alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Dalami Permasalahan PG KTM Dengan Masyarakat

KOMISI B

LAMONGAN – Komisi B DPRD Kabupaten Lamongan mulai merespon permasalahan yang terjadi dimasyarakat. Salah satunya melakukan kunjungan ke PG KTM dan Perum Perhutani KPH Mojokerto.

Permasalahan yang menjadi perhatian yakni mencuatnya pengerusakan di sejumlah kebun tebu. Peristiwa itu dipicu keinginan masyarakat yang masih menilai tanaman jagung harus menjadi tanaman komoditi, karena dinilai lebih menguntungkan.

Pihak PG KTM mengaku sudah mengantongi izin dari kementrian untuk dapat menggunakan beberapa persen lahan yang telah ditetapkan oleh Perhutani. Tidak hanya PG KTM saja, tapi sejumlah pabrik gula lainnya juga masuk dalam program Agroforestri dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Baca Juga :  Sehari, 690 Penumpang di Stasiun Kereta Api Lamongan

Setelah terjadinya kerjasama perhutani dengan pihak PG KTM, maka mulailah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai lahan yang akan di pakai untuk tanaman tebu. Namun ternyata muncul pesandem-pesandem yang langsung menanami jagung, karena dinilai lebih menguntungkan. Hingga kini lahan itu menjadi lahan status quo. Sebab, pihak perhutani dan PG KTM tidak bisa masuk.

Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Noor Fatonah mengatakan, sebaiknya untuk para pesandem-pesandem itu diberikan nota hitam diatas putih sebagai bahan bukti kepemilikan lahan sewa. Karena, lanjut dia, sejauh ini belum ada para pesandem yang memiliki nota sewa lahan dari perhutani.

‘’Supaya tidak menimbulkan kebingungan antara pesandem dengan PG KTM maupun pabrik gula lainnya,’’ ujar politisi Partai Demokrat tersebut. (ind)

Baca Juga :  Resep Warisan Orang Tua

KOMISI B

LAMONGAN – Komisi B DPRD Kabupaten Lamongan mulai merespon permasalahan yang terjadi dimasyarakat. Salah satunya melakukan kunjungan ke PG KTM dan Perum Perhutani KPH Mojokerto.

Permasalahan yang menjadi perhatian yakni mencuatnya pengerusakan di sejumlah kebun tebu. Peristiwa itu dipicu keinginan masyarakat yang masih menilai tanaman jagung harus menjadi tanaman komoditi, karena dinilai lebih menguntungkan.

Pihak PG KTM mengaku sudah mengantongi izin dari kementrian untuk dapat menggunakan beberapa persen lahan yang telah ditetapkan oleh Perhutani. Tidak hanya PG KTM saja, tapi sejumlah pabrik gula lainnya juga masuk dalam program Agroforestri dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Baca Juga :  Jadikan Pampers Sebagai Media Pengawet Ikan

Setelah terjadinya kerjasama perhutani dengan pihak PG KTM, maka mulailah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai lahan yang akan di pakai untuk tanaman tebu. Namun ternyata muncul pesandem-pesandem yang langsung menanami jagung, karena dinilai lebih menguntungkan. Hingga kini lahan itu menjadi lahan status quo. Sebab, pihak perhutani dan PG KTM tidak bisa masuk.

Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Noor Fatonah mengatakan, sebaiknya untuk para pesandem-pesandem itu diberikan nota hitam diatas putih sebagai bahan bukti kepemilikan lahan sewa. Karena, lanjut dia, sejauh ini belum ada para pesandem yang memiliki nota sewa lahan dari perhutani.

‘’Supaya tidak menimbulkan kebingungan antara pesandem dengan PG KTM maupun pabrik gula lainnya,’’ ujar politisi Partai Demokrat tersebut. (ind)

Baca Juga :  Tren Baru: Bayar Bagasi Apa Lagi

Artikel Terkait

Most Read

Balas Dendam Yang Berat

ANI Beri Waktu Dua Minggu

Bidik Calon Visioner

Siap Ikuti Kejurprov, Benahi Endurance

Artikel Terbaru


/