alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Lima Desa Diterjang Banjir Bandang, Padi 150 Hektare Terendam

Radar Bojonegoro – Karwati tampak berkeringat menguras lumpur dan air yang menerjang rumahnya kemarin petang (29/11). Nenek 72 tahun tinggal di Desa Kunci, Kecamatan Dander, itu tak menyangka kemarin sore bakal kedatangan “tamu” banjir bandang.

Padahal, sekitar pukul 15.00, Karwati masih santai dan hanya duduk-duduk di serambi rumahnya. Warga tinggal di RT 08, RW 01 Desa Kunci ini bergegas menutup rumah ketika hujan deras tiba. Menjelang magrib mulai gelisah. Ternyata ‘’tamu’’ berupa banjir luapan sungai di desa setempat mulai datang dan masuk ke permukiman warga.

Ketinggian air hingga setinggi lutut. Hal sama dirasakan Suratman. Pria 56 tahun itu juga kaget air cepat masuk ke rumahnya dan perkampungan warga Desa Kunci.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro di lokasi, kondisi jalan poros perkampungan di desa setempat tergenang. Akses motor melintas tampak sulit. Hingga pukul 21.00, air masih menggenangi permukiman warga. Selain hujan deras, banjir bandang kerap melanda di Desa Kunci dan Desa Sumberarum juga dipicu minimnya saluran air.

Hanya ada saluran kecil-kecil di dua desa bertetangga itu. Sementara air dari hutan kawasan selatan cukup deras menuju ke perkampungan. Hujan intensitas tinggi sore kemarin cukup merata.

Baca Juga :  Tiga Penjudi Dadu Online Ditangkap

Ternyata tak hanya menerjang Desa Kunci dan Desa Sumberarum. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada lima desa terdampak banjir bandang. Meliputi Desa Kunci dan Desa Sumberarum Kecamatan Dander. Desa Kacangan dan Desa Tambakromo, Kecamatan Malo. Serta Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan.

Akibatnya mulai rumah warga, bangunan fasilitas umum, hingga jalan poros desa serta jalan poros Bojonegoro-Nganjuk tergenang air. Bahkan terdapat jembatan darurat serta dua dinding rumah warga berbahan kayu rusak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi mulai sekitar pukul 14.30. Sementara waktu kejadian sekitar pukul 16.00. Misalnya, Desa Kunci, terdampak banjir usai meluapnya sungai setempat beserta adanya kiriman air dari kawasan KRPH Sampang, Temayang. Akibatnya jalan desa tergenang dengan ketinggian antara 30-60 sentimeter.

Banjir bandang juga menerjang rumah warga di RW 1 dan RW 2 terendam air. Rinciannya RW 1 meliputi RT 1, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10. Untuk RW 2 meliputi RT 11, 12, 14, 15, 18, 19, 20, dan 21. Dengan ketinggian bervariasi antara 30-60 sentimeter. “Jumlah KK (kepala keluarga) yang terdampak masih dalam penghitungan. Tapi, ada dinding papan kayu jati milik Warsidi dan ibu Martilah rusak,” tuturnya hingga pukul 20.50.

Baca Juga :  Alokasikan Rp 22 M untuk Honorer

Menurut dia, areal persawahan di Desa Kunci juga terendam air. Luasnya sekitar 50 hektare. Dengan umur tanaman padi 40 hari. Di sisi lain, jalan poros Bojonegoro-Nganjuk juga terendam kurang lebih sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

“Jalan poros desa terendam kurang lebih 2 kilometer dengan ketinggian 10 sampai 70 sentimeter,” imbuhnya. Di Desa Sumberarum, banjir bandang menerjang rumah warga di RW 3 RT 8, RW 8 RT 22 dan RT 23, RW 9 RT 24, RW 10 RT 29 terendam. Dengan ketinggian air antara 20-120 sentimeter. Dan jumlah KK terdampak masih penghitungan.

Areal persawahan sekitar 100 hektare dengan umur tanaman padi 10-20 hari juga terendam air. Jalan poros desa kurang lebih sepanjang 1,5 kilometer dan jalan poros Bojonegoro-Nganjuk sekitar 500 meter. Di sisi lain, bangunan musala di RT 5, 6, 14, dan 23 juga tergenang air. Begitu pula bangunan SDN 2 Sumberarum.

Radar Bojonegoro – Karwati tampak berkeringat menguras lumpur dan air yang menerjang rumahnya kemarin petang (29/11). Nenek 72 tahun tinggal di Desa Kunci, Kecamatan Dander, itu tak menyangka kemarin sore bakal kedatangan “tamu” banjir bandang.

Padahal, sekitar pukul 15.00, Karwati masih santai dan hanya duduk-duduk di serambi rumahnya. Warga tinggal di RT 08, RW 01 Desa Kunci ini bergegas menutup rumah ketika hujan deras tiba. Menjelang magrib mulai gelisah. Ternyata ‘’tamu’’ berupa banjir luapan sungai di desa setempat mulai datang dan masuk ke permukiman warga.

Ketinggian air hingga setinggi lutut. Hal sama dirasakan Suratman. Pria 56 tahun itu juga kaget air cepat masuk ke rumahnya dan perkampungan warga Desa Kunci.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro di lokasi, kondisi jalan poros perkampungan di desa setempat tergenang. Akses motor melintas tampak sulit. Hingga pukul 21.00, air masih menggenangi permukiman warga. Selain hujan deras, banjir bandang kerap melanda di Desa Kunci dan Desa Sumberarum juga dipicu minimnya saluran air.

Hanya ada saluran kecil-kecil di dua desa bertetangga itu. Sementara air dari hutan kawasan selatan cukup deras menuju ke perkampungan. Hujan intensitas tinggi sore kemarin cukup merata.

Baca Juga :  Kabel Terurai

Ternyata tak hanya menerjang Desa Kunci dan Desa Sumberarum. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada lima desa terdampak banjir bandang. Meliputi Desa Kunci dan Desa Sumberarum Kecamatan Dander. Desa Kacangan dan Desa Tambakromo, Kecamatan Malo. Serta Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan.

Akibatnya mulai rumah warga, bangunan fasilitas umum, hingga jalan poros desa serta jalan poros Bojonegoro-Nganjuk tergenang air. Bahkan terdapat jembatan darurat serta dua dinding rumah warga berbahan kayu rusak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi mulai sekitar pukul 14.30. Sementara waktu kejadian sekitar pukul 16.00. Misalnya, Desa Kunci, terdampak banjir usai meluapnya sungai setempat beserta adanya kiriman air dari kawasan KRPH Sampang, Temayang. Akibatnya jalan desa tergenang dengan ketinggian antara 30-60 sentimeter.

Banjir bandang juga menerjang rumah warga di RW 1 dan RW 2 terendam air. Rinciannya RW 1 meliputi RT 1, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10. Untuk RW 2 meliputi RT 11, 12, 14, 15, 18, 19, 20, dan 21. Dengan ketinggian bervariasi antara 30-60 sentimeter. “Jumlah KK (kepala keluarga) yang terdampak masih dalam penghitungan. Tapi, ada dinding papan kayu jati milik Warsidi dan ibu Martilah rusak,” tuturnya hingga pukul 20.50.

Baca Juga :  Komisi B Pastikan Pasar Banjarejo Belum Pulih

Menurut dia, areal persawahan di Desa Kunci juga terendam air. Luasnya sekitar 50 hektare. Dengan umur tanaman padi 40 hari. Di sisi lain, jalan poros Bojonegoro-Nganjuk juga terendam kurang lebih sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

“Jalan poros desa terendam kurang lebih 2 kilometer dengan ketinggian 10 sampai 70 sentimeter,” imbuhnya. Di Desa Sumberarum, banjir bandang menerjang rumah warga di RW 3 RT 8, RW 8 RT 22 dan RT 23, RW 9 RT 24, RW 10 RT 29 terendam. Dengan ketinggian air antara 20-120 sentimeter. Dan jumlah KK terdampak masih penghitungan.

Areal persawahan sekitar 100 hektare dengan umur tanaman padi 10-20 hari juga terendam air. Jalan poros desa kurang lebih sepanjang 1,5 kilometer dan jalan poros Bojonegoro-Nganjuk sekitar 500 meter. Di sisi lain, bangunan musala di RT 5, 6, 14, dan 23 juga tergenang air. Begitu pula bangunan SDN 2 Sumberarum.

Artikel Terkait

Most Read

Ingin Bisnis Kuliner

Parpol Belum Sumbang Dana Kampanye Paslon

Delvin Ingin Hijrah ke PSBS Biak 

Demi Terwujudnya Kejayaan Lamongan

Artikel Terbaru


/