alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Oklik Kemerdekaan Bawa Pesan Persatuan dan Toleransi

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Semangat dan antusias 28 grup siap meriahkan Oklik Kemerdekaan tak perlu ditanyakan lagi. Setiap grup akan menyuguhkan musik oklik berkelas. Dan koreografi apik. Terutama yang memakai pakaian adat.

Dipastikan nanti malam (31/8), jalan protokol Bojonegoro Kota akan dibanjiri masyarakat hendak menikmati suguhan oklik berkelas. Selain bawakan lagu wajib nasional, ada lagu umum lainnya dipadu dengan koreografi apik. 

“Semoga acara Pawai Oklik Kemerdekaan bisa berjalan lancar dan masyarakat terhibur,” kata Sekretaris Program Pawai Oklik Kemerdekaan Agus Prasetyo.

Ia menerima informasi, para peserta sudah mempersiapkan diri secara matang. Karena, sebagian besar peserta sudah sering mengikuti lomba oklik. Jadi, para peserta tinggal berlatih mematangkan kekompakan, konsep, serta koreografi. “Persaingan ketat, karena para peserta sudah sering ikut lomba,” ujarnya.

Sementara itu, Mochamad Fahry perwakilan grup oklik Puthuk Pule mengatakan, grupnya sudah mempersiapkan kostum adat Papua. Karena kostum adat Papua masuk dalam aspek penilaian. 

- Advertisement -

Grupnya pun terbentuk sejak awal 2018 lalu. Grup oklik asal Dusun Kleco, Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, itu sudah tiga kali mengikuti lomba oklik dengan hasil yang lumayan memuaskan.

Baca Juga :  Target November Terapkan Platform Pembelajaran Online Sifajargoro

“Alhamdulillah lomba oklik tingkat kabupaten di Tambakrejo dapat juara 2. Lalu tingkat kabupaten lagi di Temayang dapat juara 3, kemudian pas tingkat karesidenan dapat juara harapan 2,” terangnya.

Edi Suprianto perwakilan grup oklik Putune Jastro mengungkapkan, bahwa grupnya akan mengenakan kostum adat Jawa. Lebih dari lima lagu mereka siapkan. Baik lagu wajib nasional maupun lagu umum. Latihan pun sudah rutin dilakukan jelang Oklik Kemerdekaan.

“Koreografi juga sudah kami siapkan, semoga bisa menghibur masyarakat,” ujarnya.

Adapun pendapat dari pemerhati seni dan budaya Bojonegoro Suyanto menerangkan, bahwa oklik mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Dulunya oklik dimanfaatkan untuk tolak bala, keamanan lingkungan, pertanian, lalu kini jadi sebuah hiburan masyarakat. 

Namun, kini musik oklik juga mengalami perkembangan dipadukan dengan alat musik gamelan khas musik campursari. Namun, menurutnya musik oklik tetap harus dilestarikan. Meskipun tentu akan ada gesekan pendapat terkait keotentikannya. Sebab, banyak grup oklik terjebak karena dominan memaikan gamelannya, bukan okliknya. 

Baca Juga :  Pengangkutan Mesin JTB Sesalkan Tak Libatkan Pekerja Lokal

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Amir Syahid menambahkan, bahwa perkembangan musik oklik mengalami evolusi. Mungkin kelak, para pelaku seni oklik ini dikumpulkan agar ada pembakuan oklik itu sendiri. 

Sehingga, pembakuan oklik itu bisa digaungkan sebagai oklik khas Bojonegoro. “Karena tidak bisa dipungkiri musik oklik masa kini lebih dominan gamelan daripada okliknya itu sendiri. Tetapi semangat mereka sangat tinggi, jadi layak diapreasiasi,” ujar mantan Camat Balen ini.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, bahwa persaingan dalam lomba itu wajar. Namun ia mengingatkan pesan dari Pawai Oklik Kemerdekaan ialah jadikan perbedaan menjadi kekuatan. 

Kapolres juga yakin para peserta grup oklik yang sudah mendaftar mampu menampilkan yang terbaik. “Karena yang terpenting sebarkan pesan persatuan. Dan, tema kemerdekaan tahun ini yaitu SDM unggul Indonesia maju,” jelasnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Semangat dan antusias 28 grup siap meriahkan Oklik Kemerdekaan tak perlu ditanyakan lagi. Setiap grup akan menyuguhkan musik oklik berkelas. Dan koreografi apik. Terutama yang memakai pakaian adat.

Dipastikan nanti malam (31/8), jalan protokol Bojonegoro Kota akan dibanjiri masyarakat hendak menikmati suguhan oklik berkelas. Selain bawakan lagu wajib nasional, ada lagu umum lainnya dipadu dengan koreografi apik. 

“Semoga acara Pawai Oklik Kemerdekaan bisa berjalan lancar dan masyarakat terhibur,” kata Sekretaris Program Pawai Oklik Kemerdekaan Agus Prasetyo.

Ia menerima informasi, para peserta sudah mempersiapkan diri secara matang. Karena, sebagian besar peserta sudah sering mengikuti lomba oklik. Jadi, para peserta tinggal berlatih mematangkan kekompakan, konsep, serta koreografi. “Persaingan ketat, karena para peserta sudah sering ikut lomba,” ujarnya.

Sementara itu, Mochamad Fahry perwakilan grup oklik Puthuk Pule mengatakan, grupnya sudah mempersiapkan kostum adat Papua. Karena kostum adat Papua masuk dalam aspek penilaian. 

- Advertisement -

Grupnya pun terbentuk sejak awal 2018 lalu. Grup oklik asal Dusun Kleco, Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, itu sudah tiga kali mengikuti lomba oklik dengan hasil yang lumayan memuaskan.

Baca Juga :  29 Sekolah Berpredikat Adiwiyata

“Alhamdulillah lomba oklik tingkat kabupaten di Tambakrejo dapat juara 2. Lalu tingkat kabupaten lagi di Temayang dapat juara 3, kemudian pas tingkat karesidenan dapat juara harapan 2,” terangnya.

Edi Suprianto perwakilan grup oklik Putune Jastro mengungkapkan, bahwa grupnya akan mengenakan kostum adat Jawa. Lebih dari lima lagu mereka siapkan. Baik lagu wajib nasional maupun lagu umum. Latihan pun sudah rutin dilakukan jelang Oklik Kemerdekaan.

“Koreografi juga sudah kami siapkan, semoga bisa menghibur masyarakat,” ujarnya.

Adapun pendapat dari pemerhati seni dan budaya Bojonegoro Suyanto menerangkan, bahwa oklik mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Dulunya oklik dimanfaatkan untuk tolak bala, keamanan lingkungan, pertanian, lalu kini jadi sebuah hiburan masyarakat. 

Namun, kini musik oklik juga mengalami perkembangan dipadukan dengan alat musik gamelan khas musik campursari. Namun, menurutnya musik oklik tetap harus dilestarikan. Meskipun tentu akan ada gesekan pendapat terkait keotentikannya. Sebab, banyak grup oklik terjebak karena dominan memaikan gamelannya, bukan okliknya. 

Baca Juga :  Perlahan, MPU Makin Ditinggalkan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Amir Syahid menambahkan, bahwa perkembangan musik oklik mengalami evolusi. Mungkin kelak, para pelaku seni oklik ini dikumpulkan agar ada pembakuan oklik itu sendiri. 

Sehingga, pembakuan oklik itu bisa digaungkan sebagai oklik khas Bojonegoro. “Karena tidak bisa dipungkiri musik oklik masa kini lebih dominan gamelan daripada okliknya itu sendiri. Tetapi semangat mereka sangat tinggi, jadi layak diapreasiasi,” ujar mantan Camat Balen ini.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, bahwa persaingan dalam lomba itu wajar. Namun ia mengingatkan pesan dari Pawai Oklik Kemerdekaan ialah jadikan perbedaan menjadi kekuatan. 

Kapolres juga yakin para peserta grup oklik yang sudah mendaftar mampu menampilkan yang terbaik. “Karena yang terpenting sebarkan pesan persatuan. Dan, tema kemerdekaan tahun ini yaitu SDM unggul Indonesia maju,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/