alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Sebagian Karyawan Dirumahkan Mulai Ditarik Kembali

Radar Lamongan – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan menyatakan beberapa perusahaan sudah memperkerjakan kembali karyawan yang dirumahkan secara bertahap. Sebab saat ini memasuki masa transisi, perusahaan mulai bisa operasional.

Kabid Pengawasan Tenaga Kerja Disnaker Lamongan, Lailatul Maghfiroh mengatakan, beberapa perusahaan menarik bertahap karyawan yang sebelumnya di rumahkan. Tapi belum terlalu signifikan. Data yang masuk, dari 1.550 karyawan terdampak, sebanyak 600 lebih sudah bekerja kembali.

“Kita belum mengantongi data pasti, meski sudah diminta. Tapi dipastikan kondisi perusahaan sudah lebih baik, sehingga mereka sudah memperkerjakan kembali karyawannya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (30/8).

Menurut dia, awal masa pandemi lalu membuat sejumlah perusahaan melaporkan produksinya tidak normal. Sehingga mereka keberatan untuk memperkerjakan karyawan secara penuh. Akibatnya beberapa karyawan dirumahkan dengan beberapa kesepakatan yang dibuat dua belah pihak.

Baca Juga :  Pencuri Rokok Bekeliaran, Sudah Tiga Minimarket Kebobolan

Ada perusahaan yang melapor mengurangi karyawan dengan membayar haknya dalam bentuk gaji terakhir. Biasanya mereka statusnya masih magang. Sebagian dirumahkan menerima gaji 50 persen. Adapula yang dirumahkan sementara waktu, dan akan dipanggil apabila dibutuhkan.

“Kesepakatan ini antara karyawan dan perusahaan, dinas hanya meminta perusahaan memenuhi hak karyawannya,” terangnya. Lela menuturkan sesuai dengan perubahan atas Perbup 28 tahun 2020 tentang status transisi darurat ke peralihan, berlaku beberapa fase yang harus diterapkan perusahaan.

Zona kuning di Lamongan saat tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat. Selama bekerja juga harus diterapkan physical distancing antara satu karyawan dengan lainnya atau diberlakukan sif. ‘’Perusahaan harus mengalokasikan tes PCR secara bertahap minimal rapid tes,’’ terangnya.

Baca Juga :  Rekrutmen CPNS Belum Jelas 

Karena itu, pihaknya terus meminta data karyawan yang sudah bekerja kembali, untuk memastikan perusahaan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat. ‘’Jangan sampai ada klaster industri sehingga dilakukan pengecekan terus ke perusahaan,’’ tandasnya.

Radar Lamongan – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan menyatakan beberapa perusahaan sudah memperkerjakan kembali karyawan yang dirumahkan secara bertahap. Sebab saat ini memasuki masa transisi, perusahaan mulai bisa operasional.

Kabid Pengawasan Tenaga Kerja Disnaker Lamongan, Lailatul Maghfiroh mengatakan, beberapa perusahaan menarik bertahap karyawan yang sebelumnya di rumahkan. Tapi belum terlalu signifikan. Data yang masuk, dari 1.550 karyawan terdampak, sebanyak 600 lebih sudah bekerja kembali.

“Kita belum mengantongi data pasti, meski sudah diminta. Tapi dipastikan kondisi perusahaan sudah lebih baik, sehingga mereka sudah memperkerjakan kembali karyawannya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (30/8).

Menurut dia, awal masa pandemi lalu membuat sejumlah perusahaan melaporkan produksinya tidak normal. Sehingga mereka keberatan untuk memperkerjakan karyawan secara penuh. Akibatnya beberapa karyawan dirumahkan dengan beberapa kesepakatan yang dibuat dua belah pihak.

Baca Juga :  Masuk Got, Dua Pengendara Motor Tewas

Ada perusahaan yang melapor mengurangi karyawan dengan membayar haknya dalam bentuk gaji terakhir. Biasanya mereka statusnya masih magang. Sebagian dirumahkan menerima gaji 50 persen. Adapula yang dirumahkan sementara waktu, dan akan dipanggil apabila dibutuhkan.

“Kesepakatan ini antara karyawan dan perusahaan, dinas hanya meminta perusahaan memenuhi hak karyawannya,” terangnya. Lela menuturkan sesuai dengan perubahan atas Perbup 28 tahun 2020 tentang status transisi darurat ke peralihan, berlaku beberapa fase yang harus diterapkan perusahaan.

Zona kuning di Lamongan saat tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat. Selama bekerja juga harus diterapkan physical distancing antara satu karyawan dengan lainnya atau diberlakukan sif. ‘’Perusahaan harus mengalokasikan tes PCR secara bertahap minimal rapid tes,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kuota CJH Tahap 2 Belum Jelas

Karena itu, pihaknya terus meminta data karyawan yang sudah bekerja kembali, untuk memastikan perusahaan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat. ‘’Jangan sampai ada klaster industri sehingga dilakukan pengecekan terus ke perusahaan,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/