alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Satgas Incar Napi dan Petugas Transaksi Sabu

LAMONGAN – Razia terhadap penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lamongan dilakukan Satgas Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur tak menemukan narkoba dan handphone (HP). Sebaliknya, menemukan pisau silet, alat cukur, kaleng bekas, dan gunting.

Razia mendadak Selasa (29/8) sore itu dipilih secara acak. Tak seperti biasanya, berurutan. Hasil razia setiap ruangan dikumpulkan hingga satu karung. ’’Kebanyakan yang didapatkan berupa kaleng bekas, silet cukur, pisau, gunting, dan baterai untuk mendengarkan musik,’’ kata Kepala Lapas (Kalapas) Lamongan Slamet Supartono.

Menurut dia, razia ini mengecek narapidana (napi) atau tahanan titipan yang membawa HP. Meski HP barang kecil, namun berdampak besar karena penghuni lapas bisa transaksi dengan leluasa. Bahkan, dari lapas bisa mengendalikan transaksi sabu-sabu bermodal HP.

Baca Juga :  Halalbihalal IKA UMM Hadirkan Drama Kolosal 5 Kepala Daerah Alumni

Tindakan tegas tak hanya diberikan kepada napi. Tetapi, anggota lapas yang ikut menyelundupkan sabu-sabu, taruhannya berupa jabatan. ’’Tak tanggung- tanggung, akan langsung dicopot dari jabatannya,’’ ujar dia.

Razia dipimpin Kepala Satgas Kanwil Hukum dan HAM Jatim Giri Purbadi ini mendadak. Bahkan, ketika petugas lapas hendak pulang, tiba-tiba mendapat instruksi razia. Pengecekan terutama dilakukan di blok C, yang kebanyakan dihuni napi narkoba. 

’’Setelah dilakukan pemeriksaan, tentunya tak mendapatkan handphone dan narkoba. Tetapi juga melakukan pemeriksaan 50 orang tes urine secara acak dari napi dan petugas. Hasilnya nihil,’’  ujar Slamet.

LAMONGAN – Razia terhadap penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lamongan dilakukan Satgas Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur tak menemukan narkoba dan handphone (HP). Sebaliknya, menemukan pisau silet, alat cukur, kaleng bekas, dan gunting.

Razia mendadak Selasa (29/8) sore itu dipilih secara acak. Tak seperti biasanya, berurutan. Hasil razia setiap ruangan dikumpulkan hingga satu karung. ’’Kebanyakan yang didapatkan berupa kaleng bekas, silet cukur, pisau, gunting, dan baterai untuk mendengarkan musik,’’ kata Kepala Lapas (Kalapas) Lamongan Slamet Supartono.

Menurut dia, razia ini mengecek narapidana (napi) atau tahanan titipan yang membawa HP. Meski HP barang kecil, namun berdampak besar karena penghuni lapas bisa transaksi dengan leluasa. Bahkan, dari lapas bisa mengendalikan transaksi sabu-sabu bermodal HP.

Baca Juga :  Halalbihalal IKA UMM Hadirkan Drama Kolosal 5 Kepala Daerah Alumni

Tindakan tegas tak hanya diberikan kepada napi. Tetapi, anggota lapas yang ikut menyelundupkan sabu-sabu, taruhannya berupa jabatan. ’’Tak tanggung- tanggung, akan langsung dicopot dari jabatannya,’’ ujar dia.

Razia dipimpin Kepala Satgas Kanwil Hukum dan HAM Jatim Giri Purbadi ini mendadak. Bahkan, ketika petugas lapas hendak pulang, tiba-tiba mendapat instruksi razia. Pengecekan terutama dilakukan di blok C, yang kebanyakan dihuni napi narkoba. 

’’Setelah dilakukan pemeriksaan, tentunya tak mendapatkan handphone dan narkoba. Tetapi juga melakukan pemeriksaan 50 orang tes urine secara acak dari napi dan petugas. Hasilnya nihil,’’  ujar Slamet.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/