alexametrics
24 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Warga Berebut Ikan Mabuk 

BOJONEGORO – Fenomena alam berupa ikan mabuk atau munggut (pladu) menjadi hiburan bagi warga berada di bantaran Sungai Bengawan Solo. Seperti kemarin (29/11) pagi masyarakat di kawasan perkotaan dekat dengan Sungai Bengawan Solo tumpah ruah di bibir sungai mencari ikan.

Masyarakat dengan mudah menangkap ikan di perairan. Bermodal seser (jaring kecil) bisa menangkap ikan mabuk yang nongol ke permukaan. 

Nugroho, warga Kelurahan Klangon mengatakan, munggut menjadi pesta masyarakat pinggir bengawan. Pada fenomena tersebut, Sungai Bengawan Solo bakal ramai dipenuhi pencari ikan. 

Dia mengatakan, fenomena itu, kadang datang setahun sekali. Kadang dua kali. Yang jelas, kata dia, fenomena tersebut terjadi di pergantian musim kemarau menuju hujan. Serta, ketika debit air meningkat secara mendadak. 

Baca Juga :  DPRD Awasi Proyek Lampu Jembatan Sosrodilogo

Sehingga, banyak tanah terseret air ke atas dan memicu air sungai keruh. Sehingga, ikan pun mabuk. “Berbagai jenis ikan pun mudah didapat,” jelasnya. 

Sejumlah ikan sungai seperti wader, jambal, gilikan, hingga rengkik, mudah didapat saat pladu terjadi. Nugroho mencontohkan, hari ini misalnya, dia bahkan mampu mengumpulkan ikan jenis wader hingga satu bak. 

“Munggut atau pladu memang sudah jadi kultur tersendiri bagi masyarakat bantaran bengawan,” ucapnya.

BOJONEGORO – Fenomena alam berupa ikan mabuk atau munggut (pladu) menjadi hiburan bagi warga berada di bantaran Sungai Bengawan Solo. Seperti kemarin (29/11) pagi masyarakat di kawasan perkotaan dekat dengan Sungai Bengawan Solo tumpah ruah di bibir sungai mencari ikan.

Masyarakat dengan mudah menangkap ikan di perairan. Bermodal seser (jaring kecil) bisa menangkap ikan mabuk yang nongol ke permukaan. 

Nugroho, warga Kelurahan Klangon mengatakan, munggut menjadi pesta masyarakat pinggir bengawan. Pada fenomena tersebut, Sungai Bengawan Solo bakal ramai dipenuhi pencari ikan. 

Dia mengatakan, fenomena itu, kadang datang setahun sekali. Kadang dua kali. Yang jelas, kata dia, fenomena tersebut terjadi di pergantian musim kemarau menuju hujan. Serta, ketika debit air meningkat secara mendadak. 

Baca Juga :  Sebelum Kejuaraan, Makan Pisang dan Susu

Sehingga, banyak tanah terseret air ke atas dan memicu air sungai keruh. Sehingga, ikan pun mabuk. “Berbagai jenis ikan pun mudah didapat,” jelasnya. 

Sejumlah ikan sungai seperti wader, jambal, gilikan, hingga rengkik, mudah didapat saat pladu terjadi. Nugroho mencontohkan, hari ini misalnya, dia bahkan mampu mengumpulkan ikan jenis wader hingga satu bak. 

“Munggut atau pladu memang sudah jadi kultur tersendiri bagi masyarakat bantaran bengawan,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/