliputi detail engineering design (DED), pengadaan tanah, amdal, analisis dampak lalu lintas (amdalalin), hingga rencana integrasi dengan flyover atau jembatan layang.

Namun, belum bisa memastikan lokasi JLS. ‘’Yang pasti di selatan rel kereta api (KA). Nanti ini terintegrasi dengan flyover,” bebernya saat wawancara cegat di depan Ruang Komisi D DPRD Bojonegoro, Rabu (18/2).

Dia menambahkan, meski belum bisa menyebut pasti lokasi JLS, setidaknya ada empat kecamatan yang berpotensi terdampak pembangunan. Antara lain Kecamatan Balen, Kapas, Dander, dan Kalitidu. ‘’Proses pembangunan paling cepat 2028,” imbuh dia. (yna/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#DPRD #DPUBMPR #ugm #Anggaran #Rapat Kerja #pembangunan #bojonegoro #pkb #Proyek #Komisi D #jalur lingkar selatan