alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Transformasi New Normal 

Jika kita membaca sejarah adanya pandemi beberapa kali mengubah tata cara hidup manusia seperti pada pandemi Maut Hitam. Atau disebuat Wabah Hitam (Black Death). Wabah tersebut suatu pandemi hebat karena penyakit pes kali pertama melanda Eropa. Persisnya pertengahan hingga akhir abad ke-14.

Wabah itu membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. Hampir bersamaan, terjadi pula epidemi sebagian besar Asia dan Timur Tengah, menunjukkan bahwa peristiwa di Eropa sebenarnya merupakan bagian dari pandemi multiregional. 

Jika termasuk Timur Tengah, India, dan Tiongkok, Maut Hitam telah merenggut sedikitnya 75 juta nyawa. Maut Hitam menimbulkan akibat drastis terhadap populasi Eropa. Serta mengubah struktur sosial Eropa. Kehilangan banyak penduduk, lahan semula sesak jadi lebih longgar. Penduduk desa bisa menguasai tanah lebih luas. 

Ketersediaan lahan garapan bersamaan kelangkaan tenaga kerja membuat rakyat tak mau lagi tunduk pada sistem perbudakan. Untuk mengolah lahan baru, petani meminjam uang. Otoritas gereja mulai toleran terhadap bunga pinjaman. Semua itu menumbuhkan kemakmuran bagi Eropa. Sebagian diinvestasikan bagi inovasi teknologi. Era setelah Maut Hitam ditandai kemajuan besar perkembangan teknologi. Francis Bacon menandai hal itu dengan kehadiran mesiu, mesin cetak, dan kompas. 

Bagaimana dengan pandemi Covid-19? Sejak ditemukan kali pertama akhir 2019 hingga Juni 2020 ini, tampaknya pandemi ini sulit akan berakhir dalam waktu dekat. Saat inilah kita memasuki era disruption (pergeseran) baru diistilahkan dengan New Normal (pola hidup baru).

Baca Juga :  Aliran ke Bengawan Lancar, Prediksi Banjir 18 Desa Segera Surut

Bagaimana bentuk pergeseran tersebut? Akan terjadi perubahan norma pada birokrasi, industri, pendidikan dan sektor lainnya. Menjaga jarak, membatasi pertemuan tatap muka, penggunaan masker, sterilisasi tangan, dan menghindari kerumunan adalah bentuk dari New Normal.

Sehingga model kecerdasan buatan atau sektor 4.0 akan menjadi suatu pola kebaiasaan termasuk penggunaan media daring dalam suatu komunikasi dan pertemuan. Sektor informasi dan komunikasi akan rnenjadi tumpuan perubahan perilaku masyarakat tiba-tiba didorong untuk daring. Berdasar data BPS, diketahui pada 2015-2019, industri daring salah satu sektor rerata pertumbuhannya 7,5 persen. Lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen. 

Salah satu hal cepat beradaptasi adalah dunia pendidikan dengan mengadopsi metode pembelajaran daring. Rerata pertumbuhan jasa pendidikan adalah 5,1 persen secara tahunan. Sedikit lebih tinggi daripada produk domestik bruto (PDB) yang 5,02 persen secara tahunan. 

Keharusan menjaga jarak  dalam proses penyediaan jasa ataupun produksi juga menjadi tren otomatisasi/robotisasi di tempat kerja, terutama pekerjaan sifatnya berulang-ulang. Bisnis logistik tumbuh seiring pertemuan fisik antara konsumsi dan produksi makin terbatas. 

Perantara yang bertindak sebagai clearing house akan beralih rupa menjadi bisnis daring. Industri akan tumbuh lebih cepat akibat gaya hidup baru pascapandemi adalah sanitasi dan obat-obatan termasuk herbal dan suplemen. Saat krisis moneter 1998 industri ini tumbuh positif pada dua triwulan lebih awal dari pertumbuhan PDB. Gaya hidup sehat kembali resep suplemen nenek moyang seperti temulawak, kunyit, jahe, dan madu diperkirakan kembali marak.

Baca Juga :  Tanpa Beban, Tetap Harus Maksimal 

Penyesuaian dan Transformasi 

Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan pengangguran masif penanda struktur perekonomian dan pasar tenaga kerja tidak sesuai lagi dengan kebiasaan baru. Muncul dari prosedur operasi standar dunia. Harus hidup dengan virus korona baru, sektor-sektor masih sama tetapi cara produksi dan distribusi berubah sesuai prosedur standar umum pencegahan Covid-19. 

Ibarat beberapa spesies fauna berhibernasi di musim dingin dengan menurunkan kecepatan metabolisme. Sementara waktu ekonomi dapat diturunkan aktivitasnya untuk tujuan darurat kesehatan. Namun kondisi ini tidak dapat terlalu lama tanpa menimbulkan kerusakan rantai konsumsi, produksi, distribusi, dan memperoleh pendapatan.

Satu kenyataan ekonomi akan hidup berdampingan dengan Covid-19 untuk beberapa waktu mendatang. Konsekuensi perilaku ekonomi harus menyatu dengan usaha-usaha meredam penularan. Bagi pemerintah dan masyarakat menjaga jarak dan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan kebiasaan normal baru akan menjadi norma baru. Bersiaplah berdampingan dengan penyakit Covid-19 ini, sebagai bagian dari peralihan sejarah. (*) 

Oleh: Rahmat Junaidi

*Pengamat Kesehatan Masyarakat tinggal di Desa Ngumpakdalem Dander Bojonegoro 

Jika kita membaca sejarah adanya pandemi beberapa kali mengubah tata cara hidup manusia seperti pada pandemi Maut Hitam. Atau disebuat Wabah Hitam (Black Death). Wabah tersebut suatu pandemi hebat karena penyakit pes kali pertama melanda Eropa. Persisnya pertengahan hingga akhir abad ke-14.

Wabah itu membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. Hampir bersamaan, terjadi pula epidemi sebagian besar Asia dan Timur Tengah, menunjukkan bahwa peristiwa di Eropa sebenarnya merupakan bagian dari pandemi multiregional. 

Jika termasuk Timur Tengah, India, dan Tiongkok, Maut Hitam telah merenggut sedikitnya 75 juta nyawa. Maut Hitam menimbulkan akibat drastis terhadap populasi Eropa. Serta mengubah struktur sosial Eropa. Kehilangan banyak penduduk, lahan semula sesak jadi lebih longgar. Penduduk desa bisa menguasai tanah lebih luas. 

Ketersediaan lahan garapan bersamaan kelangkaan tenaga kerja membuat rakyat tak mau lagi tunduk pada sistem perbudakan. Untuk mengolah lahan baru, petani meminjam uang. Otoritas gereja mulai toleran terhadap bunga pinjaman. Semua itu menumbuhkan kemakmuran bagi Eropa. Sebagian diinvestasikan bagi inovasi teknologi. Era setelah Maut Hitam ditandai kemajuan besar perkembangan teknologi. Francis Bacon menandai hal itu dengan kehadiran mesiu, mesin cetak, dan kompas. 

Bagaimana dengan pandemi Covid-19? Sejak ditemukan kali pertama akhir 2019 hingga Juni 2020 ini, tampaknya pandemi ini sulit akan berakhir dalam waktu dekat. Saat inilah kita memasuki era disruption (pergeseran) baru diistilahkan dengan New Normal (pola hidup baru).

Baca Juga :  Gedung DPRD Bojonegoro Bakal Dibangun Tahun Depan

Bagaimana bentuk pergeseran tersebut? Akan terjadi perubahan norma pada birokrasi, industri, pendidikan dan sektor lainnya. Menjaga jarak, membatasi pertemuan tatap muka, penggunaan masker, sterilisasi tangan, dan menghindari kerumunan adalah bentuk dari New Normal.

Sehingga model kecerdasan buatan atau sektor 4.0 akan menjadi suatu pola kebaiasaan termasuk penggunaan media daring dalam suatu komunikasi dan pertemuan. Sektor informasi dan komunikasi akan rnenjadi tumpuan perubahan perilaku masyarakat tiba-tiba didorong untuk daring. Berdasar data BPS, diketahui pada 2015-2019, industri daring salah satu sektor rerata pertumbuhannya 7,5 persen. Lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen. 

Salah satu hal cepat beradaptasi adalah dunia pendidikan dengan mengadopsi metode pembelajaran daring. Rerata pertumbuhan jasa pendidikan adalah 5,1 persen secara tahunan. Sedikit lebih tinggi daripada produk domestik bruto (PDB) yang 5,02 persen secara tahunan. 

Keharusan menjaga jarak  dalam proses penyediaan jasa ataupun produksi juga menjadi tren otomatisasi/robotisasi di tempat kerja, terutama pekerjaan sifatnya berulang-ulang. Bisnis logistik tumbuh seiring pertemuan fisik antara konsumsi dan produksi makin terbatas. 

Perantara yang bertindak sebagai clearing house akan beralih rupa menjadi bisnis daring. Industri akan tumbuh lebih cepat akibat gaya hidup baru pascapandemi adalah sanitasi dan obat-obatan termasuk herbal dan suplemen. Saat krisis moneter 1998 industri ini tumbuh positif pada dua triwulan lebih awal dari pertumbuhan PDB. Gaya hidup sehat kembali resep suplemen nenek moyang seperti temulawak, kunyit, jahe, dan madu diperkirakan kembali marak.

Baca Juga :  Ring Road Harus Sampai Baureno

Penyesuaian dan Transformasi 

Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan pengangguran masif penanda struktur perekonomian dan pasar tenaga kerja tidak sesuai lagi dengan kebiasaan baru. Muncul dari prosedur operasi standar dunia. Harus hidup dengan virus korona baru, sektor-sektor masih sama tetapi cara produksi dan distribusi berubah sesuai prosedur standar umum pencegahan Covid-19. 

Ibarat beberapa spesies fauna berhibernasi di musim dingin dengan menurunkan kecepatan metabolisme. Sementara waktu ekonomi dapat diturunkan aktivitasnya untuk tujuan darurat kesehatan. Namun kondisi ini tidak dapat terlalu lama tanpa menimbulkan kerusakan rantai konsumsi, produksi, distribusi, dan memperoleh pendapatan.

Satu kenyataan ekonomi akan hidup berdampingan dengan Covid-19 untuk beberapa waktu mendatang. Konsekuensi perilaku ekonomi harus menyatu dengan usaha-usaha meredam penularan. Bagi pemerintah dan masyarakat menjaga jarak dan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan kebiasaan normal baru akan menjadi norma baru. Bersiaplah berdampingan dengan penyakit Covid-19 ini, sebagai bagian dari peralihan sejarah. (*) 

Oleh: Rahmat Junaidi

*Pengamat Kesehatan Masyarakat tinggal di Desa Ngumpakdalem Dander Bojonegoro 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/