alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Kayu dan Tembakau Tumpuan Ekspor

KOTA – Ada beberapa komoditas asli Bojonegoro yang kualitasnya layak ekspor. Namun, Dinas Perdagangan (Disdag) dan Pasar Bojonegoro sifatnya hanya bisa memantau. Sebab, penerbitan surat keterangan asal (SKA) atas barang ekspor Indonesia, yang berhak mengeluarkan kewenangan pihak pelabuhan. “Kami hanya sebatas mendata dan jemput bola meminta laporan kepada para eksporter yang ada di Bojonegoro,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdag Bojonegoro Agus Hariyana rabu (30/5).

Berdasarkan data Disdag Bojonegoro, nilai ekspor pada Januari-April 2018 sangat besar, yakni USD 13,7 juta atau setara Rp 192,7 miliar. Komoditasnya beragam. Di antaranya kerajinan kayu, tembakau, bekicot, dan sarang burung walet. “90 persen bernilai tinggi ialah kerajinan kayu. Sedangkan, data nilai ekspor untuk komoditas bekicot dan sarang burung walet belum masuk,” terangnya.

Baca Juga :  Bus Jaya Utama Hantam Warung Bakso

Kerajinan kayunya pun beragam, ada yang berupa furnitur atau fl ooring. Dia menerangkan bahwa kerajinan kayu berupa furnitur atau mebel sering diekspor ke Amerika, Tiongkok, Jepang, Jerman, dan Belgia. Kemudian kelompok pengrajin akar tunggak jati di Kecamatan Margomulyo juga kerap diekspor ke Amerika, Meksiko, Taiwan, Korea, Tiongkok, Jerman, dan Malaysia.

“Namun, pengrajin di Margomulyo itu pakai jasa eksporter dari luar Bojonegoro. Ketika kami tanya alasannya, mereka belum berani melakukan ekspor secara mandiri,” tuturnya. Adapun flooring kayu dari Kecamatan Sumberrejo, kerap diekspor ke Prancis, India, dan Jepang. Nilai total ekspor kerajinan kayu saja mencapai USD 13,3 juta. Sisanya USD 464,3 ribu nilai ekspor tembakau yang dikirim ke Republik Dominika.

Baca Juga :   Waspadai Informasi Tidak Benar

Sementara, komoditas bekicot dan sarang burung walet masih sebatas informasi secara verbal dari pihak eksporter. Tetapi, data riil belum masuk ke Disdag Bojonegoro. Dia mengatakan komoditas tersebut dikirim di berbagai negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, dan wilayah Timur Tengah. “Mereka kirim bahan mentahnya saja, nanti baru diolah di negara pengimpornya,” pungkasnya.

KOTA – Ada beberapa komoditas asli Bojonegoro yang kualitasnya layak ekspor. Namun, Dinas Perdagangan (Disdag) dan Pasar Bojonegoro sifatnya hanya bisa memantau. Sebab, penerbitan surat keterangan asal (SKA) atas barang ekspor Indonesia, yang berhak mengeluarkan kewenangan pihak pelabuhan. “Kami hanya sebatas mendata dan jemput bola meminta laporan kepada para eksporter yang ada di Bojonegoro,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdag Bojonegoro Agus Hariyana rabu (30/5).

Berdasarkan data Disdag Bojonegoro, nilai ekspor pada Januari-April 2018 sangat besar, yakni USD 13,7 juta atau setara Rp 192,7 miliar. Komoditasnya beragam. Di antaranya kerajinan kayu, tembakau, bekicot, dan sarang burung walet. “90 persen bernilai tinggi ialah kerajinan kayu. Sedangkan, data nilai ekspor untuk komoditas bekicot dan sarang burung walet belum masuk,” terangnya.

Baca Juga :  Lamongan Segera Buka Wisata Kembali

Kerajinan kayunya pun beragam, ada yang berupa furnitur atau fl ooring. Dia menerangkan bahwa kerajinan kayu berupa furnitur atau mebel sering diekspor ke Amerika, Tiongkok, Jepang, Jerman, dan Belgia. Kemudian kelompok pengrajin akar tunggak jati di Kecamatan Margomulyo juga kerap diekspor ke Amerika, Meksiko, Taiwan, Korea, Tiongkok, Jerman, dan Malaysia.

“Namun, pengrajin di Margomulyo itu pakai jasa eksporter dari luar Bojonegoro. Ketika kami tanya alasannya, mereka belum berani melakukan ekspor secara mandiri,” tuturnya. Adapun flooring kayu dari Kecamatan Sumberrejo, kerap diekspor ke Prancis, India, dan Jepang. Nilai total ekspor kerajinan kayu saja mencapai USD 13,3 juta. Sisanya USD 464,3 ribu nilai ekspor tembakau yang dikirim ke Republik Dominika.

Baca Juga :  Perempuan ini Menabung Uang Koin Demi Kuliah Adik. Jumlahnya Fantastis

Sementara, komoditas bekicot dan sarang burung walet masih sebatas informasi secara verbal dari pihak eksporter. Tetapi, data riil belum masuk ke Disdag Bojonegoro. Dia mengatakan komoditas tersebut dikirim di berbagai negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, dan wilayah Timur Tengah. “Mereka kirim bahan mentahnya saja, nanti baru diolah di negara pengimpornya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/