BOJONEGORO - Sempat vakum sebulan, penjual undangan kembali kebanjiran pesana mendekati bulan safar dalam kalender Jawa. Sebab, bulan tersebut dianggap baik untuk melangsungkan hajatan besar seperti pernikahan dan khitanan.
Sumiati, salah satu pemilik usaha undangan di Bojonegoro membenarkan, pesanan undangan sudah berdatangan.
Bahkan, hingga tiga bulan kedepan, karena kebutuhan masing-masing konsumen berbeda. Baik model maupun jumlahnya.
Menurut Susmiati, pemesan bisa melakukan booking diawal minimal dua minggu sebelum acara dilangsungkan.
Tetapi, biasanya konsumen lebih aktif melakukan pemesanan satu bulan sebelum acara dilangsungkan. “Minimal pesanannya 500 buah,” ujarnya kemarin (26/10).
Konsumen undangan biasanya memilih sendiri modelnya, lanjut dia, rata-rata mereka sudah membawa desain sendiri.
Meski ketika datang, tokonya selalu menyodorkan sejumlah model undangan.
Karena hampir setiap musim akan memiliki model berbeda. Seperti sekarang, modelnya berbentuk amplop.
Siswanto, pembuat undangan lainnya mengatakan, pemesanan undangan memang dilakukan jauh hari sebelum acara.
Karena biasanya pemesan akan melakukan pengecekan ulang sebelum undangan siap cetak.
Masing-masing undangan memiliki harga penawaran berbeda, menyesuaikan dengan jenis kertas dan modelnya.
‘’Rata-rata memang di sesuaikan dengan kelas atau kondisi keuangannya,” paparnya.
Editor : Bachtiar Febrianto