alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Seminggu Transaksi 500 Ekor Sapi

KOTA – Transaksi jual beli sapi di pasar hewan mulai padat. Bahkan sejumlah peternak menerima pesanan dari luar kota untuk memenuhi kebutuhan idul adha. 

Kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat, Wahyono, mengatakan, biasanya jumlah sapi masuk 250 – 300 ekor per minggu. Sekarang 400 – 500 ekor per minggu. Selain transaksi tinggi, harga yang ditawarkan juga naik Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor. 

Dia mencontohkan sapi jenis brahma yang sebelumnya Rp 9 juta hingga Rp 10 juta per ekor. Sekarang Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per ekor. Sementara sapi kurban yang lebih berat lagi harganya Rp 20 juta hingga Rp 22 juta. Padahal, normalnya Rp 19 juta. “Dari peternak kan tidak langsung ke konsumen, tapi melalui perantara,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringatan HJL yang Berbeda, Memaknai Tradisi di Tengah Pandemi Covid

Dia memrediksi H-7 lebih ramai lagi. Sementara itu, Khoiril Dati, peternak sapi asal Kecamatan Pucuk, menilai kenaikan harga cukup wajar karena permintaan tinggi. Apalagi, peternak sapi jarang mendapatkan keuntungan lebih pada hari biasa. Sebab, tingkat kebutuhan sapi di pasar  rendah saat hari biasa.  ‘’Selisihnya bisa dihitung dan momen seperti ini hanya satu tahun sekali,” ujarnya. 

Khoiril menilai permintaan tahun ini lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Indikasinya, 100 ekor sapi peliharaannya sudah dipesan konsumen dua minggu jelang hari raya. Mereka berasal dari Malang, Gresik, Surabaya, dan Lamongan. Untuk kesehatan hewan, dia selalu melakukan pengecekan sendiri, salah satunya melalui makanan.

Hingga saat ini, dinas terkait belum memantau transaksi untuk memastikan sapi – sapi terhindar dari penyakit. “Akan kita cek, tapi belum tahu kapan,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Sukriyah. 

Baca Juga :  Pemanfaatan Pekarangan Melalui Hidroponik

Menurut dia, pengecekan kesehatan selalu menjadi agenda rutin. Apalagi jelang idul adha. Petugas akan mendatangi seluruh penjual dan peternak yang melakukan jual-beli hewan. Kegiatan itu juga sebagai upaya mencegah adanya penyebaran penyakit melalui hewan ternak. 

KOTA – Transaksi jual beli sapi di pasar hewan mulai padat. Bahkan sejumlah peternak menerima pesanan dari luar kota untuk memenuhi kebutuhan idul adha. 

Kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat, Wahyono, mengatakan, biasanya jumlah sapi masuk 250 – 300 ekor per minggu. Sekarang 400 – 500 ekor per minggu. Selain transaksi tinggi, harga yang ditawarkan juga naik Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor. 

Dia mencontohkan sapi jenis brahma yang sebelumnya Rp 9 juta hingga Rp 10 juta per ekor. Sekarang Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per ekor. Sementara sapi kurban yang lebih berat lagi harganya Rp 20 juta hingga Rp 22 juta. Padahal, normalnya Rp 19 juta. “Dari peternak kan tidak langsung ke konsumen, tapi melalui perantara,” ujarnya.

Baca Juga :  11 Korban Melapor ke Polres Lamongan, Tertipu 1,2 Miliar

Dia memrediksi H-7 lebih ramai lagi. Sementara itu, Khoiril Dati, peternak sapi asal Kecamatan Pucuk, menilai kenaikan harga cukup wajar karena permintaan tinggi. Apalagi, peternak sapi jarang mendapatkan keuntungan lebih pada hari biasa. Sebab, tingkat kebutuhan sapi di pasar  rendah saat hari biasa.  ‘’Selisihnya bisa dihitung dan momen seperti ini hanya satu tahun sekali,” ujarnya. 

Khoiril menilai permintaan tahun ini lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Indikasinya, 100 ekor sapi peliharaannya sudah dipesan konsumen dua minggu jelang hari raya. Mereka berasal dari Malang, Gresik, Surabaya, dan Lamongan. Untuk kesehatan hewan, dia selalu melakukan pengecekan sendiri, salah satunya melalui makanan.

Hingga saat ini, dinas terkait belum memantau transaksi untuk memastikan sapi – sapi terhindar dari penyakit. “Akan kita cek, tapi belum tahu kapan,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Sukriyah. 

Baca Juga :  Bangunan Tua Padangan Dikonsep Jadi Ikonik

Menurut dia, pengecekan kesehatan selalu menjadi agenda rutin. Apalagi jelang idul adha. Petugas akan mendatangi seluruh penjual dan peternak yang melakukan jual-beli hewan. Kegiatan itu juga sebagai upaya mencegah adanya penyebaran penyakit melalui hewan ternak. 

Previous articleMelukis Hibur Diri
Next articleKurangi Konsumsi Obat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/