alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Uji Lab Air Sumur ­Tiban Belum Turun

BOJONEGORO – Hasil uji laboratorium kandungan air sumur tiban di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, belum turun. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro memprediksi hasil uji laboratorium dua minggu lagi. 

Seperti diketahui sumur tiban di tengah sawah tersebut menghebohkan warga. Pemohon dari luar daerah berdatangan, karena menganggap air tersebut mujarab untuk pengobatan penyakit.

Kepala DLH Nurul Azizah mengatakan, uji laboratorium dilakukan di Unit Jasa Tirta (UJT) Mojokerto. DLH sudah mengirimkan sampel kandungan air minggu lalu. ‘’Kan  perkiraannya membutuhkan waktu tiga minggu,’’ katanya rabu (30/1). 

Menurut dia, uji lab ini untuk mengetahui kandungan air yang selama ini dipercaya masyarakat sebagai air mujarab. Di antaranya berapa kandungan bakteri ecolinya. Termasuk berapa kandungan kapur dalam air tersebut. 

Baca Juga :  Gelombang Ganas Masih Hantui Pantura 

Berdasar pemantauan, jumlah pengunjung sumur itu setiap harinya bisa mencapai 800 orang. Bahkan, orang rela untuk mengantre agar bisa mendapatkan air tersebut. Warga menggunakan air ajaib itu dengan membasuhkan ke tubuh seseorang yang sakit. Ada pula yang meminumnya. ‘’Ini pertanda orang mudah percaya sesuatu yang instan,’’ terang dia.

BOJONEGORO – Hasil uji laboratorium kandungan air sumur tiban di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, belum turun. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro memprediksi hasil uji laboratorium dua minggu lagi. 

Seperti diketahui sumur tiban di tengah sawah tersebut menghebohkan warga. Pemohon dari luar daerah berdatangan, karena menganggap air tersebut mujarab untuk pengobatan penyakit.

Kepala DLH Nurul Azizah mengatakan, uji laboratorium dilakukan di Unit Jasa Tirta (UJT) Mojokerto. DLH sudah mengirimkan sampel kandungan air minggu lalu. ‘’Kan  perkiraannya membutuhkan waktu tiga minggu,’’ katanya rabu (30/1). 

Menurut dia, uji lab ini untuk mengetahui kandungan air yang selama ini dipercaya masyarakat sebagai air mujarab. Di antaranya berapa kandungan bakteri ecolinya. Termasuk berapa kandungan kapur dalam air tersebut. 

Baca Juga :  Air Sumur Ajaib Ternyata Tidak Layak Konsumsi, Ini Penjelasannya

Berdasar pemantauan, jumlah pengunjung sumur itu setiap harinya bisa mencapai 800 orang. Bahkan, orang rela untuk mengantre agar bisa mendapatkan air tersebut. Warga menggunakan air ajaib itu dengan membasuhkan ke tubuh seseorang yang sakit. Ada pula yang meminumnya. ‘’Ini pertanda orang mudah percaya sesuatu yang instan,’’ terang dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/