alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Serikat Pekerja Pabrik Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Radar Bojonegoro – Wacana kenaikan cukai rokok 11,2 persen pada 2022 mendatang, serikat pekerja pabrik rokok melakukan tuntutan penolakan, karena akan berpengaruh pada pengurangan pekerja.

Namun, tidak berdampak signifikan bagi petani tembakau. Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro Yusriah menjelaskan, akan ada wacana kenaikan cukai rokok tahun depan. Sepakat untuk menolak karena akan berdampak pada pengurangan pekerja di pabrik.

‘’Kami rapat virtual dengan pengurus daerah Jawa Timur sehubungan penolakan,’’ ujarnya kemarin (29/8).

Yusriah menerangkan, kenaikan cukai rokok berkisar 11,9 persen. Jika terjadi kenaikan khawatir perusahaan tidak mampu membayar karyawan. Sedangkan rapat tersebut menghasilkan beberapa poin, salah satunya meminta rekomendasi dari bupati untuk menolak kenaikan cukai rokok dan dan bantuan BLT bersumber dari dana bagi hasil DBH-CHT. ‘’Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206 tahun 2020,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Maju Mundur Serap BKD

Terpisah, Sarwandi, petani tembakau Desa Wedoro, Kecamatan Sugihwaras menjelaskan, kenaikan cukai tembakau kemungkinan tidak berpengaruh signifikan kepada petani tembakau. Sebaliknya, yang memengaruhi harga tembakau turun adalah cuaca buruh. ‘’Panas yang kurang dan terjadi hujan seperti tanam beberapa bulan lalu,’’ katanya terpisah.

Menurut dia, cuaca saat ini cukup mendukung walaupun panas masih belum maksimal. Harga tembakau pun dirasa masih stabil, daun paling bawah belum dirajang berkisar Rp 11 ribu per kilogram. ‘’Semakin naik jika diurutkan sampai ke atas bisa sampai Rp 25 ribu,’’ tuturnya.

Sedangkan untuk yang sudah dipasah, harganya Rp 18 ribu per kilogram untuk jenis tembakau jawa. Jika kualitas tembakau makin baik bisa sampai Rp 20 ribu. Saat penanen, petani langsung setor kepada pengepul di gudang Desa Kepoh, Kecamatan Kedungadem.

Baca Juga :  Terjaring Razia Masker, Siap Siap KTP Disita dan Denda 500 Ribu

‘’Tenaga untuk memanen keluarga sendiri, sedangkan yang biasanya langsung proyek segala kebu tuahan akan dicukupi peru sahaan,’’ pungkasnya. (luk)

Radar Bojonegoro – Wacana kenaikan cukai rokok 11,2 persen pada 2022 mendatang, serikat pekerja pabrik rokok melakukan tuntutan penolakan, karena akan berpengaruh pada pengurangan pekerja.

Namun, tidak berdampak signifikan bagi petani tembakau. Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro Yusriah menjelaskan, akan ada wacana kenaikan cukai rokok tahun depan. Sepakat untuk menolak karena akan berdampak pada pengurangan pekerja di pabrik.

‘’Kami rapat virtual dengan pengurus daerah Jawa Timur sehubungan penolakan,’’ ujarnya kemarin (29/8).

Yusriah menerangkan, kenaikan cukai rokok berkisar 11,9 persen. Jika terjadi kenaikan khawatir perusahaan tidak mampu membayar karyawan. Sedangkan rapat tersebut menghasilkan beberapa poin, salah satunya meminta rekomendasi dari bupati untuk menolak kenaikan cukai rokok dan dan bantuan BLT bersumber dari dana bagi hasil DBH-CHT. ‘’Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206 tahun 2020,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Terjaring Razia Masker, Siap Siap KTP Disita dan Denda 500 Ribu

Terpisah, Sarwandi, petani tembakau Desa Wedoro, Kecamatan Sugihwaras menjelaskan, kenaikan cukai tembakau kemungkinan tidak berpengaruh signifikan kepada petani tembakau. Sebaliknya, yang memengaruhi harga tembakau turun adalah cuaca buruh. ‘’Panas yang kurang dan terjadi hujan seperti tanam beberapa bulan lalu,’’ katanya terpisah.

Menurut dia, cuaca saat ini cukup mendukung walaupun panas masih belum maksimal. Harga tembakau pun dirasa masih stabil, daun paling bawah belum dirajang berkisar Rp 11 ribu per kilogram. ‘’Semakin naik jika diurutkan sampai ke atas bisa sampai Rp 25 ribu,’’ tuturnya.

Sedangkan untuk yang sudah dipasah, harganya Rp 18 ribu per kilogram untuk jenis tembakau jawa. Jika kualitas tembakau makin baik bisa sampai Rp 20 ribu. Saat penanen, petani langsung setor kepada pengepul di gudang Desa Kepoh, Kecamatan Kedungadem.

Baca Juga :  Anggota Pramuka Harus Tangguh

‘’Tenaga untuk memanen keluarga sendiri, sedangkan yang biasanya langsung proyek segala kebu tuahan akan dicukupi peru sahaan,’’ pungkasnya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/