alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Hasil SNMPTN Lebih Bagus Tahun Lalu, Apakah Kualitas SMA Kota Menurun?

- Advertisement -

Radar Lamongan – Prestasi siswa SMA negeri di kawasan Kota Lamongan pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tahun ini tak sebagus tahun lalu. Berdasarkan data yang ada, SMAN 1 Lamongan tahun ini hanya meloloskan 21 siswa. Padahal, tahun lalu terdapat 57 siswa yang lolos.

SMAN 2 Lamongan juga mengalami penurunan jumlah siswa yang diterima via SNMPTN. Tahun lalu 96 siswa, tahun ini hanya 69 siswa. Sedangkan SMAN 3 Lamongan yang tahun lalu meloloskan 19 siswa, tahun ini hanya delapan siswa.

Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi wilayah Lamongan Heru Harijanto mengklaim data yang sekarang dirilis belum final. Hanya jalur berdasarkan nilai akademik dan prestasi lainnya yang ditetapkan PTN. Sementara dua jalur lain, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri belum pengumuman.

Baca Juga :  Berharap Pasar Hewan segera Dibuka

SBMPTN nanti berdasarkan hasil ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan kriteria lain yang ditetapkan bersama. Sedangkan seleksi mandiri dapat menggunakan nilai UTBK. Menurut Heru, kans siswa untuk masuk PTN masih sama, meski pandemi. Siswa juga masih bisa mengambil bimbingan dari luar sekolah untuk meningkatkan kemampuannya. “Jalur lain masih belum diumumkan,” ujarnya.

Heru menuturkan, menurunnya jumlah siswa dari SMAN kota yang lolos SNMPTN ini masih belum bisa dianalisa. Alasannya, masih ada jalur mandiri dan jalur regular lain yang belum diumumkan. Selain itu, dia beralasan siswa sekarang memiliki banyak pilihan, selain masuk PTN. Siswa SMA juga memiliki kesempatan langsung untuk mengambil sekolah kedinasan dan angkatan.

Baca Juga :  Dua Tahun Pasutri Jadi Kurir SS
- Advertisement -

Dia menyinggung siswa di SMA kecamatan yang lebih banyak diterima di PTN menjadi bukti bahwa pemerataan pendidikan itu ada. Dia memastikan SDM guru dan tenaga kependidikan merata. Dengan hasil tersebut, wali murid bisa memertimbangkan adanya penerapan sistem zonasi untuk PPDB. “Adanya zonasi ini tentu pemetaan guru dan mutu pendidikan sudah dipertimbangkan, jadi wali murid tidak perlu khawatir,” terangnya.

Radar Lamongan – Prestasi siswa SMA negeri di kawasan Kota Lamongan pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tahun ini tak sebagus tahun lalu. Berdasarkan data yang ada, SMAN 1 Lamongan tahun ini hanya meloloskan 21 siswa. Padahal, tahun lalu terdapat 57 siswa yang lolos.

SMAN 2 Lamongan juga mengalami penurunan jumlah siswa yang diterima via SNMPTN. Tahun lalu 96 siswa, tahun ini hanya 69 siswa. Sedangkan SMAN 3 Lamongan yang tahun lalu meloloskan 19 siswa, tahun ini hanya delapan siswa.

Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi wilayah Lamongan Heru Harijanto mengklaim data yang sekarang dirilis belum final. Hanya jalur berdasarkan nilai akademik dan prestasi lainnya yang ditetapkan PTN. Sementara dua jalur lain, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri belum pengumuman.

Baca Juga :  Tegaskan KPM di Lamongan Bebas Belanja

SBMPTN nanti berdasarkan hasil ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan kriteria lain yang ditetapkan bersama. Sedangkan seleksi mandiri dapat menggunakan nilai UTBK. Menurut Heru, kans siswa untuk masuk PTN masih sama, meski pandemi. Siswa juga masih bisa mengambil bimbingan dari luar sekolah untuk meningkatkan kemampuannya. “Jalur lain masih belum diumumkan,” ujarnya.

Heru menuturkan, menurunnya jumlah siswa dari SMAN kota yang lolos SNMPTN ini masih belum bisa dianalisa. Alasannya, masih ada jalur mandiri dan jalur regular lain yang belum diumumkan. Selain itu, dia beralasan siswa sekarang memiliki banyak pilihan, selain masuk PTN. Siswa SMA juga memiliki kesempatan langsung untuk mengambil sekolah kedinasan dan angkatan.

Baca Juga :  Bikin Proyek Fiktif, Eks Kades Dibee Jadi Tersangka
- Advertisement -

Dia menyinggung siswa di SMA kecamatan yang lebih banyak diterima di PTN menjadi bukti bahwa pemerataan pendidikan itu ada. Dia memastikan SDM guru dan tenaga kependidikan merata. Dengan hasil tersebut, wali murid bisa memertimbangkan adanya penerapan sistem zonasi untuk PPDB. “Adanya zonasi ini tentu pemetaan guru dan mutu pendidikan sudah dipertimbangkan, jadi wali murid tidak perlu khawatir,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/