alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tunggu Sidang Komdis

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela Lamongan terancam hukuman berlipat. Bukan hanya perkara kartu merah yang diterima penjaga gawangnya, Dwi Kuswanto, akibat aksi bodohnya menanduk kepala pemain Borneo FC. Juga aksi pendukung Persela yang mengejar wasit dan asisten pelatih seusai pertandingan di Stadion Surajaya, Senin (29/7) malam.

Menurut Manajer Persela, Yunan Achmady, Dwi Kus, tidak hanya dihukum absen pada laga berikutnya. Juga, terkena denda. Sebab, sesuai regulasi, ada denda bagi pemain yang terkena kartu. Yunan mencontohkan denda akumulasi kartu kuning Rp 3 juta. Kartu merah langsung Rp 5 juta, dan tidak langsung Rp 4 juta. “Karena kemarin langsung, kemungkinan denda sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta,” ujarnya.

Yunan belum mengetahui apakah Dwi Kus dikartu merah langsung atau tidak langsung. Dia masih menunggu hasil sidang komdis PSSI. Dia mengingatkan agar kejadian itu menjadi pelajaran bersama. Sehingga jangan sampai terulang pada laga berikutnya dan merugikan manajemen.

Baca Juga :  Dihadiri Ribuan Truk dari Berbagai Daerah se-Indonesia¬†

Menurut dia, manajemen siap menanggung dampak dan akibatnya. Yunan memastikan manajemen tidak berdiam diri. Pihaknya tetap melayangkan nota keberatan. Jika diminta menyampaikan kronologi, maka manajemen sudah siap.

Sekretaris Persela Lamongan, Muji Santoso, menuturkan, kejadian itu menjadi perhatian bersama. Manajemen sudah mengisi form protes dan langsung dibawa pengawas pertandingan (PP). Hasilnya masih menunggu sidang komdis PSSI. Dia berharap ada keputusan melegakan. Salah satunya, terkait ancaman main tanpa penonton.

‘’Tentunya kita tidak berharap seperti itu. Jadi masih menunggu hasilnya,’’ katanya.

Muji mengklaim kejadian tersebut karena kepemimpinan wasit yang merugikan Persela. Adanya kartu merah juga membuat manajemen harus membayar denda. Belum lagi kesalahan supporter dengan melempar botol dan masuk ke stadion. ‘’Memang ada, tapi kita berharap ada keputusan baik dari komdis karena kronologi semua juga lihat,” jelasnya.

Baca Juga :  Kembali ke Proses Awal

CEO Persela Lamongan,  Yuhronur Efendi, memastikan melayangkan protes dari hasil pertandingan. Dia menilai kepemimpinan wasit kontroversi hingga memancing emosi. ‘’Nanti keputusannya Komdis, kita tetap menyampaikan sesuai dengan yang terjadi,’’ katanya.

Terkait ulah suporter yang melempar botol dan sebagian masuk ke lapangan usai pertandingan, Yuhronur tidak menyalahkan. Dia menilai mereka tersulut emosinya akibat ulah kepemimpinan wasit kontroversi. ‘’Intinya ada sebab akibat. Sehingga nanti akan dijelaskan pada komdis,’’ imbuhnya.

Head coach Persela, Nil Maizar, menyatakan, tim pelatih fokus menghadapi Badak Lampung FC, Sabtu (3/8). Apalagi persiapannya sangat mepet. Pada pertandingan selanjutnya, Lucky Wahyu bisa diturunkan. Nil mengaku sekarang fokus pada pemulihan mental pemain. Juga mendalami taktikal untuk persiapan laga tersebut.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela Lamongan terancam hukuman berlipat. Bukan hanya perkara kartu merah yang diterima penjaga gawangnya, Dwi Kuswanto, akibat aksi bodohnya menanduk kepala pemain Borneo FC. Juga aksi pendukung Persela yang mengejar wasit dan asisten pelatih seusai pertandingan di Stadion Surajaya, Senin (29/7) malam.

Menurut Manajer Persela, Yunan Achmady, Dwi Kus, tidak hanya dihukum absen pada laga berikutnya. Juga, terkena denda. Sebab, sesuai regulasi, ada denda bagi pemain yang terkena kartu. Yunan mencontohkan denda akumulasi kartu kuning Rp 3 juta. Kartu merah langsung Rp 5 juta, dan tidak langsung Rp 4 juta. “Karena kemarin langsung, kemungkinan denda sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta,” ujarnya.

Yunan belum mengetahui apakah Dwi Kus dikartu merah langsung atau tidak langsung. Dia masih menunggu hasil sidang komdis PSSI. Dia mengingatkan agar kejadian itu menjadi pelajaran bersama. Sehingga jangan sampai terulang pada laga berikutnya dan merugikan manajemen.

Baca Juga :  Hendak Nyabu Lagi, PNS Tertangkap¬†

Menurut dia, manajemen siap menanggung dampak dan akibatnya. Yunan memastikan manajemen tidak berdiam diri. Pihaknya tetap melayangkan nota keberatan. Jika diminta menyampaikan kronologi, maka manajemen sudah siap.

Sekretaris Persela Lamongan, Muji Santoso, menuturkan, kejadian itu menjadi perhatian bersama. Manajemen sudah mengisi form protes dan langsung dibawa pengawas pertandingan (PP). Hasilnya masih menunggu sidang komdis PSSI. Dia berharap ada keputusan melegakan. Salah satunya, terkait ancaman main tanpa penonton.

‘’Tentunya kita tidak berharap seperti itu. Jadi masih menunggu hasilnya,’’ katanya.

Muji mengklaim kejadian tersebut karena kepemimpinan wasit yang merugikan Persela. Adanya kartu merah juga membuat manajemen harus membayar denda. Belum lagi kesalahan supporter dengan melempar botol dan masuk ke stadion. ‘’Memang ada, tapi kita berharap ada keputusan baik dari komdis karena kronologi semua juga lihat,” jelasnya.

Baca Juga :  Kembali ke Proses Awal

CEO Persela Lamongan,  Yuhronur Efendi, memastikan melayangkan protes dari hasil pertandingan. Dia menilai kepemimpinan wasit kontroversi hingga memancing emosi. ‘’Nanti keputusannya Komdis, kita tetap menyampaikan sesuai dengan yang terjadi,’’ katanya.

Terkait ulah suporter yang melempar botol dan sebagian masuk ke lapangan usai pertandingan, Yuhronur tidak menyalahkan. Dia menilai mereka tersulut emosinya akibat ulah kepemimpinan wasit kontroversi. ‘’Intinya ada sebab akibat. Sehingga nanti akan dijelaskan pada komdis,’’ imbuhnya.

Head coach Persela, Nil Maizar, menyatakan, tim pelatih fokus menghadapi Badak Lampung FC, Sabtu (3/8). Apalagi persiapannya sangat mepet. Pada pertandingan selanjutnya, Lucky Wahyu bisa diturunkan. Nil mengaku sekarang fokus pada pemulihan mental pemain. Juga mendalami taktikal untuk persiapan laga tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/