alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Supi Dicopot dari Jabatannya

Karir Supi Haryono sebagai Kabag Pemerintah Pemkab Bojonegoro harus kandas. Sebab, setelah dirinya ditetapkan sebagai dugaan suap dalam proyek pembangunan gedung Kecamatan Sukosewu pada 2016. Kini Supi telah ditahan di lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II Bojonegoro sejak Kamis (11/1).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Soehadi Moeljono mengatakan, posisi Supi sebagai kabag pemerintahan telah digantikan oleh pelaksana tugas (Plt).  “Sudah ada Pltnya,” katanya, kemarin (30/1).

Dia menjelaskan, pelaksana tugas dari kabag pemerintahan kini telah diganti oleh salah satu kasubag di bagian pemerintahan. Yakni Herindra.

Dia tak mengelak jika pergantian posisi Supi karena yang bersangkutan terseret masalah hukum. Apalagi, Supi juga telah ditahan, sehingga pekerjaan yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Supi harus ada orang yang menangani.

Misalnya, jika ada kegiatan yang membutuhkan anggaran dan membutuhkan tanda tangan penjabat yang bertanggungjawab. Untuk itu, peran pelaksana tugas harus segera ada.

Meski sudah menunjuk Plt. Namun, siapa nantinya pengganti posisi Supi,  pria yang maju sebagai calon bupati itu belum bisa memastikan. Sebab, yang memiliki kewenangan melakukan mutasi adalah bupati.  “Kalau itu Pak Bupati yang berwenang,” terangnya.

Baca Juga :  Harus Naik, Urunan Kinerja Perusahaan Daerah Pasar Lamongan Minim

Diketahui, karir Supi ini cukup bagus. Jabatan yang pernah diemban salah satunya adalah Camat Kanor. Selanjutnya naik ke kabag pemerintahan. 

Sementara itu, kejaksaan negeri (kejari) belum melimpahkan berkas perkara tersangka dugaan suap pembangunan gedung Kecamatan Sukosewu 2016. Tersangka Supi telah ditahan oleh kejaksaan negeri (kejari) pada Kamis (11/1).

Berkas Supi awalnya ditangani oleh penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro, setelah dinyatakan lengkap kemudian berkas dilimpahkan ke kejaksaan negeri setempat. Nah, di saat pelimpahan itu tersangka Supi yang juga kabag pemerintahan dinyatakan ditahan oleh pihak kejari.

Alasannya, untuk mempermudah saat sidang nanti. Selain itu, kejari tidak ingin kesulitan saat nantinya ada hal yang harus dijalani tersangka untuk melengkapi berkas dakwaan.

Kasi Pidana Khusus Kejari Bojonegoro Agus Budiarto, mengaku belum melimpahkan berkas tersangka Supi karena memang berkas dakwaan belum selesai.  “Kami masih tahap penyelesaian,” katanya.

Dia menuturkan, bukan berarti ingin memperlambat persidangan Supi. Sebab, dalam waktu dekat pihaknya berjanji segera melimpahkan berkas dakwaan itu ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya.

Baca Juga :  Delivery Order Cegah Kurangnya Pelanggan

“Semoga saja secepatnya kita bisa menyerahkan,” kata dia. Agus menolak jika ada kesulitan dalam memproses berkas milik Supi ini. Menurutnya, timnya saat ini masih bekerja. Sehingga, masih memiliki waktu.

Apalagi, kata dia, baru saja pekan lalu telah melakukan pelimpahan dua perkara korupsinya yang berkasnya dipisah menjadi empat. Yakni, dugaan korupsi DPM LUEP dan APBDes 2014-2016 di Desa Jari Kecamatan Gondang.

“Semua tim sedang bekerja dan menyelesaikan,” tegasnya. Diketahui, proyek pembangunan gedung kecamatan ini dilakukan pada 2016. Nilai proyeknya sebesar Rp 1,9 miliar . Dalam dokumen LPSE, ada 17 rekanan yang ikut dalam lelang proyek tersebut.

Namun, hanya ada satu rekanan dinyatakan menang. Nah, rekanan yang menang itu memberikan suap  pada Supi selaku PPK dalam proyek tersebut. Suap yang diberikan pada Supi yakni uang senilai Rp 125 juta.

Nah, uang ini digunakan untuk uang muka pembelian mobil Innova di sebuah diler. 

 

 

 

Karir Supi Haryono sebagai Kabag Pemerintah Pemkab Bojonegoro harus kandas. Sebab, setelah dirinya ditetapkan sebagai dugaan suap dalam proyek pembangunan gedung Kecamatan Sukosewu pada 2016. Kini Supi telah ditahan di lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II Bojonegoro sejak Kamis (11/1).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Soehadi Moeljono mengatakan, posisi Supi sebagai kabag pemerintahan telah digantikan oleh pelaksana tugas (Plt).  “Sudah ada Pltnya,” katanya, kemarin (30/1).

Dia menjelaskan, pelaksana tugas dari kabag pemerintahan kini telah diganti oleh salah satu kasubag di bagian pemerintahan. Yakni Herindra.

Dia tak mengelak jika pergantian posisi Supi karena yang bersangkutan terseret masalah hukum. Apalagi, Supi juga telah ditahan, sehingga pekerjaan yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Supi harus ada orang yang menangani.

Misalnya, jika ada kegiatan yang membutuhkan anggaran dan membutuhkan tanda tangan penjabat yang bertanggungjawab. Untuk itu, peran pelaksana tugas harus segera ada.

Meski sudah menunjuk Plt. Namun, siapa nantinya pengganti posisi Supi,  pria yang maju sebagai calon bupati itu belum bisa memastikan. Sebab, yang memiliki kewenangan melakukan mutasi adalah bupati.  “Kalau itu Pak Bupati yang berwenang,” terangnya.

Baca Juga :  Menanti Koleksi Benda Bersejarah di Museum Padangan

Diketahui, karir Supi ini cukup bagus. Jabatan yang pernah diemban salah satunya adalah Camat Kanor. Selanjutnya naik ke kabag pemerintahan. 

Sementara itu, kejaksaan negeri (kejari) belum melimpahkan berkas perkara tersangka dugaan suap pembangunan gedung Kecamatan Sukosewu 2016. Tersangka Supi telah ditahan oleh kejaksaan negeri (kejari) pada Kamis (11/1).

Berkas Supi awalnya ditangani oleh penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro, setelah dinyatakan lengkap kemudian berkas dilimpahkan ke kejaksaan negeri setempat. Nah, di saat pelimpahan itu tersangka Supi yang juga kabag pemerintahan dinyatakan ditahan oleh pihak kejari.

Alasannya, untuk mempermudah saat sidang nanti. Selain itu, kejari tidak ingin kesulitan saat nantinya ada hal yang harus dijalani tersangka untuk melengkapi berkas dakwaan.

Kasi Pidana Khusus Kejari Bojonegoro Agus Budiarto, mengaku belum melimpahkan berkas tersangka Supi karena memang berkas dakwaan belum selesai.  “Kami masih tahap penyelesaian,” katanya.

Dia menuturkan, bukan berarti ingin memperlambat persidangan Supi. Sebab, dalam waktu dekat pihaknya berjanji segera melimpahkan berkas dakwaan itu ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya.

Baca Juga :  Diler Optimistis, Showroom Mobil Bekas Cemas

“Semoga saja secepatnya kita bisa menyerahkan,” kata dia. Agus menolak jika ada kesulitan dalam memproses berkas milik Supi ini. Menurutnya, timnya saat ini masih bekerja. Sehingga, masih memiliki waktu.

Apalagi, kata dia, baru saja pekan lalu telah melakukan pelimpahan dua perkara korupsinya yang berkasnya dipisah menjadi empat. Yakni, dugaan korupsi DPM LUEP dan APBDes 2014-2016 di Desa Jari Kecamatan Gondang.

“Semua tim sedang bekerja dan menyelesaikan,” tegasnya. Diketahui, proyek pembangunan gedung kecamatan ini dilakukan pada 2016. Nilai proyeknya sebesar Rp 1,9 miliar . Dalam dokumen LPSE, ada 17 rekanan yang ikut dalam lelang proyek tersebut.

Namun, hanya ada satu rekanan dinyatakan menang. Nah, rekanan yang menang itu memberikan suap  pada Supi selaku PPK dalam proyek tersebut. Suap yang diberikan pada Supi yakni uang senilai Rp 125 juta.

Nah, uang ini digunakan untuk uang muka pembelian mobil Innova di sebuah diler. 

 

 

 

Previous articleWaspadai Gas Bocor
Next articleDivonis 15 Bulan Penjara

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/