alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

YES BRO Bakal Bantu Ketersediaan Bahan Baku, Modal, hingga Pemasaran

Radar Lamongan – Cabup Lamongan, Dr H Yuhronur Efendi, MBA mengunjungi perajin anyaman bambu di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi dan perajin tenun ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran kemarin (29/11). Cabup Lamongan nomor urut dua tersebut mengakomodasi kendala yang dihadapi oleh UMKM. 

”Tadi kita tanya, kesulitannya apa pak, katanya dari bahan baku dan permodalan. Nanti akan saya bantu untuk fasilitasi,” tutur Yuhronur kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Yes, sapaan akrabnya menyatakan, untuk bahan baku nanti akan dikonsep program bambunisasi. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan perajin.  Di sisi permodalan, Yuhronur mengaku sudah memberikan saran kepada para perajin untuk mendirikan koperasi.

”Sebaiknya mereka berkumpul membentuk wadah koperasi. Nanti pemerintah bisa memberikan campur tangan. Misalnya, memberikan modal pada koperasi untuk melakukan pembinaan, supaya mereka tidak kesulitan lagi mencari modal dari luar,” terang Cabup Lamongan yang berpasangan dengan KH Abdul Rouf, M. Ag dengan nama YES BRO tersebut.

Mantan Sekkab Lamongan tersebut mengaku akan terus mendampingi perajin dan pelaku UMKM. Sehingga branding produk ini sebagai penguat dalam pemasaran mereka. Serta, mendampingi dalam promosi yang terintegerasi dengan marketplace maupun media-media promosi digital. ”Untuk itu saya nanti akan banyak membuat marketplace. Baik dibuat oleh pemerintah, maupun tentunya oleh para perajin itu sendiri. Kita sudah punya  misalnya pasar online Lamongan atau aplikasi Warla dan banyak lagi,” ucap Yuhronur. 

Baca Juga :  Seminggu Diparkir di Pinggir Jalan, Panther Diamankan

Menurut pria yang akrab dengan berbagai kalangan masyarakat itu, memasuki era revolusi industri 4.0, kemajuan sebuah bisnis kuncinya adalah kemajuan pada teknologi. ”Dan itu memberikan fasilitasi kepada perajin maupun UMKM, supaya pemasarannya lebih luas lagi, dengan jejaring digital ini,” katanya. 

Kedekatan Yuhronur dengan perajin dan UMKM di Lamongan sudah terjalin erat sejak lama. Hal itu terlihat di rumah perajin anyaman bambu, Asan Susanto terpampang banyak foto Yuhronur. ”Saya senang sekali. Sebenarnya saya tidak menduga ya. Kita pernah bertemu, kita pernah ngobrol-ngobrol dan ya ternyata ini jadi kenangan tersendiri bagi beliau,” ujar CEO Persela Lamongan tersebut. 

Asan menilai, Yuhronur merupakan sosok yang luar biasa. Dia cukup yakin harapan Yuhronur untuk bisa menjadi Bupati Lamongan bisa terwujud, dengan banyaknya dukungan dari masyarakat. ”Kunjungan beliau ke sini sangat luar biasa. Dan kami perajin bambu Kabupaten Lamongan, mendoakan dan mendukung beliau sebagai Bupati Lamongan,” ucap Asan. 

Baca Juga :  Diseruduk Motor di Jalan Sukodadi – Banjarmadu, Lamongan Terluka

Sementara itu, perajin tenun ikat di Parengan, Miftakhul Khoiri menjelaskan, batik Singo Mengkok yang dikenakan pasangan Yes Bro disepakati dinamai Batik YES jauh sebelum Yuhronur memutuskan berpasangan dengan KH Abdul Rouf. 

Menurut dia, nama itu cukup pas, karena Yuhronur yang mengenakan dan memperkenalkan ke publik. ”Motifnya itu memasyarakat, seperti Pak Yuhronur, yang  juga sangat memasyarakat mengikuti motif itu,’’ imbuh Mif, sapaan akrabnya. 

Bahkan, diakuinya, Batik YES memiliki banyak peminat mulai dari masyarakat yang mengenal maupun tidak mengenal Pak Yes. ”Sehingga batik itu (Batik YES) sampai sekarang, kita sudah mengeluarkan 3 ribu stel,” ungkap Mif bangga.

Radar Lamongan – Cabup Lamongan, Dr H Yuhronur Efendi, MBA mengunjungi perajin anyaman bambu di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi dan perajin tenun ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran kemarin (29/11). Cabup Lamongan nomor urut dua tersebut mengakomodasi kendala yang dihadapi oleh UMKM. 

”Tadi kita tanya, kesulitannya apa pak, katanya dari bahan baku dan permodalan. Nanti akan saya bantu untuk fasilitasi,” tutur Yuhronur kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Yes, sapaan akrabnya menyatakan, untuk bahan baku nanti akan dikonsep program bambunisasi. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan perajin.  Di sisi permodalan, Yuhronur mengaku sudah memberikan saran kepada para perajin untuk mendirikan koperasi.

”Sebaiknya mereka berkumpul membentuk wadah koperasi. Nanti pemerintah bisa memberikan campur tangan. Misalnya, memberikan modal pada koperasi untuk melakukan pembinaan, supaya mereka tidak kesulitan lagi mencari modal dari luar,” terang Cabup Lamongan yang berpasangan dengan KH Abdul Rouf, M. Ag dengan nama YES BRO tersebut.

Mantan Sekkab Lamongan tersebut mengaku akan terus mendampingi perajin dan pelaku UMKM. Sehingga branding produk ini sebagai penguat dalam pemasaran mereka. Serta, mendampingi dalam promosi yang terintegerasi dengan marketplace maupun media-media promosi digital. ”Untuk itu saya nanti akan banyak membuat marketplace. Baik dibuat oleh pemerintah, maupun tentunya oleh para perajin itu sendiri. Kita sudah punya  misalnya pasar online Lamongan atau aplikasi Warla dan banyak lagi,” ucap Yuhronur. 

Baca Juga :  Diseruduk Motor di Jalan Sukodadi – Banjarmadu, Lamongan Terluka

Menurut pria yang akrab dengan berbagai kalangan masyarakat itu, memasuki era revolusi industri 4.0, kemajuan sebuah bisnis kuncinya adalah kemajuan pada teknologi. ”Dan itu memberikan fasilitasi kepada perajin maupun UMKM, supaya pemasarannya lebih luas lagi, dengan jejaring digital ini,” katanya. 

Kedekatan Yuhronur dengan perajin dan UMKM di Lamongan sudah terjalin erat sejak lama. Hal itu terlihat di rumah perajin anyaman bambu, Asan Susanto terpampang banyak foto Yuhronur. ”Saya senang sekali. Sebenarnya saya tidak menduga ya. Kita pernah bertemu, kita pernah ngobrol-ngobrol dan ya ternyata ini jadi kenangan tersendiri bagi beliau,” ujar CEO Persela Lamongan tersebut. 

Asan menilai, Yuhronur merupakan sosok yang luar biasa. Dia cukup yakin harapan Yuhronur untuk bisa menjadi Bupati Lamongan bisa terwujud, dengan banyaknya dukungan dari masyarakat. ”Kunjungan beliau ke sini sangat luar biasa. Dan kami perajin bambu Kabupaten Lamongan, mendoakan dan mendukung beliau sebagai Bupati Lamongan,” ucap Asan. 

Baca Juga :  Banjir, 22 Peserta Absen Ujian Paket C

Sementara itu, perajin tenun ikat di Parengan, Miftakhul Khoiri menjelaskan, batik Singo Mengkok yang dikenakan pasangan Yes Bro disepakati dinamai Batik YES jauh sebelum Yuhronur memutuskan berpasangan dengan KH Abdul Rouf. 

Menurut dia, nama itu cukup pas, karena Yuhronur yang mengenakan dan memperkenalkan ke publik. ”Motifnya itu memasyarakat, seperti Pak Yuhronur, yang  juga sangat memasyarakat mengikuti motif itu,’’ imbuh Mif, sapaan akrabnya. 

Bahkan, diakuinya, Batik YES memiliki banyak peminat mulai dari masyarakat yang mengenal maupun tidak mengenal Pak Yes. ”Sehingga batik itu (Batik YES) sampai sekarang, kita sudah mengeluarkan 3 ribu stel,” ungkap Mif bangga.

Artikel Terkait

Most Read

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Beat

Keluarga Minta Dipulangkan 

15 Desa Belum Gaji Honor Perangkat

Puskesmas Kapas Capai 100 Persen Vaksinasi

Artikel Terbaru


/