alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Alat Berat JTB Melintas Tiga Tahap

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kemacetan malam akan terjadi di Jalan Nasional Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro, karena melintasnya alat berat milik Jambaran Tiung Biru (JTB) yang diperkirakan bukan hanya terjadi sekali. Namun, akan terjadi sekitar tiga kali.

Sesuai jadwal pengangkutan dua jenis alat berat untuk mendukung ekplorasi gas di Lapangan JTB itu, pengangkutan alat jenis absorber dan selexol dengan menggunakan truk multi-axle itu, akan berlangsung selama tiga periode.

’’Satu periode dua unit,’’ kata Site Manager PT Rekayasa Industri (Rekind) Zainal Arifin kemarin (29/11).

Zainal menuturkan, periode pertama akan mengangkut absorber section 2 dan 3  dengan jadwal 28 November hingga 3 Desember. Dengan start Gresik dan finis Lapangan JTB. Kemudian, periode kedua yang diangkut selexol dua unit.

Baca Juga :  Hari Pertama Tes CPNS,┬áPeserta Tak Alami┬áKendala Server

Sedangkan, untuk periode ketiga, yang diangkut absorber section 1 dan 4. ’’Juga sudah kami tentutan beberapa titik rest area,’’ tandas Zainal.

Dia menambahkan, untuk moving alat berat tahap dua, akan berlangsung 21-27 Desember 2019. Sedangkan untuk tahap ketiga akan berlangsung tanggal 6-12 Januari 2020. 

Sesuai hasil pemetaan, ada beberapa titik rawan yang sudah diantisipasi. Di antaranya, jembatan, kabel PLN, dan tikungan. Sebab, sepanjang Jalan Bojonegoro-Babat ada lima jembatan yang rawan, sehingga membutuhkan penambahan kekuatan.

Kemudian untuk kabel yang melintas di jalan, pihaknya menggandeng PLN untuk mengatasi kendala tersebut. Sedangkan, untuk tikungan yang rawan itu dimulai dari titik masuk dan keluar Jalan Gotong Royong Babat.

Baca Juga :  Perbaikan Tanggul Perlu Alat Berat

’’Kemudian bundaran sumbang, simpang tiga Jalan Untung Suropati, Jalan MH. Thamrin, dan Jalan Rajekwesi. Kemudian Bundaran Jetak. Titik tikungan itu membutuhkan waktu yang cukup,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojoengoro Adie Wijtaksono memastikan untuk pengangkutan alat berat JTB itu sudah dipersiapkan, khususnya saat melintas di Bojonegoro. Karena pengangkutan alat berat itu untuk menunjang kebutuhan gas negara. ’’Melintasnya mulai pukul 22.00 hingga 04.00, jadi saat Jalan Bojonegoro sepi,’’ kata Adie.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kemacetan malam akan terjadi di Jalan Nasional Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro, karena melintasnya alat berat milik Jambaran Tiung Biru (JTB) yang diperkirakan bukan hanya terjadi sekali. Namun, akan terjadi sekitar tiga kali.

Sesuai jadwal pengangkutan dua jenis alat berat untuk mendukung ekplorasi gas di Lapangan JTB itu, pengangkutan alat jenis absorber dan selexol dengan menggunakan truk multi-axle itu, akan berlangsung selama tiga periode.

’’Satu periode dua unit,’’ kata Site Manager PT Rekayasa Industri (Rekind) Zainal Arifin kemarin (29/11).

Zainal menuturkan, periode pertama akan mengangkut absorber section 2 dan 3  dengan jadwal 28 November hingga 3 Desember. Dengan start Gresik dan finis Lapangan JTB. Kemudian, periode kedua yang diangkut selexol dua unit.

Baca Juga :  Kredit Fiktif, Mantri Bobol BRI Rp 1,56 M

Sedangkan, untuk periode ketiga, yang diangkut absorber section 1 dan 4. ’’Juga sudah kami tentutan beberapa titik rest area,’’ tandas Zainal.

Dia menambahkan, untuk moving alat berat tahap dua, akan berlangsung 21-27 Desember 2019. Sedangkan untuk tahap ketiga akan berlangsung tanggal 6-12 Januari 2020. 

Sesuai hasil pemetaan, ada beberapa titik rawan yang sudah diantisipasi. Di antaranya, jembatan, kabel PLN, dan tikungan. Sebab, sepanjang Jalan Bojonegoro-Babat ada lima jembatan yang rawan, sehingga membutuhkan penambahan kekuatan.

Kemudian untuk kabel yang melintas di jalan, pihaknya menggandeng PLN untuk mengatasi kendala tersebut. Sedangkan, untuk tikungan yang rawan itu dimulai dari titik masuk dan keluar Jalan Gotong Royong Babat.

Baca Juga :  Oktober Rekrut Banyak Proyek JTB

’’Kemudian bundaran sumbang, simpang tiga Jalan Untung Suropati, Jalan MH. Thamrin, dan Jalan Rajekwesi. Kemudian Bundaran Jetak. Titik tikungan itu membutuhkan waktu yang cukup,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojoengoro Adie Wijtaksono memastikan untuk pengangkutan alat berat JTB itu sudah dipersiapkan, khususnya saat melintas di Bojonegoro. Karena pengangkutan alat berat itu untuk menunjang kebutuhan gas negara. ’’Melintasnya mulai pukul 22.00 hingga 04.00, jadi saat Jalan Bojonegoro sepi,’’ kata Adie.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/