alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Produksi Padi di Lamongan Meningkat

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemkab Lamongan terus meningkatkan sistim pertanian yang tepat. Hasilnya kini produktivitas padi yang dihasilkan petani di Kota Soto melebihi target ditetapkan. Hal itu sesuai data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Kabupaten Lamongan. 

Rinciannya luas lahan panen tahun lalu sekitar 154.204 hektare, dengan produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 1.196.310 ton. Angka tersebut melebihi target yang direncanakan sebelumnya, yakni sekitar 1.116.957 ton. Jika dikonversikan menjadi beras, maka setara dengan 741.712 ton beras.

Tahun lalu, Provinsi Jawa Timur bertahan sebagai penghasil padi terbesar di Indonesia, dengan jumlah produksi sebesar 9,91 juta ton. Itu tak lepas dari kontribusi Kabupaten Lamongan, yang menjadi salah satu penopang produksi padi di Jawa Timur.

Baca Juga :  Pasca TMMD ke-110, TNI Masih Melakukan Pendampingan dan Pemberdayaan

Kepala Dinas KPP Lamongan Sukriyah mengatakan, produksi padi tahun lalu mengalami kenaikan sebanyak 23.345 ton atau 1,9 persen. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.172.965 juta ton GKG. 

Sedangkan, luas panen padi di Lamongan juga mengalami kenaikan tahun ini yang mencapai 154.204 ha. Kenaikannya sekitar 888 ha atau 0,58 persen dibandingkan Tahun 2020, yang hanya 153.316 ha. 

‘’Selain hasil produksinya yang baik, juga ada perluasan lahan panen. Sehingga Lamongan masih bertahan sebagai penyumbang produksi terbesar di Jatim. Produksi tertinggi di Kecamatan Sugio mencapai 87.598 ton dengan luas 10.991 ha,” terang Sukriyah. 

Menurut dia ada lima kecamatan di Lamongan yang memiliki produktivitas padi tertinggi. Meliputi Kecamatan Sugio dan Modo  dengan produksi padi sebesar 73.358 ton dengan luasan panen 9.345 Ha. 

Baca Juga :  Bupati Bersama Forkopimda Tiada Hari Tanpa Turun Lapangan

Serta Kecamatan Laren menyumbangkan produksi padi 71.401 ton dengan luasan panen 9.061 Ha. Selanjutnya Kecamatan  Kembangbahu produksi padi 70.227 ton, dengan luasan panen 8.912 Ha. Untuk Kecamatan Kedungpring dengan luasan lahan panen 8.632 Ha, mampu menghasilkan produksi padi sebesar  67.819 ton.

Sukriyah menuturkan, diterapkan beberapa langkah untuk mendongkrak produksi padi di Lamongan. Diantaranya inovasi manajemen tanaman sehat, pengembangan padi hibrida yang mempunyai rata-rata produktivitas di atas 9 ton per ha. Serta bantuan benih unggul dan ketersedian pupuk baik pupuk subsidi maupun non subsidi. 

‘’Juga kesadaran penggunaan pupuk organik kita semakin tinggi sehingga kualitas produksi semakin baik,” tambahnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemkab Lamongan terus meningkatkan sistim pertanian yang tepat. Hasilnya kini produktivitas padi yang dihasilkan petani di Kota Soto melebihi target ditetapkan. Hal itu sesuai data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Kabupaten Lamongan. 

Rinciannya luas lahan panen tahun lalu sekitar 154.204 hektare, dengan produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 1.196.310 ton. Angka tersebut melebihi target yang direncanakan sebelumnya, yakni sekitar 1.116.957 ton. Jika dikonversikan menjadi beras, maka setara dengan 741.712 ton beras.

Tahun lalu, Provinsi Jawa Timur bertahan sebagai penghasil padi terbesar di Indonesia, dengan jumlah produksi sebesar 9,91 juta ton. Itu tak lepas dari kontribusi Kabupaten Lamongan, yang menjadi salah satu penopang produksi padi di Jawa Timur.

Baca Juga :  Genjot Endurance dan Kelincahan

Kepala Dinas KPP Lamongan Sukriyah mengatakan, produksi padi tahun lalu mengalami kenaikan sebanyak 23.345 ton atau 1,9 persen. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.172.965 juta ton GKG. 

Sedangkan, luas panen padi di Lamongan juga mengalami kenaikan tahun ini yang mencapai 154.204 ha. Kenaikannya sekitar 888 ha atau 0,58 persen dibandingkan Tahun 2020, yang hanya 153.316 ha. 

‘’Selain hasil produksinya yang baik, juga ada perluasan lahan panen. Sehingga Lamongan masih bertahan sebagai penyumbang produksi terbesar di Jatim. Produksi tertinggi di Kecamatan Sugio mencapai 87.598 ton dengan luas 10.991 ha,” terang Sukriyah. 

Menurut dia ada lima kecamatan di Lamongan yang memiliki produktivitas padi tertinggi. Meliputi Kecamatan Sugio dan Modo  dengan produksi padi sebesar 73.358 ton dengan luasan panen 9.345 Ha. 

Baca Juga :  Sehari Dua Laka di Jalur Bojonegoro-Babat, Satu Pengendara Motor Tewas

Serta Kecamatan Laren menyumbangkan produksi padi 71.401 ton dengan luasan panen 9.061 Ha. Selanjutnya Kecamatan  Kembangbahu produksi padi 70.227 ton, dengan luasan panen 8.912 Ha. Untuk Kecamatan Kedungpring dengan luasan lahan panen 8.632 Ha, mampu menghasilkan produksi padi sebesar  67.819 ton.

Sukriyah menuturkan, diterapkan beberapa langkah untuk mendongkrak produksi padi di Lamongan. Diantaranya inovasi manajemen tanaman sehat, pengembangan padi hibrida yang mempunyai rata-rata produktivitas di atas 9 ton per ha. Serta bantuan benih unggul dan ketersedian pupuk baik pupuk subsidi maupun non subsidi. 

‘’Juga kesadaran penggunaan pupuk organik kita semakin tinggi sehingga kualitas produksi semakin baik,” tambahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/