alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Wilayah Selatan Bojonegoro Dirancang Kawasan Industri

Radar Bojonegoro – Kondisi perekonomian Bojonegoro di wilayah selatan selama ini dinilai jalan di tempat. Untuk memompa peningkatan perekonomian di wilayah selatan, diproyeksikan menjadi kawasan sentra industri. Tiga kecamatan akan menjadi pilot project kawasan industri. Yakni, Kecamatan Kedungadem, Temayang, dan Sugihwaras.

Rencana itu akan dituangkan dalam dokumen draf rancangan peraturan daerah (raperda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2020-2040. Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang dan Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro Chusaifi Ivan mengatakan, untuk menunjang perekonomian wilayah selatan, akan diperuntukan wilayah industri. 

‘’Rencananya wilayah industri nanti dipusatkan di Kecamatan Kedungadem, Sugihwaras, dan Temayang,’’ katanya kemarin (30/8). Ivan mengatakan, penyusunan raperda itu saat ini masih tahap awal. Yakni meminta rekomendasi kepada gubernur.

Baca Juga :  Siswi SMP Korban Pencabulan Diskors Tiga Minggu

Namun, hingga saat ini rekomendasi itu belum turun, sehingga belum bisa dibahas di meja DPRD. Sesuai tahapannya, setelah rekomendasi gubernur itu keluar, dilanjutkan konsultasi dengan Kementeraian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Setelah itu baru pengajuan pembahasan dengan DPRD.

‘’Prosesnya panjang,’’ tandasnya. Wilayah selatan, menurut Ivan, lahannya kurang subur dibanding wilayah tengah Bojonegoro. Sehingga untuk wilayah selatan difokuskan sentra industri. Selanjutnya, wilayah tengah dipertahankan sentra pertanian.

Menurut dia, kontur dan kandungan tanah di wilayah tengah itu lahan produktif. Sehingga diproyeksikan menjadi ketahanan pangan. ‘’Wilayah tengah dipertahankan pertanian,’’ ujar dia. Ketua Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bojonegoro Sutikno mendesak pemkab segera menuntaskan draf raperda RTRW tersebut.

Baca Juga :  Lulusan SD/MI Berebut Kuota PPDB!

Sebab, raperda itu akan menjadi pijakan merumuskan pembangunan mulai 2020 sampai 2040 mendatang. Sehingga, program dan kebijakan tak lepas dari dokumen tersebut.‘’Kami masih menunggu pengajuan dari pemkab,’’ ungkap Sutikno.

Politikus asal Kecamatan Kedung adem itu menuturkan, kondisi perekonomian di wilayah selatan, khususnya Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, dan Temayang, perkembangannya lambat. Sehingga butuh stimulus kebijakan untuk menggenjot perekonomiannya, rencana wilayah selatan sebagai sentra industri, akan berdampak positif untuk percepatan peningkatan perekonomian di wilayah selatan.

Radar Bojonegoro – Kondisi perekonomian Bojonegoro di wilayah selatan selama ini dinilai jalan di tempat. Untuk memompa peningkatan perekonomian di wilayah selatan, diproyeksikan menjadi kawasan sentra industri. Tiga kecamatan akan menjadi pilot project kawasan industri. Yakni, Kecamatan Kedungadem, Temayang, dan Sugihwaras.

Rencana itu akan dituangkan dalam dokumen draf rancangan peraturan daerah (raperda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2020-2040. Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang dan Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro Chusaifi Ivan mengatakan, untuk menunjang perekonomian wilayah selatan, akan diperuntukan wilayah industri. 

‘’Rencananya wilayah industri nanti dipusatkan di Kecamatan Kedungadem, Sugihwaras, dan Temayang,’’ katanya kemarin (30/8). Ivan mengatakan, penyusunan raperda itu saat ini masih tahap awal. Yakni meminta rekomendasi kepada gubernur.

Baca Juga :  Penyaluran Rastra Tuntas Minggu Ini

Namun, hingga saat ini rekomendasi itu belum turun, sehingga belum bisa dibahas di meja DPRD. Sesuai tahapannya, setelah rekomendasi gubernur itu keluar, dilanjutkan konsultasi dengan Kementeraian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Setelah itu baru pengajuan pembahasan dengan DPRD.

‘’Prosesnya panjang,’’ tandasnya. Wilayah selatan, menurut Ivan, lahannya kurang subur dibanding wilayah tengah Bojonegoro. Sehingga untuk wilayah selatan difokuskan sentra industri. Selanjutnya, wilayah tengah dipertahankan sentra pertanian.

Menurut dia, kontur dan kandungan tanah di wilayah tengah itu lahan produktif. Sehingga diproyeksikan menjadi ketahanan pangan. ‘’Wilayah tengah dipertahankan pertanian,’’ ujar dia. Ketua Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bojonegoro Sutikno mendesak pemkab segera menuntaskan draf raperda RTRW tersebut.

Baca Juga :  Minat Siswa di Pinggiran Berkuliah Masih Rendah

Sebab, raperda itu akan menjadi pijakan merumuskan pembangunan mulai 2020 sampai 2040 mendatang. Sehingga, program dan kebijakan tak lepas dari dokumen tersebut.‘’Kami masih menunggu pengajuan dari pemkab,’’ ungkap Sutikno.

Politikus asal Kecamatan Kedung adem itu menuturkan, kondisi perekonomian di wilayah selatan, khususnya Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, dan Temayang, perkembangannya lambat. Sehingga butuh stimulus kebijakan untuk menggenjot perekonomiannya, rencana wilayah selatan sebagai sentra industri, akan berdampak positif untuk percepatan peningkatan perekonomian di wilayah selatan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/