alexametrics
27 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Kinerja Guru Harus Diawasi dengan Share Lokasi

Radar Bojonegoro – Penundaan pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Bojonegoro patut menjadi perhatian bersama agar memperketat pengawasan. Baik di dalam dan luar sekolah. Hal ini diperlukan agar tidak sampai melahirkan klaster Covid-19 di sekolah.

Peran kepala sekolah cukup penting. Pengawasan ketat dengan sering kali guru diminta melaporkan share lokasi. Ini sebagai upacaya pencegahan Covid-19 di lingkup sekolah. Terutama mengetahui keberadaan guru ketika di luas daerah.

‘’Saya meminta kepala sekolah untuk monitoring keberadaan guru dan siswa secara berkala. Misalnya dengan cara membagi lokasi (share lokasi),” kata Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (29/9).

Adi sapaannya, menginstruksikan sekolah agar memperketat penga wasan. Apalagi seiring penerapan pembalajaran tatap muka terbatas. Agar potensi tertular Covid-19 pada warga sekolah tidak sampai terjadi.

Baca Juga :  DLH Periksa Kandungan Air Sumur Tiban

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Budiono mengatakan, langkah diambil cabang dinas pendidikan (cabdisdik) setempat bersama SMKN 1 Bojonegoro sudah tepat. Yakni menunda tatap muka dan kembali menerapkan pembelajaran daring.

‘’Memang harus sigap. Agar tidak melahirkan klaster baru di lingkungan sekolah,” katanya kemarin. Namun, lanjut Budiono, hal ini perlu menjadi bahan untuk meningkatkan kewaspadaan sekolah. Kaitannya mengawasi kegiatan guru dan siswa. Baik di dalam maupun di luar sekolah.

Sebab, kasus suspect Covid-19 pada salah satu guru SMKN 1 Bojonegoro terjadi karena aktivitas di luar sekolah. ‘’Komunikasi dan pengawasan menjadi kunci. Termasuk saat di luar sekolah,” ujar politikus Partai Gerindra itu.

Menurut dia, sekolah harus mengetehui ke mana saja kegiatan para guru. Apalagi bersinggungan dengan daerah di luar Bojonegoro. Terkait pula dengan kategori warna zona Covid-19 nya.

Baca Juga :  Kelola Biogas dari Limbah Ternak Sapi, 6 Tahun Tak Beli Gas Elpiji

‘’Kalau pengawasan pada siswa, sekolah bisa berkomunikasi dengan orang tua,” lanjutnya. Sebab, bagaimanapun penyebaran Covid-19 belum reda sepenuhnya. Sehingga seluruh warga sekolah harus selalu waspada dimanapun berada. Karena virus ini bisa menyerang siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

‘’Saat di dalam sekolah pun, sterilisasi lingkungan dan penerapan protokol pencegahan Covid-19 harus tetap ditegakkan. Jangan sampai lengah,” ujar politikus tinggal di Kecamatan Trucuk, Bojonegoro itu.

Sehingga, pihaknya pun senantiasa berkoordinasi dengan cabdisdik setempat agar selalu mengawasi sekolah. Seiring penerapan pembelajaran tatap muka terbatas pada sejumlah SLB, SMA, dan SMK.

Radar Bojonegoro – Penundaan pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Bojonegoro patut menjadi perhatian bersama agar memperketat pengawasan. Baik di dalam dan luar sekolah. Hal ini diperlukan agar tidak sampai melahirkan klaster Covid-19 di sekolah.

Peran kepala sekolah cukup penting. Pengawasan ketat dengan sering kali guru diminta melaporkan share lokasi. Ini sebagai upacaya pencegahan Covid-19 di lingkup sekolah. Terutama mengetahui keberadaan guru ketika di luas daerah.

‘’Saya meminta kepala sekolah untuk monitoring keberadaan guru dan siswa secara berkala. Misalnya dengan cara membagi lokasi (share lokasi),” kata Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (29/9).

Adi sapaannya, menginstruksikan sekolah agar memperketat penga wasan. Apalagi seiring penerapan pembalajaran tatap muka terbatas. Agar potensi tertular Covid-19 pada warga sekolah tidak sampai terjadi.

Baca Juga :  Kelola Biogas dari Limbah Ternak Sapi, 6 Tahun Tak Beli Gas Elpiji

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Budiono mengatakan, langkah diambil cabang dinas pendidikan (cabdisdik) setempat bersama SMKN 1 Bojonegoro sudah tepat. Yakni menunda tatap muka dan kembali menerapkan pembelajaran daring.

‘’Memang harus sigap. Agar tidak melahirkan klaster baru di lingkungan sekolah,” katanya kemarin. Namun, lanjut Budiono, hal ini perlu menjadi bahan untuk meningkatkan kewaspadaan sekolah. Kaitannya mengawasi kegiatan guru dan siswa. Baik di dalam maupun di luar sekolah.

Sebab, kasus suspect Covid-19 pada salah satu guru SMKN 1 Bojonegoro terjadi karena aktivitas di luar sekolah. ‘’Komunikasi dan pengawasan menjadi kunci. Termasuk saat di luar sekolah,” ujar politikus Partai Gerindra itu.

Menurut dia, sekolah harus mengetehui ke mana saja kegiatan para guru. Apalagi bersinggungan dengan daerah di luar Bojonegoro. Terkait pula dengan kategori warna zona Covid-19 nya.

Baca Juga :  Jalan di Wonocolo Potensi Longsor Susulan

‘’Kalau pengawasan pada siswa, sekolah bisa berkomunikasi dengan orang tua,” lanjutnya. Sebab, bagaimanapun penyebaran Covid-19 belum reda sepenuhnya. Sehingga seluruh warga sekolah harus selalu waspada dimanapun berada. Karena virus ini bisa menyerang siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

‘’Saat di dalam sekolah pun, sterilisasi lingkungan dan penerapan protokol pencegahan Covid-19 harus tetap ditegakkan. Jangan sampai lengah,” ujar politikus tinggal di Kecamatan Trucuk, Bojonegoro itu.

Sehingga, pihaknya pun senantiasa berkoordinasi dengan cabdisdik setempat agar selalu mengawasi sekolah. Seiring penerapan pembelajaran tatap muka terbatas pada sejumlah SLB, SMA, dan SMK.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/