alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Biar Terbayar, Matangkan Pemutusan Kontrak

TUBAN – Upaya menghadirkan PT Cahya Ananta, pengelola wisata laut Kambang Putih Tuban Park (KPTP) pada Kamis (28/9) belum membuahkan hasil.

Pemicunya, jajaran manajemen perusahaan ini masih berada di luar kota. 

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistiyadi mengatakan, manajemen PT Cahya Ananta mengagendakan menghadap pada Senin (2/10). 

Sebelum menerima rekanan pengelola wisata bahari tersebut, lanjut dia, pemkab mematangkan pembahasan teknis pemutusan kontrak antara pihak ketiga dengan pemkab.

Sebab, kontrak investor tersebut jangka waktunya selama lima tahun. Namun, di tengah jalan, PT Cahya Ananta mengundurkan diri. ‘’Kita rapat internal lagi untuk membahas pemutusan kontrak,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Akan Ada Reformulasi Dana Desa

Bagaimana dengan tunggakan kontrak yang belum dibayar? Mantan kabag humas dan media setda ini menerangkan, saat ini pihaknya masih berupaya semaksimal mungkin agar investor segera membayar. ‘’Kita akan nego agar terbayar,’’ tegas dia.  

Tahun ini, pendapatan dari nilai kontrak tahunan tersebut sudah masuk dalam catatan pendapatan asli daerah (PAD).

Karena itu, pihaknya berharap agar pihak ketiga tersebut  segera melunasi. Harapannya, memudahkan pemkab mengambil langkah selanjutnya. 

Diberitakan sebelumnya, sepinya pengunjung di KPTP memicu PT Cahya Ananta lempar handuk dan mengundurkan diri. Ketika mundur, investor ini nunggak pembayaran kontrak ke Pemkab Tuban senilai Rp 127 juta. 

Terkait pengelolaan KPTP ke depan, bupati Tuban Fathul Huda memiliki dua opsi.  Yakni, menawarkan kepada investor lain.

Baca Juga :  Utamakan Saluran Pembuangan Desa

Jika itu gagal, pilihan terakhir mengelola sendiri wisata di kompleks Terminal Kambang Putih Tuban itu.

TUBAN – Upaya menghadirkan PT Cahya Ananta, pengelola wisata laut Kambang Putih Tuban Park (KPTP) pada Kamis (28/9) belum membuahkan hasil.

Pemicunya, jajaran manajemen perusahaan ini masih berada di luar kota. 

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistiyadi mengatakan, manajemen PT Cahya Ananta mengagendakan menghadap pada Senin (2/10). 

Sebelum menerima rekanan pengelola wisata bahari tersebut, lanjut dia, pemkab mematangkan pembahasan teknis pemutusan kontrak antara pihak ketiga dengan pemkab.

Sebab, kontrak investor tersebut jangka waktunya selama lima tahun. Namun, di tengah jalan, PT Cahya Ananta mengundurkan diri. ‘’Kita rapat internal lagi untuk membahas pemutusan kontrak,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Tahan Beban 180 Ton, Perkuat Enam Jembatan

Bagaimana dengan tunggakan kontrak yang belum dibayar? Mantan kabag humas dan media setda ini menerangkan, saat ini pihaknya masih berupaya semaksimal mungkin agar investor segera membayar. ‘’Kita akan nego agar terbayar,’’ tegas dia.  

Tahun ini, pendapatan dari nilai kontrak tahunan tersebut sudah masuk dalam catatan pendapatan asli daerah (PAD).

Karena itu, pihaknya berharap agar pihak ketiga tersebut  segera melunasi. Harapannya, memudahkan pemkab mengambil langkah selanjutnya. 

Diberitakan sebelumnya, sepinya pengunjung di KPTP memicu PT Cahya Ananta lempar handuk dan mengundurkan diri. Ketika mundur, investor ini nunggak pembayaran kontrak ke Pemkab Tuban senilai Rp 127 juta. 

Terkait pengelolaan KPTP ke depan, bupati Tuban Fathul Huda memiliki dua opsi.  Yakni, menawarkan kepada investor lain.

Baca Juga :  Akan Ada Reformulasi Dana Desa

Jika itu gagal, pilihan terakhir mengelola sendiri wisata di kompleks Terminal Kambang Putih Tuban itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/