alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Bank Sampah Dijatah Rp 930 Juta

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bukan hanya badan usaha milik desa (BUMDes) yang bakal mendapatkan suntikan modal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bojonegoro. Sebaliknya, bank sampah di 186 pemerintah desa (pemdes) tahun ini juga akan mendapatkan suntikan modal.

Sesuai dokumen rancangan perubahan (P)-APBD 2019, untuk pengelolaan dan penguatan bank sampah, akan dianggarkan Rp 930 juta. ’’Desa akan memiliki bank sampah, akan mendapat bantuan,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Nurul Azizah kemarin (30/7).

Menurut Nurul, sesuai hasil pendataan sementara, ada 186 desa memiliki bank sampah. Sehingga, belum semua desa di Bojonegoro ini memiliki bank yang mengelola barang bekas tersebut.

Baca Juga :  Nyaman tanpa PKL

Ke depan, kata Nurul, masing-masing desa memiliki bank sampah. Sehingga akan mengurangi sampah. Sebab, selama ini pengelolaan sampah belum maksimal. Dan butuh partisipasi dari masyarakat untuk mengatasi persoalan sampah.

’’Tapi untuk menerima bantuan itu, harus sudah memiliki SK (surat keputusan) dan terverifikasi,’’ imbuhnya.

Sebanyak 186 bank sampah ini, kata dia, sebagai embrio bank sampah yang akan berkembang dan membuat kelompok pemberdayaan perempuan di semua desa. Sesuai rencananya, bank sampah yang sudah terverifikasi dan mengantongi SK, akan mendapatkan suntikan modal sekitar Rp 2,5 juta.

Anggaran itu hanya memberi stimulan bank sampah agar ke depan kelompok pemberdayaan perempuan konsentrasi mengelola sampah lebih maksimal.

Baca Juga :  Anggota DPRD Harus Gelar Paripurna Raperda RPJMD

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bukan hanya badan usaha milik desa (BUMDes) yang bakal mendapatkan suntikan modal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bojonegoro. Sebaliknya, bank sampah di 186 pemerintah desa (pemdes) tahun ini juga akan mendapatkan suntikan modal.

Sesuai dokumen rancangan perubahan (P)-APBD 2019, untuk pengelolaan dan penguatan bank sampah, akan dianggarkan Rp 930 juta. ’’Desa akan memiliki bank sampah, akan mendapat bantuan,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Nurul Azizah kemarin (30/7).

Menurut Nurul, sesuai hasil pendataan sementara, ada 186 desa memiliki bank sampah. Sehingga, belum semua desa di Bojonegoro ini memiliki bank yang mengelola barang bekas tersebut.

Baca Juga :  Rekom Gubernur Belum Turun

Ke depan, kata Nurul, masing-masing desa memiliki bank sampah. Sehingga akan mengurangi sampah. Sebab, selama ini pengelolaan sampah belum maksimal. Dan butuh partisipasi dari masyarakat untuk mengatasi persoalan sampah.

’’Tapi untuk menerima bantuan itu, harus sudah memiliki SK (surat keputusan) dan terverifikasi,’’ imbuhnya.

Sebanyak 186 bank sampah ini, kata dia, sebagai embrio bank sampah yang akan berkembang dan membuat kelompok pemberdayaan perempuan di semua desa. Sesuai rencananya, bank sampah yang sudah terverifikasi dan mengantongi SK, akan mendapatkan suntikan modal sekitar Rp 2,5 juta.

Anggaran itu hanya memberi stimulan bank sampah agar ke depan kelompok pemberdayaan perempuan konsentrasi mengelola sampah lebih maksimal.

Baca Juga :  40 BUMDes Tak Beroperasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/