alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Petikan Kelima, Harga Rp 30 Ribu Per Kilogram

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Masa panen raya tembakau saat ini memasuki petikan kelima. Harga tembakau rajang kering terpantau cukup bagus, sekitar Rp 30 ribu per kilogram. “Saat ini sudah petikan pertengahan atau petikan kelima. Harganya bagus sekitar Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram,” kata Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Rempah Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro Bambang Wahyudi.

Ada tiga pabrikan tembakau yang sudah membeli tembakau petani. Yakni PT Sadana, PT Gudang Garam, dan PT Djarum. Harga bersahabat ini, kata Bambang, karena cuaca kemarau tahun ini sangat bersahabat bagi para petani tembakau. Tidak ada gagal panen.

Beberapa wilayah masih ditemukan petani yang berspekulasi tanam tembakau akhir Agustus. Padahal, diprediksi akhir Oktober sudah memasuki musim hujan. Hal itu disebabkan beberapa petani telat panen padi.

Baca Juga :  PPDB Jenjang SMK Diberlakukan Zonasi

“Bulan lalu kami masih temui petani nekat tanam tembakau akhir Agustus di Kecamatan Kanor. Tentunya kemungkinan besar akan gagal panen, karena tembakau, baru bisa panen setelah tiga bulan,” ucap Bambang.

Dia menjelaskan, pembelian tembakau rajang kering setiap perusahaan mematok harga pembelian terendah berbeda-beda. Sejauh ini, rata-rata pembelian terendah sekitar Rp 25 ribu per kilogram. Selain tembakau rajang, beberapa tengkulak juga membeli tembakau dalam bentuk daun. Harganya juga relatif mahal sekitar Rp 2 ribu per kilogram.

Sementara itu, berdasar data disperta, total luas lahan tembakau di Bojonegoro sekitar 11.210 hektare. Terbagi tiga jenis tembakau. Di antaranya tembakau virginia seluas 6.027 hektare; tembakau jawa seluas 4.039,8 hektare; dan tembakau RAM seluas 1.144 hektare. Penyebaran lahan tembakau di Kecamatan Kepohbaru, Kedungadem, Sugihwaras, Sukosewu, Baureno, Sumberrejo, dan Kanor.

Baca Juga :  Anggaran Pilbup dihitung oleh KPUK Bojonegoro 2024 Belum Final

“Estimasinya sekitar 50-65 persen lahan sudah panen raya,” tambahnya.

Pihaknya mendorong kepada para petani agar lebih memilih tembakau jenis RAM dan virginia. Sebab, tembakau jenis jawa dinilai harga maupun pangsanya kurang cukup diminati pabrikan. Harganya kalah bersaing dengan tembakau RAM dan virginia.

Sementara itu, Rodiyah, 56, salah satu petani mengatakan, saat ini hasil tanaman tembakaunya bagus karena cuaca mendukung. Hanya, harga jual tembakau rajangan tak seperti yang diharapkan.

’’Panen bagus, tapi harganya masih belum bisa tinggi. Apalagi, yang saya panen ini unduhan terakhir. Lebih murah lagi,’’ ujar petani saat temui di ladangnya di Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor. (bgs/cho/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Masa panen raya tembakau saat ini memasuki petikan kelima. Harga tembakau rajang kering terpantau cukup bagus, sekitar Rp 30 ribu per kilogram. “Saat ini sudah petikan pertengahan atau petikan kelima. Harganya bagus sekitar Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram,” kata Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Rempah Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro Bambang Wahyudi.

Ada tiga pabrikan tembakau yang sudah membeli tembakau petani. Yakni PT Sadana, PT Gudang Garam, dan PT Djarum. Harga bersahabat ini, kata Bambang, karena cuaca kemarau tahun ini sangat bersahabat bagi para petani tembakau. Tidak ada gagal panen.

Beberapa wilayah masih ditemukan petani yang berspekulasi tanam tembakau akhir Agustus. Padahal, diprediksi akhir Oktober sudah memasuki musim hujan. Hal itu disebabkan beberapa petani telat panen padi.

Baca Juga :  Inisiasi Masyarakat Membuat Sentra Vaksinasi

“Bulan lalu kami masih temui petani nekat tanam tembakau akhir Agustus di Kecamatan Kanor. Tentunya kemungkinan besar akan gagal panen, karena tembakau, baru bisa panen setelah tiga bulan,” ucap Bambang.

Dia menjelaskan, pembelian tembakau rajang kering setiap perusahaan mematok harga pembelian terendah berbeda-beda. Sejauh ini, rata-rata pembelian terendah sekitar Rp 25 ribu per kilogram. Selain tembakau rajang, beberapa tengkulak juga membeli tembakau dalam bentuk daun. Harganya juga relatif mahal sekitar Rp 2 ribu per kilogram.

Sementara itu, berdasar data disperta, total luas lahan tembakau di Bojonegoro sekitar 11.210 hektare. Terbagi tiga jenis tembakau. Di antaranya tembakau virginia seluas 6.027 hektare; tembakau jawa seluas 4.039,8 hektare; dan tembakau RAM seluas 1.144 hektare. Penyebaran lahan tembakau di Kecamatan Kepohbaru, Kedungadem, Sugihwaras, Sukosewu, Baureno, Sumberrejo, dan Kanor.

Baca Juga :  DBH Diprediksi di Atas Rp 400 M

“Estimasinya sekitar 50-65 persen lahan sudah panen raya,” tambahnya.

Pihaknya mendorong kepada para petani agar lebih memilih tembakau jenis RAM dan virginia. Sebab, tembakau jenis jawa dinilai harga maupun pangsanya kurang cukup diminati pabrikan. Harganya kalah bersaing dengan tembakau RAM dan virginia.

Sementara itu, Rodiyah, 56, salah satu petani mengatakan, saat ini hasil tanaman tembakaunya bagus karena cuaca mendukung. Hanya, harga jual tembakau rajangan tak seperti yang diharapkan.

’’Panen bagus, tapi harganya masih belum bisa tinggi. Apalagi, yang saya panen ini unduhan terakhir. Lebih murah lagi,’’ ujar petani saat temui di ladangnya di Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor. (bgs/cho/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Alokasikan Pagu Nikah Rp 1,9 Miliar

Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Benahi Skema Transisi Pemain

Tetapkan Tiga Tersangka

Artikel Terbaru


/