alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Hari Ini 75 Sekolah Gelar Pembelejaran Tatap Muka

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Sebanyak 75 sekolah mulai hari ini (31/8) akan memulai pembelajaran tatap muka terbatas. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban telah memberi lampu hijau.

Itu setelah evaluasi uji coba pembelajaran tatap muka terbatas terhadap tiga sekolah cukup bagus. “Mulai besok (hari ini) ada 75 sekolah menggelar uji coba tatap muka tahap kedua,” kata Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (30/8).

Namun Adi belum bisa menyebut rinci sekolah mana saja. Pastinya 75 sekolah itu meliputi 16 SMA, 56 SMK, dan 6 SLB. Dari berbagai wilayah di Bojonegoro. Baik negeri maupun swasta. Sementara, jumlah keseluruhan SMA di Bojonegoro ada 49 lembaga. Berstatus negeri 20 dan swasta 19. Kemudian, jumlah keseluruhan SMK Bojonegoro ada 61 embaga. Negeri 19 dan swasta 42. Sementara Jumlah SLB ada 12. Negeri 7 dan swasta 5.

Baca Juga :  Sering Gonta Ganti Nomor HP Bikin Sulit Terverifikasi Bantuan Internet

“Paling banyak pada tahap kedua ini SMK. Sekitar 92 persen dari jumlah SMK,” lanjut mantan Kacabdisdik Jatim Wilayah Nganjuk itu. Menurut dia, secara aturan dan mekanismenya masih sama. Gelaran tatap muka diikuti 25 persen dari jumlah siswa per kelas. Penerapan ini juga masih berlabel uji coba.

Sehingga pihaknya masih akan memantau pelaksanaannya. “Uji cobanya sama sampai dua minggu ke depan. Setelah itu juga akan dievaluasi,” jelasnya. Adi kembali menegaskan agar sekolah lainnya tidak menggelar pembelajaran tatap muka terlebih dahulu. Maksudnya tanpa seizin pihaknya.

- Advertisement -

Sebab, akan tiba waktunya penerapan uji coba ini merambah ke sekolah lainnya. Ketua PGRI Bojonegoro Ali Fatikin menuturkan penerapan uji coba tatap muka ini diperlukan. Sebab, sistem pembelajaran yang maksimal membutuhkan kedekatan secara fisik antara siswa dan guru. Seiring pula dibukanya beberapa sektor menyusul new normal.

Baca Juga :  519 Siswa SMAN 4 Tuban Flash Mob

“Jadi uji coba ini sebagai ajang pembiasaan diri dengan tatanan kehi dupan baru. Namun, prinsipnya tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan siswa maupun guru,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Namun, menurut Ali metode pembelajaran daring juga harus dibiasakan.

Sebab, ke depannya diperkirakan tetap akan berlaku seiring perkembangan zaman. Maksudnya membiasakan diri belajar menggunakan teknologi digital. “Baik siswa maupun guru harus terus membiasakan diri. Busa jadi di masa mendatang sistem pembelajarannya kombinasi (tatap muka dan daring),” jelas dia.

Radar Bojonegoro – Sebanyak 75 sekolah mulai hari ini (31/8) akan memulai pembelajaran tatap muka terbatas. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban telah memberi lampu hijau.

Itu setelah evaluasi uji coba pembelajaran tatap muka terbatas terhadap tiga sekolah cukup bagus. “Mulai besok (hari ini) ada 75 sekolah menggelar uji coba tatap muka tahap kedua,” kata Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (30/8).

Namun Adi belum bisa menyebut rinci sekolah mana saja. Pastinya 75 sekolah itu meliputi 16 SMA, 56 SMK, dan 6 SLB. Dari berbagai wilayah di Bojonegoro. Baik negeri maupun swasta. Sementara, jumlah keseluruhan SMA di Bojonegoro ada 49 lembaga. Berstatus negeri 20 dan swasta 19. Kemudian, jumlah keseluruhan SMK Bojonegoro ada 61 embaga. Negeri 19 dan swasta 42. Sementara Jumlah SLB ada 12. Negeri 7 dan swasta 5.

Baca Juga :  Proyek Jalan Ditenggat Awal Desember

“Paling banyak pada tahap kedua ini SMK. Sekitar 92 persen dari jumlah SMK,” lanjut mantan Kacabdisdik Jatim Wilayah Nganjuk itu. Menurut dia, secara aturan dan mekanismenya masih sama. Gelaran tatap muka diikuti 25 persen dari jumlah siswa per kelas. Penerapan ini juga masih berlabel uji coba.

Sehingga pihaknya masih akan memantau pelaksanaannya. “Uji cobanya sama sampai dua minggu ke depan. Setelah itu juga akan dievaluasi,” jelasnya. Adi kembali menegaskan agar sekolah lainnya tidak menggelar pembelajaran tatap muka terlebih dahulu. Maksudnya tanpa seizin pihaknya.

- Advertisement -

Sebab, akan tiba waktunya penerapan uji coba ini merambah ke sekolah lainnya. Ketua PGRI Bojonegoro Ali Fatikin menuturkan penerapan uji coba tatap muka ini diperlukan. Sebab, sistem pembelajaran yang maksimal membutuhkan kedekatan secara fisik antara siswa dan guru. Seiring pula dibukanya beberapa sektor menyusul new normal.

Baca Juga :  Berusaha Tiap Tempat ada Alquran

“Jadi uji coba ini sebagai ajang pembiasaan diri dengan tatanan kehi dupan baru. Namun, prinsipnya tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan siswa maupun guru,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Namun, menurut Ali metode pembelajaran daring juga harus dibiasakan.

Sebab, ke depannya diperkirakan tetap akan berlaku seiring perkembangan zaman. Maksudnya membiasakan diri belajar menggunakan teknologi digital. “Baik siswa maupun guru harus terus membiasakan diri. Busa jadi di masa mendatang sistem pembelajarannya kombinasi (tatap muka dan daring),” jelas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/