Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jelang Akhir Tahun, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Masih Berpeluang Selimuti Jawa Timur

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 15 Desember 2025 | 01:28 WIB
Salah satu ruas jalan Desa Pajeng tergenang setelah diguyur hujan pada siang hari (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
Salah satu ruas jalan Desa Pajeng tergenang setelah diguyur hujan pada siang hari (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wilayah Jawa Timur telah diselimuti musim hujan di penghujung tahun 2025. Dengan masih adanya potensi angin siklon di sekitar wilayah selatan pulau Jawa, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika masih memberi peringatan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat datang sewaktu-waktu.

Secara umum menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, Bibit Siklon Tropis 93S masih berdiri di sebelah selatan pulau Bali dan wilayah Nusa Tenggara Barat. Meskipun perlahan bergerak meninggalkan Indonesia, bibit siklon tersebut masih berpeluang menyebabkan hujan deras.

“Secara tidak langsung, 93S juga memicu potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Yaitu, hujan dengan intensitas sedang-lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi di pesisir selatan Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara,” jelasnya dalam rilis resmi BMKG pada Jumat (12/12).

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan menambahkan, di samping keberadaan siklon tersebut, suhu permukaan air laut di Selat Madura juga masih hangat. Kemudian gelombang atmosfer Low, Kelvin dan Rossby juga sedang melintas di wilayah Jawa Timur.

“Kondisi atmosfer lokal yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif, yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan dapat disertai petir dan angin kencang,” papar Taufiq pada Kamis (11/12).

Fenomena angin kencang dan hujan deras sempat terjadi di wilayah Kecamatan Semanding, Tuban pada Senin lalu (8/12). Menurut catatan Pemerintah Kabupaten dan BPBD Tuban, 76 rumah warga rusak dan 20 titik pohon tumbang akibat kejadian tersebut, dan jaringan listrik juga sempat terputus.

Pantauan Taufiq sendiri, fenomena serupa berpotensi terjadi hingga 20 Desember mendatang. Kewaspadaan lebih perlu diterapkan untuk wilayah perbukitan, yang berpotensi mengalami pengurangan jarak pandang hingga tanah longsor.

“Wilayah dengan topografi curam, bergunung dan tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” tambah Taufik. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bibit siklon #Jawa Timur #cuaca #hujan deras #peringatan dini #hujan lebat #siklon #Cuaca Ekstrem #Hujan #tuban #angin kencang #Semanding #BMKG