Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Prabowo Subianto Hadapi Tujuh Jurnalis Tanggapi Isu Strategis: Dari Hasan Nasbi hingga Tarif Trump

Hakam Alghivari • Selasa, 8 April 2025 | 23:23 WIB

 

 

prabowo melakukan wawancara ekslusif bersama tujuh jurnalis dari berbagai media nasional.
prabowo melakukan wawancara ekslusif bersama tujuh jurnalis dari berbagai media nasional.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto membuka sesi wawancara eksklusif yang cukup jarang dilakukan. Dalam forum terbuka tersebut, Prabowo duduk bersama tujuh jurnalis senior dari berbagai media nasional. Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk menjawab berbagai isu strategis yang tengah ramai dibicarakan masyarakat.

 

Kehadiran tujuh jurnalis dari media besar memberi warna tersendiri pada wawancara tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tajam dan kritis dilontarkan kepada Prabowo, mulai dari isu komunikasi publik, reformasi militer, hingga kebijakan luar negeri. Presiden menjawab setiap pertanyaan dengan gaya khasnya: lugas, tegas, namun tetap berusaha menjelaskan secara rasional.

 

Sesi ini menjadi momentum transparansi sekaligus klarifikasi terhadap isu-isu yang berkembang liar di ruang publik. Prabowo tidak hanya memberikan pembelaan atas kebijakan pemerintahannya, tetapi juga mengakui adanya kekeliruan di beberapa sisi, termasuk dalam penanganan komunikasi pejabat negara.

 Baca Juga: Ibadah Haji 2025 Jadi yang Terakhir Ditangani Kemenag RI, Mulai 2026 Direncanakan Dipegang BPH

Berikut beberapa poin pembahasan pada pertemuan tersebut:

 

Respon atas Pernyataan Hasan Nasbi

 

Salah satu isu yang disorot adalah pernyataan kontroversial Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden, yang menyebut kepala babi hasil teror “bisa dimasak saja.” Prabowo menganggap pernyataan itu keliru dan tidak pantas. Ia menyebutnya sebagai bentuk keteledoran dan kurangnya adaptasi Hasan Nasib dari dunia akademik ke posisi publik yang lebih sensitif. Prabowo menekankan pentingnya etika komunikasi dan kehati-hatian dalam berbicara di ruang publik.

 

Isu Dwi Fungsi ABRI dan RUU TNI

 

Menjawab tuduhan bahwa pemerintah ingin menghidupkan kembali dwi fungsi ABRI lewat pengesahan RUU TNI, Prabowo menegaskan bahwa undang-undang tersebut semata-mata membahas perpanjangan usia pensiun perwira tinggi TNI. Ia menolak anggapan bahwa RUU ini membuka ruang bagi keterlibatan militer dalam politik. Prabowo meminta publik membaca pasal-pasal RUU secara utuh dan tidak terjebak pada asumsi lama.

 Baca Juga: Hilal Tidak Terlihat, Kemenag RI Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025

Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

 

Dalam bidang sosial, Prabowo menjelaskan progres program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai sejak 6 Januari lalu. Saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 3 juta anak sekolah, dan ditargetkan akan mencapai cakupan penuh 100 persen pada November 2025. Ia menyebut program ini sebagai investasi masa depan yang bertujuan membangun generasi sehat dan cerdas.

 

Sikap terhadap Aksi Demonstrasi dan Isu “Indonesia Gelap”

 

Terkait gelombang protes masyarakat sipil atas RUU TNI, Prabowo menyatakan sikap terbuka terhadap hak demonstrasi. Namun, ia mengajak semua pihak untuk menilai dengan objektif—apakah aksi tersebut benar-benar murni atau ada aktor yang membiayai. Ia juga mengecam kekerasan dalam demonstrasi dan mendorong proses hukum berjalan adil. Ia menyampaikan keinginannya untuk berdialog secara tertutup dengan tokoh-tokoh yang mengusung narasi “Indonesia Gelap” dan “Kabur Aja Dulu.”

Tanggapan atas Tarif Ekspor AS

 

Mengenai kebijakan tarif resiprokal dari Presiden AS Donald Trump yang mencapai 32 persen terhadap produk Indonesia, Prabowo mengakui bahwa sektor-sektor seperti tekstil, garmen, sepatu, dan furnitur akan terdampak berat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tengah mengkaji langkah strategis, salah satunya dengan membuka pasar ekspor baru sebagai bentuk respons cepat terhadap tekanan tersebut. (oss/mgg)

 

Editor : Hakam Alghivari
#tarif AS #klarifikasi #jurnalis senior #hasan nasbi #Mbg #dwifungsi abri #wawancara eksklusif #prabowo