alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Hindari Berkunjung ke Kafe Baru Buka

Di akun media sosialnya, Nur Baity kerap memajang foto-fotonya saat nongkrong di kafe. Sejak duduk di bangku kuliah, dara asal Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung ini suka mengunjungi kafe-kafe unik di Lamongan.
Selain untuk nongkrong, Betty, sapaan akrabnya, juga mengerjakan tugas di kafe tersebut. ‘’Tempatnya nyaman dan ada wifinya. Bagi saya cocok untuk mengerjakan tugas bersama teman-teman,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (29/10).
Meskipun nongkrong di kafe dipandang sebagai kegiatan yang boros, Betty tidak memermasalahkan. Dia berkomitmen menyisihkan uang saku yang diberikan orang tuanya.
Mahasiswi semester lima jurusan manajemen ini tidak setiap hari berkunjung ke kafe untuk nongkrong. ‘’Cuma pas weekend nongkrong sama teman-teman. Sekarang perkuliahan tatap muka sudah aktif lagi. Jadi banyak waktu yang tersita untuk kuliah dan bantu orang tua di rumah sekarang,’’ tuturnya.
Dari berbagai kafe yang pernah dikunjunginya, Betty hanya memiliki dua kafe favorit. Dasar penilaiannya, kafe tersebut bisa memertahankan cita rasa makanan dan minuman yang dihidangkan.
Gadis berusia 21 tahun ini tidak suka berkunjung ke kafe yang baru saja dibuka. ‘’Pengalaman saya, kafe yang baru launching selalu bikin promo dan ramai. Terkadang, minuman atau makanan yang dipesan bikinnya terlalu buru-buru. Jadi nggak bisa maintance rasanya beneran enak atau nggak. Lebih baik berkunjung seminggu setelah launching biar tahu cita rasa aslinya,’’ jelasnya.
Betty berharap, para pemilik kafe bisa memerhatikan kualitas hidangannya agar tetap eksis. Jika hanya mengedepankan desain interior, maka hal itu tidak akan membuat pengunjung datang untuk kesekian kalinya.
‘’Kita datang ke kafe bukan cuma mau selfie karena tempatnya bagus. Tapi kita juga beli makanan dan minuman yang diharapkan rasanya juga enak,’’ ujar penghobi fotografi ini. (din/yan)

Baca Juga :  Dua Polisi Dipecat Tidak Hormat

Di akun media sosialnya, Nur Baity kerap memajang foto-fotonya saat nongkrong di kafe. Sejak duduk di bangku kuliah, dara asal Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung ini suka mengunjungi kafe-kafe unik di Lamongan.
Selain untuk nongkrong, Betty, sapaan akrabnya, juga mengerjakan tugas di kafe tersebut. ‘’Tempatnya nyaman dan ada wifinya. Bagi saya cocok untuk mengerjakan tugas bersama teman-teman,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (29/10).
Meskipun nongkrong di kafe dipandang sebagai kegiatan yang boros, Betty tidak memermasalahkan. Dia berkomitmen menyisihkan uang saku yang diberikan orang tuanya.
Mahasiswi semester lima jurusan manajemen ini tidak setiap hari berkunjung ke kafe untuk nongkrong. ‘’Cuma pas weekend nongkrong sama teman-teman. Sekarang perkuliahan tatap muka sudah aktif lagi. Jadi banyak waktu yang tersita untuk kuliah dan bantu orang tua di rumah sekarang,’’ tuturnya.
Dari berbagai kafe yang pernah dikunjunginya, Betty hanya memiliki dua kafe favorit. Dasar penilaiannya, kafe tersebut bisa memertahankan cita rasa makanan dan minuman yang dihidangkan.
Gadis berusia 21 tahun ini tidak suka berkunjung ke kafe yang baru saja dibuka. ‘’Pengalaman saya, kafe yang baru launching selalu bikin promo dan ramai. Terkadang, minuman atau makanan yang dipesan bikinnya terlalu buru-buru. Jadi nggak bisa maintance rasanya beneran enak atau nggak. Lebih baik berkunjung seminggu setelah launching biar tahu cita rasa aslinya,’’ jelasnya.
Betty berharap, para pemilik kafe bisa memerhatikan kualitas hidangannya agar tetap eksis. Jika hanya mengedepankan desain interior, maka hal itu tidak akan membuat pengunjung datang untuk kesekian kalinya.
‘’Kita datang ke kafe bukan cuma mau selfie karena tempatnya bagus. Tapi kita juga beli makanan dan minuman yang diharapkan rasanya juga enak,’’ ujar penghobi fotografi ini. (din/yan)

Baca Juga :  DBH Migas 2018 Belum Bisa Diharapkan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/