alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Hindari Truk, Bus Hantam Pohon

BABAT – Bus berisi rombongan mahasiswa dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang menghantam pohon di Jalan Lamongan – Babat Senin siang (29/1). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Desa Gembong, Kecamatan Babat tersebut.

Kanitlaka Lantas Polres Lamongan, Ipda Henky Yuwana, mengatakan, kasus tersebut ditangani pos lalu lintas Babat. ‘’Sopir dimintai keterangan lebih lanjut,’’ ujarnya.

Bus K 1618 GD yang dikemudikan Kusman 43, asal Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Malang itu berniat mengantarkan 60 mahasiwa melakukan study tour  ke Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta.

Menurut keterangan saksi mata, bus melaju dari timur dengan kecepatan di atas 60 kilometer (km) per jam. Mendekati tempat kejadian perkara (TKP), bus berkeinginan mendahului truk di depanya. Awalnya truk itu memberi isyarat lampu hendak ke kanan. Namun, truk yang tidak diketahui nopolnya tersebut berubah haluan, mengambil sisi kiri.

Baca Juga :  Bikin Elus Dada, Harga Beras Naik Melebihi HET

Akibatnya, bus yang telanjur ambil sisi kiri, posisinya terjepit. Bus akhirnya menghantam pohon di pinggir jalan dan terperosok. 

‘’Jadi bus yang saya tumpangi ingin mendahului dari kiri, tak bisa. Tentu menepi, hingga mengenai pohon di tepi jalan,’’ kata Asra, salah satu penumpang.

Menurut dia, bus yang ditumpanginya keluar dari tol pukul 12.00. Diduga, sopir memburu waktu agar pukul 13.00 sampai di rumah makan wilayah Tuban. 

‘’Terkena macet saat berangkat perjalanan di Lawang, Malang beberapa jam,’’ imbuhnya. 

Tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam kejadian tersebut. Hanya kaca depan bus pecah. Juga spion kanan. ‘’Saya waktu kejadian sangat kaget sekali melihat bus menghantam pohon. Banyak yang teriak histeris,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Nikmati Durian di Lokasi Tersembunyi, Ditanam sejak Zaman Belanda

BABAT – Bus berisi rombongan mahasiswa dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang menghantam pohon di Jalan Lamongan – Babat Senin siang (29/1). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Desa Gembong, Kecamatan Babat tersebut.

Kanitlaka Lantas Polres Lamongan, Ipda Henky Yuwana, mengatakan, kasus tersebut ditangani pos lalu lintas Babat. ‘’Sopir dimintai keterangan lebih lanjut,’’ ujarnya.

Bus K 1618 GD yang dikemudikan Kusman 43, asal Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Malang itu berniat mengantarkan 60 mahasiwa melakukan study tour  ke Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta.

Menurut keterangan saksi mata, bus melaju dari timur dengan kecepatan di atas 60 kilometer (km) per jam. Mendekati tempat kejadian perkara (TKP), bus berkeinginan mendahului truk di depanya. Awalnya truk itu memberi isyarat lampu hendak ke kanan. Namun, truk yang tidak diketahui nopolnya tersebut berubah haluan, mengambil sisi kiri.

Baca Juga :  Terimbas Kedelai Mahal, Minimarket Harus Bantu Penjualan Tempe

Akibatnya, bus yang telanjur ambil sisi kiri, posisinya terjepit. Bus akhirnya menghantam pohon di pinggir jalan dan terperosok. 

‘’Jadi bus yang saya tumpangi ingin mendahului dari kiri, tak bisa. Tentu menepi, hingga mengenai pohon di tepi jalan,’’ kata Asra, salah satu penumpang.

Menurut dia, bus yang ditumpanginya keluar dari tol pukul 12.00. Diduga, sopir memburu waktu agar pukul 13.00 sampai di rumah makan wilayah Tuban. 

‘’Terkena macet saat berangkat perjalanan di Lawang, Malang beberapa jam,’’ imbuhnya. 

Tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam kejadian tersebut. Hanya kaca depan bus pecah. Juga spion kanan. ‘’Saya waktu kejadian sangat kaget sekali melihat bus menghantam pohon. Banyak yang teriak histeris,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kemarau Panjang, Harga Beras Naik

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/