alexametrics
24.2 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Pemkab Seleksi Bank Berani Beri Keuntungan Besar

Radar Bojonegoro – Target pendapatan daerah dari deposito tahun depan tidak naik. Pemkab Bojonegoro mematok target yang sama dengan tahun ini, yakni Rp 80 miliar. Namun, bank akan digunakan menempatkan dana uang negara itu masih belum ditentukan. Pemkab baru akan melakukan beauty contest untuk menentukan banknya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ibnu Soeyoethi menjelaskan, penempatan deposito kas daerah itu bisa di bank mana saja. Tergantung tawaran keuntungan akan diberikan bank kepada pemkab.

‘’Pemkab tentunya akan memilih bank yang memberikan pendapatan lebih besar,’’ katanya kemarin. Bank yang digunakan berstatus milik negara atau milik daerah. Tidak boleh bank swasta. Sebab, bank milik negara atau BUMN memiliki beberapa kelebihan. Di Bojonegoro, ada banyak bank BUMN. Seperti Bank Jatim, BRI, BNI, dan Bank Mandiri. Sehingga, akan dilakukan seleksi atau beauty contest untuk menentukan bank itu.

Baca Juga :  ADD Melonjak

‘’Nanti akan dilakukan beauty contest. Bank-bank yang diundang harus mengajukan penawaran. Dan berbagai kemudahan lainnya,’’ jelas Ibnu. Rencananya, penentuan bank akan dilakukan Desember. Sehingga, Januari mendatang angga ran bisa segera ditempatkan.

Ibnu menjelaskan, uang yang didepositokan di bank adalah kas daerah yang belum terpakai. Misalnya, di kas daerah saat ini ada dana Rp 3,7 triliun. Bulan depan hanya dibutuhkan Rp 100 miliar untuk berbagai kegiatan. Sehingga, dana Rp 100 miliar itu ditempatkan di kas daerah. Sedangkan sisanya bisa didepositokan.

‘’Yang didepositokan adalah yang belum terpakai,’’ tutur pria kelahiran Madura itu. Deposito kas daerah tidak seperti deposito lainnya. Bisa diambil kapan saja. Sebab, berjangka pendek. Tidak jangka panjang seperti deposito lainnya. Tahun ini penghasilan asli daerah (PAD) dari deposito mencapai Rp 107 miliar.

Baca Juga :  Sembilan Program Nawa Bakti, Mewujudkan Kesejahteraan Secara Merata

Jumlah itu juga melampaui target. Sebab, tahun ini targetnya hanya Rp 80 miliar. Tahun depan, menurut Ibnu, target penerimaan deposito sama dengan tahun ini. Sebab, sudah ada perhitungan estimasinya. ‘’Jika melebihi target seperti tahun ini malah bagus,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Target pendapatan daerah dari deposito tahun depan tidak naik. Pemkab Bojonegoro mematok target yang sama dengan tahun ini, yakni Rp 80 miliar. Namun, bank akan digunakan menempatkan dana uang negara itu masih belum ditentukan. Pemkab baru akan melakukan beauty contest untuk menentukan banknya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ibnu Soeyoethi menjelaskan, penempatan deposito kas daerah itu bisa di bank mana saja. Tergantung tawaran keuntungan akan diberikan bank kepada pemkab.

‘’Pemkab tentunya akan memilih bank yang memberikan pendapatan lebih besar,’’ katanya kemarin. Bank yang digunakan berstatus milik negara atau milik daerah. Tidak boleh bank swasta. Sebab, bank milik negara atau BUMN memiliki beberapa kelebihan. Di Bojonegoro, ada banyak bank BUMN. Seperti Bank Jatim, BRI, BNI, dan Bank Mandiri. Sehingga, akan dilakukan seleksi atau beauty contest untuk menentukan bank itu.

Baca Juga :  Sembilan Program Nawa Bakti, Mewujudkan Kesejahteraan Secara Merata

‘’Nanti akan dilakukan beauty contest. Bank-bank yang diundang harus mengajukan penawaran. Dan berbagai kemudahan lainnya,’’ jelas Ibnu. Rencananya, penentuan bank akan dilakukan Desember. Sehingga, Januari mendatang angga ran bisa segera ditempatkan.

Ibnu menjelaskan, uang yang didepositokan di bank adalah kas daerah yang belum terpakai. Misalnya, di kas daerah saat ini ada dana Rp 3,7 triliun. Bulan depan hanya dibutuhkan Rp 100 miliar untuk berbagai kegiatan. Sehingga, dana Rp 100 miliar itu ditempatkan di kas daerah. Sedangkan sisanya bisa didepositokan.

‘’Yang didepositokan adalah yang belum terpakai,’’ tutur pria kelahiran Madura itu. Deposito kas daerah tidak seperti deposito lainnya. Bisa diambil kapan saja. Sebab, berjangka pendek. Tidak jangka panjang seperti deposito lainnya. Tahun ini penghasilan asli daerah (PAD) dari deposito mencapai Rp 107 miliar.

Baca Juga :  Pilkades 2022, Calon Tak Harus dari Desa Setempat

Jumlah itu juga melampaui target. Sebab, tahun ini targetnya hanya Rp 80 miliar. Tahun depan, menurut Ibnu, target penerimaan deposito sama dengan tahun ini. Sebab, sudah ada perhitungan estimasinya. ‘’Jika melebihi target seperti tahun ini malah bagus,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/