alexametrics
25 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Lahan Made Belum Diberdayakan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Lahan di Desa Made, Lamongan disiapkan untuk pusat pedagang kaki lima (PKL). Namun, hingga kini lahan tersebut belum diberdayakan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengklaim masih fokus terhadap pusat PKL di Jalan Andansari Lamongan. 

”Iya memang sudah lama disiapkan sebagai pusat PKL, tapi untuk sekarang kita masih fokus pengembangan pusat PKL Andansari,” tutur Kasi Bina Sarana Pasar dan Distribusi Disperindag Lamongan, Pasito, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (30/8). 

Lahan di Made disiapkan sebagai lokasi PKL karena diperkirakan tumbuh properti di sekitarnya. Saat ini, jumlah PKL di pinggir jalan masih cukup banyak. Bulan ini, Satpol PP menertibkan PKL di timur Pasar Baru Lamongan. 

‘’Nantinya bisa jadi alternatif jika memang sudah benar-benar dibutuhkan,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  DPD Partai Golkar Kabupaten Lamongan Sukses Gelar Vaksinasi

Menurut dia, masih terdapat tempat yang belum diisi di pusat PKL Andansari. Sehingga, pihaknya menilai belum saatnya mengembangkan pusat PKL di Made. Apalagi, lahan di Made jauh dari keramaian. 

”Seperti kita ketahui, pusat PKL Andansari ada dua lokasi. Di timur jalan sebagai kuliner, dan di lokasi barat sebagai aksesoris dan pakaian,” imbuhnya. 

Pusat PKL sisi barat mendapatkan anggaran Rp 450 juta. Proyek yang menggunakan PAK itu berupa pengurukan dengan volume sekitar 400 meter kubik (m3). ”Anggaran saat ini kita fokuskan ke pusat PKL Andansari,” ujarnya. 

Sementara itu, rencana pembangunan sentra PKL di kawasan Terminal Sukodadi segera terealisasi. Bangunan kios dialokasikan Rp 499 juta melalui APBD Lamongan. “Jika tidak ada halangan, bulan depan sudah bisa dikerjakan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, M Zamroni. 

Baca Juga :  Ketergantungan DBHCT Dinilai Buruk

Menurut dia, ada sejumlah opsi kios, menyesuaikan dengan lokasi dan jumlah pedagang. Saat ini, pedagang makanan di sekitar terminal cukup banyak. Mereka butuh tempat dengan fasilitas pembuangan limbah yang standar. Serta akses air bersih yang mudah. 

“Kita data dulu, semua ada paguyuban dan koordinatornya,” katanya. 

Terkait fungsi terminal, Zamroni mengatakan bukan kewenangannya. Jika ada usulan pembangunan sentra kuliner, maka dia sangat mendukung. 

Kepala Dishub Lamongan, A. Farikh, menuturkan, terminal tipe C pengelolaannya oleh kabupaten. Dia sedang menata kembali untuk menghidupkan terminal angkutan dan cargo tersebut. Selain memperbaiki fasilitas terminal, tahun ini dialokasikan pembangunan sarana parkir. 

LAMONGAN, Radar Lamongan – Lahan di Desa Made, Lamongan disiapkan untuk pusat pedagang kaki lima (PKL). Namun, hingga kini lahan tersebut belum diberdayakan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengklaim masih fokus terhadap pusat PKL di Jalan Andansari Lamongan. 

”Iya memang sudah lama disiapkan sebagai pusat PKL, tapi untuk sekarang kita masih fokus pengembangan pusat PKL Andansari,” tutur Kasi Bina Sarana Pasar dan Distribusi Disperindag Lamongan, Pasito, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (30/8). 

Lahan di Made disiapkan sebagai lokasi PKL karena diperkirakan tumbuh properti di sekitarnya. Saat ini, jumlah PKL di pinggir jalan masih cukup banyak. Bulan ini, Satpol PP menertibkan PKL di timur Pasar Baru Lamongan. 

‘’Nantinya bisa jadi alternatif jika memang sudah benar-benar dibutuhkan,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Lebih Senang sebagai Tosser

Menurut dia, masih terdapat tempat yang belum diisi di pusat PKL Andansari. Sehingga, pihaknya menilai belum saatnya mengembangkan pusat PKL di Made. Apalagi, lahan di Made jauh dari keramaian. 

”Seperti kita ketahui, pusat PKL Andansari ada dua lokasi. Di timur jalan sebagai kuliner, dan di lokasi barat sebagai aksesoris dan pakaian,” imbuhnya. 

Pusat PKL sisi barat mendapatkan anggaran Rp 450 juta. Proyek yang menggunakan PAK itu berupa pengurukan dengan volume sekitar 400 meter kubik (m3). ”Anggaran saat ini kita fokuskan ke pusat PKL Andansari,” ujarnya. 

Sementara itu, rencana pembangunan sentra PKL di kawasan Terminal Sukodadi segera terealisasi. Bangunan kios dialokasikan Rp 499 juta melalui APBD Lamongan. “Jika tidak ada halangan, bulan depan sudah bisa dikerjakan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, M Zamroni. 

Baca Juga :  Parpol Mulai Menatap Pilkada 2024

Menurut dia, ada sejumlah opsi kios, menyesuaikan dengan lokasi dan jumlah pedagang. Saat ini, pedagang makanan di sekitar terminal cukup banyak. Mereka butuh tempat dengan fasilitas pembuangan limbah yang standar. Serta akses air bersih yang mudah. 

“Kita data dulu, semua ada paguyuban dan koordinatornya,” katanya. 

Terkait fungsi terminal, Zamroni mengatakan bukan kewenangannya. Jika ada usulan pembangunan sentra kuliner, maka dia sangat mendukung. 

Kepala Dishub Lamongan, A. Farikh, menuturkan, terminal tipe C pengelolaannya oleh kabupaten. Dia sedang menata kembali untuk menghidupkan terminal angkutan dan cargo tersebut. Selain memperbaiki fasilitas terminal, tahun ini dialokasikan pembangunan sarana parkir. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/