alexametrics
24.8 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Tragis, Dua Kebakaran ini Terjadi di Dua Tempat Sekaligus

BOJONEGORO – Pada musim kemarau, memang seluruh masyarakat butuh kewaspadaan ekstra agar mampu mencegah musibah kebakaran. Namun, dua kebakaran terjadi dalam dua hari ini. 

Selasa (29/8) sekitar puku 18.45, telah terjadi kebakaran di gudang oven tembakau milik Liswati, 57, warga RT 10, RW 04, Desa/Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

Peristiwa nahas itu diakibatkan oleh embusan angin yang kencang masuk ke celah-celah tungku oven ketika dalam keadaan sedang membakar tembakau kering.

Kasi Operasi Dinas Damkar Bojonegoro Sukirno menerangkan, kebakaran di wilayah Temayang tersebut memang diakibatkan oleh angin kencang.

Sehingga, api yang digunakan untuk mengoven tembakau menyambar hingga membakar tembakau yang berada di atasnya.

Sukirno pun menyebutkan, sekitar 7 ton tembakau yang sedang dikeringkan. ’’Oven yang berfungsi untuk proses pengeringan tembakau menjadi terbakar karena angin yang cukup kencang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tetap Minta Tunda Penghapusan UPT DisdikĀ 

Untungnya, warga setempat langsung meminta bantuan kepada Dinas Damkar Pos Bantu Temayang. Sehingga, bergegas dikirimkan dua unit mobil damkar dari Pos Bantu Temayang dan satu unit mobil damkar dari Pos Bojonegoro, beserta 14 personel.

Selang sekitar satu jam, api pun berhasil dipadamkan dan kerugian material ditaksir Rp 100  juta. ’’Kami tiba di tempat kejadian musibah (TKM) pukul 18.53.

Lalu, api berhasil dipadamkan oleh petugas sekitar pukul 20.00 dan tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Sementara itu, kemarin (30/8) siang pukul 12.30, juga telah terjadi musibah kebakaran di Dusun Bulu, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

Si jago merah melahap salah satu rumah yang sudah tidak dihuni milik Susilowati, 40, warga RT 03, RW 01, Dusun Bulu, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

Penyebab kebakaran tersebut diduga karena korsleting listrik. ’’Rumah tersebut berukuran 10×8 meter, dugaan kami akibat korsleting listrik,” ujarnya. 

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Sesuai Standar

Sukirno menerangkan, awalnya Dinas Damkar Pos Bantu Padangan yang menerima laporan pukul 12.35, lalu pada pukul 12.39 dua unit mobil damkar dari Pos Padangan sudah sampai di TKM.

Selanjutnya, dua unit mobil damkar dari Pos Bojonegoro pun menyusul dan sampai di lokasi pukul 13.37. ’’Ada 12 personel yang memadamkan api, diperkirakan api berhasil padam pukul 13.10,” ujarnya. Tambah dia, tidak ada korban jiwa dan kerugian material ditaksir Rp 100 juta.

Adapun imbauan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro agar lebih waspada. Sukirno mengungkapkan, kemungkinan-kemungkinan yang bisa mengakibatkan kebakaran sebaiknya segera diatasi.

Seperti membakar sampah di lahan kosong harus ditunggu atau aliran listrik dimatikan ketika keluar rumah. ’’Kebakaran tidak bisa diremehkan, karena musibah bisa datang kapan saja,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Pada musim kemarau, memang seluruh masyarakat butuh kewaspadaan ekstra agar mampu mencegah musibah kebakaran. Namun, dua kebakaran terjadi dalam dua hari ini. 

Selasa (29/8) sekitar puku 18.45, telah terjadi kebakaran di gudang oven tembakau milik Liswati, 57, warga RT 10, RW 04, Desa/Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

Peristiwa nahas itu diakibatkan oleh embusan angin yang kencang masuk ke celah-celah tungku oven ketika dalam keadaan sedang membakar tembakau kering.

Kasi Operasi Dinas Damkar Bojonegoro Sukirno menerangkan, kebakaran di wilayah Temayang tersebut memang diakibatkan oleh angin kencang.

Sehingga, api yang digunakan untuk mengoven tembakau menyambar hingga membakar tembakau yang berada di atasnya.

Sukirno pun menyebutkan, sekitar 7 ton tembakau yang sedang dikeringkan. ’’Oven yang berfungsi untuk proses pengeringan tembakau menjadi terbakar karena angin yang cukup kencang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Empat Hari, Tiga Tewas Tenggelam

Untungnya, warga setempat langsung meminta bantuan kepada Dinas Damkar Pos Bantu Temayang. Sehingga, bergegas dikirimkan dua unit mobil damkar dari Pos Bantu Temayang dan satu unit mobil damkar dari Pos Bojonegoro, beserta 14 personel.

Selang sekitar satu jam, api pun berhasil dipadamkan dan kerugian material ditaksir Rp 100  juta. ’’Kami tiba di tempat kejadian musibah (TKM) pukul 18.53.

Lalu, api berhasil dipadamkan oleh petugas sekitar pukul 20.00 dan tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Sementara itu, kemarin (30/8) siang pukul 12.30, juga telah terjadi musibah kebakaran di Dusun Bulu, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

Si jago merah melahap salah satu rumah yang sudah tidak dihuni milik Susilowati, 40, warga RT 03, RW 01, Dusun Bulu, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

Penyebab kebakaran tersebut diduga karena korsleting listrik. ’’Rumah tersebut berukuran 10×8 meter, dugaan kami akibat korsleting listrik,” ujarnya. 

Baca Juga :  Serapan Pekerja Proyek JTB Perlu Akomodir Kebutuhan Warga

Sukirno menerangkan, awalnya Dinas Damkar Pos Bantu Padangan yang menerima laporan pukul 12.35, lalu pada pukul 12.39 dua unit mobil damkar dari Pos Padangan sudah sampai di TKM.

Selanjutnya, dua unit mobil damkar dari Pos Bojonegoro pun menyusul dan sampai di lokasi pukul 13.37. ’’Ada 12 personel yang memadamkan api, diperkirakan api berhasil padam pukul 13.10,” ujarnya. Tambah dia, tidak ada korban jiwa dan kerugian material ditaksir Rp 100 juta.

Adapun imbauan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro agar lebih waspada. Sukirno mengungkapkan, kemungkinan-kemungkinan yang bisa mengakibatkan kebakaran sebaiknya segera diatasi.

Seperti membakar sampah di lahan kosong harus ditunggu atau aliran listrik dimatikan ketika keluar rumah. ’’Kebakaran tidak bisa diremehkan, karena musibah bisa datang kapan saja,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Dua Kunker Batal, Satu Dialihkan

Sosialisasi Empat Pilar

Apresiasi untuk Millenial

Artikel Terbaru


/